Hakikat Ibadah bagi Seorang Muslim

Kajian dibuka dengan membaca dan mentadabburi Adz dzariyat 56: ternyata Allah begitu baik memudahkan muslim menemukan tujuan hidup, banyak sekali orang yang selama hidupnya belum menemukan apa tujuan akhir dari hidupnya. Sebagai muslim kita diuntungkan dengan sudah jelasnya tujuan hidup kita. Dan, ternyata seluruh aktifitas kita bisa bernilai ibadah asalkan memenuhi syarat-syaratnya.

Syarat ibadah tersebut adalah:

  • Harus dilandasi dengan iman,
  • Dikerjakan dengan ikhlas,
  • Harus sesuai atau shawwab.

Coba saja kita urutkan dari sejak bangun tidur, jika kita Qiyamullail, itu jelas ibadah ya.. kemudian membangunkan suami dan anak juga ibadah, menyiapkan sarapan juga ibadah, dan aktifitas lain sampai akan tidur kembali, asalkan dikerjakan memenuhi syarat tersebut di atas.

Tanda-Tanda diterimanya ibadah:

1. Mendapatkan taufik untuk beramal lainnya
Misalnya saat ikut Pengajian, jadi terbuka ladang pahala untuk berinfaq, bersilaturahim dan lainnya.
Contoh lainnya adalah Menikah, separuh agama. Membuka banyak sekali pintu ibadah lainnya,krn itu disebut separuh agama. Baik sebagai suami maupun istri sangat terbuka ladang untuk beramal kepada pasangan, anak, mertua, keluarga besar dan lain sebagainya.

2. Ridha terhadap pemberian Allah
Mencakup 3 hal, yaitu

  • Ridha terhadap ketetapan Allah
    Misalnya tentang hukum Waris bahwa wanita hanya memperoleh separuh dari hak laki-laki namun hikmah dibaliknya adalah laki-laki mempunyai tanggung jawab lebih. Misalnya ketika seorang perempuan walinya meninggal maka jika ia seorang istri akan kembali pada ayahnya, jika ayahnya sudah tidak ada maka akan menjadi tanggung jawab saudara laki-lakinya, dan sebagainya. Pun demikian tentang ketetapan Allah untuk berhijab ada banyak hikmah dibalik itu semua
  • Ridha terhadap apa yang menimpa dirinya
    Kita ikhlas atas bentuk wajah kita, jodoh kita, dan lainnya.
  • Ridha terhadap apa yang Allah lakukan thd alam semesta
    Hujan, banjir dan lain-lain.

3. Terkabul do’anya
Kemungkinan memang ada beberapa skenario do’a yang belum dikabulkan; tidak Allah kabulkan karena do’a kita salah, ditunda, atau diganti dg yg lebih baik

Ditulis oleh Naila M Tazkiyyah

Ceramah oleh Ust. Suyuti

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s