It Takes a Village to Raise a Child (Catatan NoBar TBCLC)

Judul di atas diambil dari peribahasa asal Afrika yang kini justru sangat populer sekaligus menjadi tema diskusi santai yang kami sepakati setelah menonton film The Beginning of Life bersama di ruang RecHall Tanjung Bara.

Saya dan teman-teman di Tj Bara Community Learning Club sangat antusias menonton dan mendiskusikan berbagai lesson learned yang tersirat di film tersebut.

Sebuah terobosan terbesar neuroscience telah menemukan bahwa bayi bukan sekedar berisi muatan genetik. Perkembangan manusia dibentuk melalui kombinasi genetik, kualitas relasi dan lingkungan mereka. Saksikan bagaimana ratusan narasumber mulai dari ahli, orang tua, guru dan bahkan anak-anak menyampaikan pandangan mereka tentang tumbuh kembang anak. Sebuah film dokumenter yang menampilkan sinematografi yang indah dan menyentuh emosi. Film The Beginning of Life menampilkan beragam pandangan dari banyak narasumber dan dari berbagai konteks sosial budaya, sehingga perbedaan pandangan adalah sebuah keniscayaan. Karena itu, pilihan terbaik adalah “ambil yang baik, tinggalkan yang buruk” dari film ini. Pemandu bertanggung jawab memfasilitasi diskusi yang kontruktif dan bermanfaat bagi semua yang terlibat.

Poster edited nobar

Continue reading

Advertisements

Catatan Kehidupan

2 hari yang lalu, menurut kalender masehi, usia saya tepat 31 tahun. Namun menurut hijriyah, saat ini usia saya mulai menginjak 32 tahun… Momen ini istimewa karena saya jadi teringat kembali cerita-cerita Ibu (almarhumah) dulu bahwa saya lahir di bulan Syawal 1405H, sungguh momen yang sangat indah bagi beliau dan ayah.. Karena 10 bulan sebelumnya mereka berdua baru mengikat janji, dan alhamdulillah qadarullah menakdirkan cukup 1 bulan mereka menunggu kabar gembira kehamilan Ibu dahulu.

Tahun ini, 16 Juli bertepatan dengan bulan Syawal. Saya masih teringat jelas cerita Ibu tentang bagaimana nama Naila Mundjichatuttazkiyyah akhirnya tersemat pada putri pertamanya ini. Ibu mencoba mencari nama lain penuh makna selain dari kata Fitri yang sangat identik dengan hari raya di bulan Syawal, bertanya pada beberapa saudara utamanya adalah saudara laki-laki Ayah. Hingga terpilih lah nama tersebut, nama yang tetap mengusung agenda kesucian untuk tetap mengingati bulan Syawal yang identik dengan kembali fitri di bagian terakhirnya melalui kata tazkiyyah.  Continue reading

Catatan Ibu di Seberang Pulau

Catatan ini ditulis terinspirasi oleh pertanyaan beberapa teman yang sedang menjajaki kemungkinan suami ditugaskan ke daerah yang cukup jauh dari kota besar dan keramaian seperti daerah yang kami sekeluarga tempati sekarang ini…:)

Mungkin juga menjawab beberapa pertanyaan yang sering kami dengar, gimana di sana? Kerasan? 😀

Walau baru 6 bulan berada di sini, saya dan suami juga anak-anak ternyata cukup menikmati perubahan yang ada saat mulai tinggal di sini hingga sekarang. Tentu saja tetap ada plus minusnya, namun hingga saat ini sukanya masih lebh banyak daripada dukanya 😀 semoga demikian seterusnya..

C360_2015-04-05-16-42-23-557

Supaya lebih nyata sharing plus minus hidup di kota kecil di luar Jawa, saya akan mulai menulis daftar part enak-enaknya dulu yaa.. Continue reading

Mengejar Naungan-Nya

Masih dalam rangka menulis ulang dan berniat mentadabburi hadits yang ada di bab kepemimpinan pada terjemahan riyadhussholihin ada salah satu hadits berikut ini:

Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah SAW bersabda: Ada 7 golongan yang akan mendapat naungan Allah pada hari yang tiada naungan kecuali naungan-Nya, yaitu:
1. Pemimpin yang adil
2. Pemuda yang senantiasa beribadah

Spesifik disebut pemuda, karena menurut beberapa ceramah yang pernah saya dengar sebelumnya. Saat sudah usia lanjut sudah suatu keniscayaan seseorang menjadi lebih dekat pada ibadah, namun seseorang yang di usia muda sudah senantiasa beribadah adalah orang yang luar biasa.. Semoga anak-anak kami termasuk dalam golongan ini nantinya, aamiin.. Continue reading

Berlomba Menjadi Barisan Penghuni Surga

Ada banyak sekali hadits yang menjelaskan siapa-siapa saja penghuni surga pun demikian disampaikan siapa saja yang dicirikan akan menghuni neraka, di bab kepemimpinan pada terjemahan riyadhussholihin ada salah satu hadits berikut ini:

Dari Iyadh bin Himar ra berkata, saya mendengar Rasulullah SAW bersabda: Penghuni Surga itu terdiri dari 3 kelompok, yaitu
1. Penguasa yang adil lagi disenangi
2. Orang yang mengasihi dan lembut hati kepada sanak keluarga serta sesama muslim
3. Orang miskin yang menjaga kehormatan dirinya sedang ia mempunyai keluarga
HR. Muslim

Continue reading