E-Book Jariyah edisi 3: ABC From Qur’an oleh Anis Maris

Alhamdulillah… Setelah syawal dan Ramadhan yang indah, akhirnya bisa posting lagi, e-book bertajuk Pulang masih dalam proses. Namun, saat Ramadhan lalu saya diberi hadiah yaitu file My First ABC From Qur’an oleh seorang adik sekaligus sahabat dan guru saya yaitu Anis Maris ini ๐Ÿ™‚

Atas ijin penulisnya, file ini boleh dishare sehingga untuk teman-teman yang membutuhkan bisa mendownload e-book ini dan seperti biasa bertanggung jawab untuk tidak menggandakannya secara komersil kecuali setelah mendapat ijin dari penulis dan penyusunnya yaitu Anis.

Selamat membaca dan beraktifitas bersama ananda ๐Ÿ™‚ Continue reading

Advertisements

Berlomba Menjadi Barisan Penghuni Surga

Ada banyak sekali hadits yang menjelaskan siapa-siapa saja penghuni surga pun demikian disampaikan siapa saja yang dicirikan akan menghuni neraka, di bab kepemimpinan pada terjemahan riyadhussholihin ada salah satu hadits berikut ini:

Dari Iyadh bin Himar ra berkata, saya mendengar Rasulullah SAW bersabda: Penghuni Surga itu terdiri dari 3 kelompok, yaitu
1. Penguasa yang adil lagi disenangi
2. Orang yang mengasihi dan lembut hati kepada sanak keluarga serta sesama muslim
3. Orang miskin yang menjaga kehormatan dirinya sedang ia mempunyai keluarga
HR. Muslim

Continue reading

Baca.. Baca.. Baca…

Beberapa menit sebelum waktu tidur Haidar siang ini, ada teman di grup yang remind bahwa hari ini adalah hari Buku sedunia.. Salah satu dari teman baik saya minta link di blog saya yang membahas bagaimana agar anak cinta buku dan membacanya ๐Ÿ™‚ Saya juga jadi tersadar, ubek-ubek dan ternyata belum pernah membahas hal ini.

Sebelum cerita banyak, harap dibaca disclaimer ini bahwa:

Saya bukan psikolog yang punya jurus jitu berdasarkan keilmuan tertentu ๐Ÿ™‚ saya share cerita ini hanya berdasarkan pengalaman mendidik 3 orang buah hati saya, dan dengan kondisi bahwa anak tertua saya baru berusia 6y5m maka masih terlalu dini untuk mengklaim bahwa mereka yang saat ini cinta pada buku akan seterusnya demikian, tapi saya dan suami terus berharap dan berusaha menanamkan bahwa kami tidak bisa memberi kemewahan apapun selain berupa gizi buku yang kami coba sajikan dalam bentuk bacaan yang sesuai dengan minat masing-masing anak

Beberapa cara kami yang mungkin juga sudah banyak diketahui atau dibahas untuk mendorong minat baca anak, antara lain: Continue reading

Baca Buku: Cinta di Rumah Hasan Al-Banna

Sesungguhnya peletak dasar pergerakan dakwah modern semisal Hasan Al Banna telah memberi contoh bahwa yang merasakan sentuhan pertama nilai pendidikan seorang da’i, justru orang terdekatnya. Jika seorang ayah, maka istri dan anaknyalah yang merasakan sentuhan pertama. Demikian pula bila ia seorang ibu. (Dra. Hj Wirianingsih)

Bagi saya pribadi, buku ini sangat menarik karena tidak banyak buku yang membahas tentang kehidupan keluarga seorang da’i atau ulama. Seperti pengantar yang dituliskan Ustadzah Wiwik buku ini membuka lembar demi lembar kehidupan Hasan Al Banna dalam berinteraksi dengan anak-anaknya sekaligus menjawab pertanyaan “mana yang lebih penting dakwah untuk ummat atau membina keluarga?” karena ternyata tidak ada dikotomi antara keduanya, keduanya seharusnya sejalan.

20150122_123241 Continue reading

Catatan Kecil tentang Tetangga..

Ada dua alasan saya ingin berbagi tentang cerita tetangga ini, pertama saya sangat terharu atas bantuan dua tetangga saya yang sangat baik hati selama seminggu terakhir ini, kedua saat membaca begitu banyak hadist Rasulullah tentang bertetangga..

Dari Aisyah RA berkata Rasulullah SAW bersabda “Jibril AS selalu berpesan kepadaku tentang tetangga sehingga aku mengira dia akan menetapkan hak waris bagi tetangga” HR Bukhari

Continue reading

Sembayang di Dalam Ka’bah (Bagian Tulisan dari Buku Bang Ali)

Salah satu bagian buku Bang Ali yang paling saya suka adalah chapter 42 tentang perjalanan spiritual Bang Ali dan Istrinya. Di sini dijelaskan bahwa istrinya banyak memberikan pengaruh untuk belajar agama lebih mendalam tidak hanya untuk Bang Ali saja namun juga untuk anak-anak mereka di Australia. Tak hanya berhaji untuk spiritual pribadinya, saat ke tanah suci, Bang Ali memperhatikan dengan sangat pelayanan bagi jama’ah haji dari sejak masa karantina di Jakarta hingga kepulangan jama’ah. di chapter 43 dijelaskan bagaimana sepulang dari haji, Bang Ali memperbaiki kebijakan pelayanan bagi jama’ah haji.

IMG_00001000

Continue reading

Baca Buku: Bang Ali, Demi Jakarta 1966-1977

Saya (Bang Ali, red) bermalam di desa-desa pinggiran itu, yang letaknya hanya beberapa kilometer dari pusat kota. Kunjungan saya ke desa-desa di pinggiran Jakarta Timur mengorek banyak masalah yang audzubillah. Masyarakat yang terbelakang dengan kondisi social ekonomi sebanding dengan kelurahan terbelakang di pulau Jawa. Lurah banyak yang buta huruf, sisa tukang pukul tuan tanah dulu. Saat mendengar lurah berpidato, ucapannya kacau, saya jadi makin kecut. Di Kelurahan Setu kasus Lepra tak terurus, di semua kelurahan banyak anak berperut buncit, gusi merah dan mata melotot. Dikutip dari halaman.146

Sampul buku

Sampul buku

OOT: Pak Harto pas muda cakep juga yakkk... :D

OOT: Pak Harto pas muda cakep juga yakkk… ๐Ÿ˜€

Sekali waktu malam saya (Bang Ali, red) lewat Taman Suropati. Ada patung kartini di sana, harusnya ada tiga patung, namun mengapa saat itu saya lihat ada empat. Saya mendekat, ternyata patung ke-4 adalah gelandangan tua sakit yang sedang tiduran di antara patung tersebut. Segera saya minta polisi bertugas untuk membawa gelandangan tersebut ke RS. Continue reading

Baca Buku: 7 Kaidah Utama Fiqh Muamalat (Yusuf Al-Qardhawi)

Bismillahirahmanirrahiim…

Ali bin Abi Tholib mengatakan,

ู…ูŽู†ู’ ุงุชู‘ูŽุฌูŽุฑูŽ ู‚ูŽุจู’ู„ูŽ ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุชูŽููŽู‚ู‘ูŽู‡ูŽ ุงุฑู’ุชูŽุทูŽู…ูŽ ูููŠ ุงู„ุฑู‘ูุจูŽุง ุซูู…ู‘ูŽ ุงุฑู’ุชูŽุทูŽู…ูŽ ุซูู…ู‘ูŽ ุงุฑู’ุชูŽุทูŽู…ูŽ

โ€œBarangsiapa yang berdagang namun belum memahami ilmu agama, maka dia pasti akan terjerumus dalam riba, kemudian dia akan terjerumus ke dalamnya dan terus menerus terjerumus.โ€

Lihatlah pula apa kata โ€˜Umar bin Khottobย radhiyallahu โ€˜anhu. Ia berkata,

ู„ูŽุง ูŠูŽุชู‘ูŽุฌูุฑู’ ูููŠ ุณููˆู‚ูู†ูŽุง ุฅู„ู‘ูŽุง ู…ูŽู†ู’ ููŽู‚ูู‡ูŽ ุฃูŽูƒู’ู„ูŽ ุงู„ุฑู‘ูุจูŽุง

โ€œJanganlah seseorang berdagang di pasar kami sampai dia paham betul mengenai seluk beluk riba.โ€

Merujuk pada bukuย terjemahan dari salah satu tulisan DR Yusuf Al Qardhawi yang berjudul 7 Kaidah Utama Fiqh Muamalat , saya mencoba meringkas poin – poin di buku tersebut.

 

1. Hukum dasar muamalat adalah mubah (boleh) sehingga saat meragukan sesuatu transaksi yang harus dicari adalah dasar pelarangannya, jika tdk diharamkan maka transaksi tersebut diperbolehkan

2. Patokan yang jadi pegangan adalah maksud dan substansi, bukan redaksional maupun penamaannya.

Dalam akuntansi, istilah ini dikenal dnegan substance over form. Misalnya ada orang yang mengatakan “mobil ini aku pinjamkan kepadamu dengan ganti biaya operasional sebesar Rp 500.000 ke Bandung” maka yang terjadi adl transaksi sewa menyewa bukan pinjam meminjam

3. Diharamkan memakan harta orang lain secara tidak benar

Contohnya, diharamkan menerima zakat atau sedekah bagi orang yang sesungguhnya mampu bekerja, meskipun ia sengaja berhenti bekerja hingga jatuh miskin demi mengandalkan meminta-minta.

Secara luas hal ini diartikan menguasai harta org lain tanpa suatu kompensasi berupa kerja, derma, atau waris melainkan dengan cara zhalim seperti pencurian, kecurangan, riba, suap, penimbunan, jual beli sesuatu yang tidak boleh diperjualbelikan, menyewakan barang yang tidak boleh disewakan. Sehingga, jual beli barang yang sdh kadaluarsa, makanan yang tercemar atau berbahaya bagi kesehatan juga termasuk dilarang.

4. Tidak boleh merugikan diri sendiri maupun orang lain

Perbuatan merugikan yang diharamkan tidak hanya yang dilakukan terhdap sesam muslim saja namun juga tdk boleh dilakukan kepada non muslim (selama nonmuslim tersebut hidup damai, tidak memerangi, tidak mengusir, tidak membantu musuh,)

Contohnya, jika ada orang yang mewasiatkan sesuatu dan mengistimewakan ahli waris satu dibanding ahli waris lainnya.

5. Memperingan dan Mempermudah bukan Memperberat dan Mempersulit

Hal ini dilakukan dengan cara menerima rukhshah (keringanan yang diperbolehkan), Memperhatikan hukum darurat, tidak mudah mewajibkan ataupun mengharamkan, adanya ruang yang luas untuk berbeda pendapat dan banyaknya sudut pandang mengenai persoalan yang diperselisihkan (tetap harus mengandalkan dasar hukum yang shahih), lebih memilih pada pendapat yang lebih mudah drpd yang lebih hati-hati, ketika dalil dua pendapat sama kuat (ini menurut pandangan pribadi penulis, walaupun beberapa ulama memilih untuk condong pada yang lebih berhati-hati)

6. Memperhatikan Keterpaksaan dan Kebutuhan

Kondisi terpaksa (darurat) untuk memperbolehkan hal yang diharamkan sementara kebutuhan yang berdasar pada prefrensi masing-masing individu tdk bisa menhalalkan yang haram. Hukum pengecualian yang berlandaskan kedaruratan pun sifatnya hanya sementara, setelah lenyap kedaruratan tersebut maka kebolehan itupun berakhir.

7. Memperhatikan Tradisi dan Kebiasaan Masyarakat yang Tidak Menyalahi Syariat

Contohnya adalah Al-Urf yang berlaku seperti, pembeli cukup membayarkan harga yang tertulis di cap harga sebuah barang tanpa ijab kabul karena ini bisa digolongkan sebagai al-mu’athat (serah terima tanpa ucapan apapun).

Wallahu a’lam bishawab, ini hanya ringkasan berdasarkan potongan kalimat yang saya baca, tentunya akan sangat baik jika didalami saat kita memasuki dunia bisnis atau dunia profesional lainnya yang erat kaitannya dengan muamalah. Berikut adalah beberapa hadist yang semoga makin menginspirasi kita untuk berjual beli sesuai syariah.

Dari Jabir bin โ€˜Abdillah,ย Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallamย bersabda,

ุฑูŽุญูู…ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุฑูŽุฌูู„ุงู‹ ุณูŽู…ู’ุญู‹ุง ุฅูุฐูŽุง ุจูŽุงุนูŽ ุŒ ูˆูŽุฅูุฐูŽุง ุงุดู’ุชูŽุฑูŽู‰ ุŒ ูˆูŽุฅูุฐูŽุง ุงู‚ู’ุชูŽุถูŽู‰

โ€œSemoga Allah merahmati seseorang yang bersikap mudah ketika menjual, ketika membeli dan ketika menagih haknya (utangnya).โ€ (HR. Bukhari no. 2076)

Yang dimaksud dengan โ€œsetiap jual beli yang mabrur (diberkahi)โ€ adalah setiap jual beli yang diberi pahala di dalamnya atau secara syarโ€™i, jual beli tersebut adalah jual beli yang sah, tidak ada penipuan di dalamnya, tidak ada khianat dan di dalamnya terdapat kemanfaatan bagi orang banyak dengan menyediakan hal-hal yang mereka butuhkan. Demikian dijelaskan oleh Al Munawi.

Continue reading

Kurikulum TPA untuk Usia Pra TK

Pertama kali “kecebur” di dunia pendidikan anak (baca:Taman Pendidikan Al-Qur’an aka TPA)tahun lalu tepatnya bulan Juli 2013, satu persatu jurus dicoba. Dari membuat rencana pengajaran harian untuk guru-guru, rencana mingguan, yaaang karena terkadang kurang detail dan lebih banyak mengharuskan sang guru yang kualitasnya berbeda-beda untuk melakukan improvisasi ternyata berjalan kurang oke secara akademis menurut saya, walaupun bagi anak-anak mereka merasa fine – fine saja saat saya tanya gimana belajar di TPA sini.

Kids moslem

Walhasil, dari hasil eksperimen, mencari sumber bacaan dan bentuk kurikulum yang pas dll, jadilah kurikulum perdana yang dilengkapi dengan sumber bacaan, detail standar pengajaran, lampiran kertas kerja, gambar dan lagu-lagu untuk meminimalisir perbedaan kualitas antara 1 kelas dengan kelas lainnya. Karena dari 2 kelas tahun lalu sudah berkembang biak menjadi 7 kelas plus 2 kelas tahfidz. Continue reading

Buku – Buku Sahabat Ramadhan Kami Tahun Ini…

Alhamdulillah, Ramadhan sudah benar – benar di depan mata… Ada tiga buku yang saya rencanakan akan menemani saya dan anak-anak di awal Ramadhan ini…

1. Meneladani Manajemen Ramadhan Rasulullah

Buku ini berusaha membantu kita dalam menyiapkan diri menyambut kedatangan bulan yang Agung yaitu Bulan Ramadhan, menjelaskan tentang Shiyam maupun Qiyam yang merupakan dua pilar utama dalam ibadah Ramadhan, bagaimana Rasulullah me-manage Ramadhan sesuai dengan kebesaran dan kemuliaan yang Allah titipkan di dalamnya. Ringkas menjawab beberapa pertanyaan dengan merangkum berbagai pandangan Imama dan Madzhab tentang Qadha dan Fidyah Puasa bagi Ibu Hamil dan Menyusui, tuntunan I’tikaf, dll Continue reading