Math Around Us (1): Ada Angka di balik Makaroni Keju

Kamis lalu, tanggal 20 Juli 2017 pass bangett saat dimulai periode tantangan Bunda Sayang chapter 6 tentang Math, si Kaka ngajak bikin makaroni rebus keju… Kebetulan juga bunda pengen bikin Kroket Makaroni ala2 dengan beberapa bahan yang pas ada di kulkas.. berjibaku lah kami di dapur sesorean itu.. Continue reading

Advertisements

Merefleksi bukan Menggurui…

Sudah lama tahu bahwa digurui bukanlah hal yang menyenangkan bagi semua orang, termasuk anak-anak yaa… Kayaknya kalau digurui tuh kesannya kan kita “kurang cerdas” gitu yaa? hihi..

Kemarin sempat menangkap momen seru, salah satu momen yang membuktikan bahwa refleksi kadang jauh lebih ampuh daripada sekedar sok “menggurui”. Insya Allah menggurui ini juga yang saya tangkap beda dengan menasehati ya.. Menasehati memiliki pesan moral yang jelas dan biasanya diungkapkan pada momen yang pas. Seperti Rasulullah SAW seringkali saat safar bersama sahabat kecil akan memberi beberapa nasehat yang demikian membekas di hati mereka. Sedangkan menggurui umumnya dilakukan dengan cara yang kurang ahsan, misalnya langsung memotong pembicaraan lawan bicara, memberikan masukan tanpa melihat suasana terlebih dahulu.

Ceritanya, saat di mobil dalam perjalanan menjemput kaka di sekolah, Mas Haidar cerita bahwa sekarang dia sedang ingin jualan mainan. Continue reading

Jurnal Pengasuhan Maret 2016

Alhamdulillah….

Bulan ini anak-anak masih semangatt… Ayah bunda nya pun demikian..

Kabar baiknya adalaaahh.. Biidznillah, Haidar sudah lancar naik sepeda dari awal Maret lalu… Good job Boy.. πŸ™‚ Sebagai hadiah Ayah membelikan perlengkapan safety bersepeda karena Haidar sdh mulai ngebut2an dan agak tanned gitu kulitnya.. secara hampir setiap waktu sibuk naik sepeda…

Kaka, makin semangat melanjutkan hafalan juz 29 nya, insya Allah 3 surat lagi ya kak…

Adek Mush’ab, makin getol berjuang bisa main bareng kakak2nya sekarang juga makin berani saat berenang walau masih pake pelampung tangan πŸ™‚

Jurnal Pengasuhan Mei 2016

Setelah lama absen mengisi jurnal pengasuhan online, hari ini bertekad mengisi kembali.. alhamdulillah sedang ada 2 jagoan tamu di rumah jadi lumayan bisa escape setelah menemani bermain 2 jam an tadi.

Di bulan ini, seperti biasa masih banyak kejutan dari catatan harian mengasuh dan memfasilitasi pendidikan 3 buah hati kami di rumah. Continue reading

Jurnal Pengasuhan Feb 2016

Ufhhh Senang rasanya menulis kembali setelah beberapa minggu terakhir ini saat membuka laptop hanya bisa menyiapkan event kopdar HeBAT Community dan edit serta finalisasi buku coret2an saya untuk Kaka yang mau dicetak.

Bulan ini…

Awal bulan kami family trip ke Balikpapan, seru-seruan liat beruang madu, ke pantai Lamaru, belajar tentang hal baru bahwa kadang ada orang yang punya niat tidak baik ngambil sandal kami sekeluarga kecuali milik Ayah :D, beli buku, nyari kacamata untuk bunda πŸ™‚

Tanggal 14 Feb kami jadi host untuk Festival Dolanan Tradisional di lapangan cricket komplek tempat kami tinggal, acaranyaaa seruuu sekaliii… πŸ™‚ semua heppi..

Tanggal 20 Feb nya kami jadi host juga untuk seminar dan kajian Parenting “Fitrah Based Education” dari Ust Harry yang berkenan datang jauh2 dari Jakarta.

Nah, sekarang update tentang bocah-bocah.. Continue reading

Trombositosis, Akhirnya Kita Kenalan..

Seminggu terakhirΒ ini, kami sekeluarga akhirnya kenalan juga dengan jenis penyakit yang kurang populer dan sering menyebabkan orang yang pertama kali mendengar mengira saya salah ketik.

Sabtu lalu, suami menyarankan saya memeriksakan Mush’ab ke dokter anak karena tampaknya batuk-batuk yang dialami sudah demikian lama, lebih dari dua minggu. Walaupun nomer antrian yang kami terima menunjukkan angka buncit yaitu 25, kami tetap berusaha tersenyum, itung2 sambil keliling kota Sangatta πŸ˜€

Daan setelah pukul 19.30 nama Mush’ab dipanggil masuk ruangan. Setelah menjelaskan kronologis batuk Mush’ab seraya sang dokter memeriksa mulut dan tenggorokan juga dada, dokter meminta saya membawa Mush’ab cek darah dulu ke laboratorium.

Karena ini pertama kali sesi cek Β darah bagi Mush’ab maka masuk ke lab pun Mush’ab masih senyum-senyum becanda dengan saya. Daan, ketika jarumnya masuk, jeng jeng, nangis.. alhamdulillah tak lama. 15 menit kemudian, hasil selesai dan kami bawa ke dokter.

Dokter melingkari dua angka yaitu di bagian trombosit dan leukosit, trombosit Mush’ab sangat tinggi dibanding batas maksimal normal nya yaitu antara 150rb-500rb, sementara angka trombositnya 753rb. Leukosit pun cukup tinggi yaitu 12.900. Continue reading

Day 3: Renang (pasti) Selalu Seru… (Fam Holiday Series)

Jum’at ini, kami habiskan setengah harinya untuk santai-santai saja di rumah. Setelah semalam baru berjibaku di dapur menyiapkan acara pengajian di rumah. Apalagi Kak Faza yang sudah hebat berusaha membantu menyiapkan nasi piringan untuk para tamu πŸ˜€

IMG_20151210_195308.jpg

Menjelang sore, agar tak mati gaya saya ajak anak-anak berenang di kolam renang Citra Garden Water Park dekat rumah Mbah Kung. Waktunya uda agak mepet sih krn sudah jam 15.00 sementara jam 17.00 sudah ditutup. Tapii, bukan bocils namanya kalo ga semangat ’45. Mereka sudah saya siapkan pakai baju renang dari di rumah, jadiii begitu sampai depan kolam tinggal pemanasan bentaar daaan.. cihuy cebur sana cebur sini.

Walau area kolam renang tidak terlalu besar, namun cukup bersih dan seru juga wahana-wahana kecil di sana. Untuk tiket seharga 20 atau 25ribu menurut kami sih sudah cukup value for money lah yaa πŸ˜€

Mush’ab yang tidak direncanakan ikut berenang pun akhirnya nyemplung juga bentar, saking tidak tahan godaannya si Mush’ab melihat kaka-kaka seru bermain air, perosotan aneka versi, dan permainan air lainnya.

Continue reading

Jurnal Pengasuhan Januari 2016

Layaknya hidup yang terus berputar bahkan kadang ekstrim seperti roller coaster, mengasuh dan mendidik anak pun tak jaub dari itu rasanya bagi saya. Ada kalanya setiap anak begitu baik dan menggemaskan, memeluk sambil bilang “aku sayaaang banget sama Bunda” atau “Bunda, maafin aku ya, kalau aku ada salah” tapiii kadang juga bisa yang tantrum atau moody gak jelas sampe galakin saudaranya even ga mau denger bundanya.

Jadi, harus gimana? Ya, kalau saya terus evaluasi diri, berdoa, kadang pake acara ngomel-ngomel, kalo udah sebel banget mending kabur ke kamar sama Mush’ab, becanda-canda sama si adek biasanya abis gitu si kaka dan mas tergoda pengen ikutan terus minta maaf deh.. πŸ™‚

Baiklah, update per minggu ini: Continue reading

Seharusnya Sabar Itu (Tak) Terbatas

Kalau ada yang kebetulan diberi kemudahan mengurus anak banyak,alhamdulillah itu adalah nikmat luar biasa dari Allah
Kalau ada yang mengalami naik turun emosi saat mendidik anak, count me in, pada satu titik saya pernah merasa,tampaknya saya belum pantas mendapat amanah ini, tapi segera saya istighfar dan yakin bahwa Allah tidak pernah salah menulis qadha dan qadar nya utk setiap makhluk yang Ia ciptakan,juga Allah tidak akan memberi ujian yang melebihi kemampuan hamba-Nya.

Hal itu yang alhamdulillah mampu menguatkan saya untuk tetap berusaha mencari solusi terbaik atas setiap tantangan dalam mendidik anak-anak kami.


Kadang saya merenung, pasti masih ada yang salah dengan ibadah dan doa doa kami, jadi saat muncul tantangan baru kami harus lebih semangat memompa semangat intropeksi diri,terlebih anak kami belum ada yang aqil baligh jadi tantangan tersebut justru harus menjadi pemicu semangat mumpung masih terbuka kesempatan. Continue reading

Berjuang Mengajak Anak Mencintai dan Dekat dengan Qur’an

Apakah di antara pembaca post ini ada yang pernah membelikan mainan atau buku atau apapun untuk ananda tercinta namun ternyata hanya difungsikan dengan baik seminggu pertama setelah barang tiba atau paling hanya 20% dari fungsi yang sesungguhnya? πŸ˜€

Kalaupun ada, tenang saja, tulisan ini sama sekali tidak akan menghakimi Anda (karena penulisnya bukan hakim, hehe, just kidding). Sebagai bagian dari kaum impulsif yang terkadang sangat sulit menahan godaan produk bagus dan menarik apalagi kalau ada iming-iming diskon dan lainnya, percayalah saya sangat memahami hal tersebut.

Nah, apa hubungan judul tulisan dengan kalimat pembuka tentang kurang optimalnya penggunaan permainan edukatif yang kita berikan pada anak hanya karena terkadang kita “malas”, kurang istiqomah, dan beberapa alasan lainnya.

Iya, di tulisan ini saya ingin coba “mencambuk” diri saya kembali untuk optimal menggunakan media belajar yang sudah saya berikan dan mainkan bersama di beberapa waktu lalu bersama anak-anak. Karena tema di atas adalah Al-Qur’an, maka saya mencoba membedah penggunaan Hafiz Doll yang dimiliki Faza dan Haidar sesuai usia dan aktifitas masing-masing (berdasarkan pengalaman pribadi kami saja).

  • Untuk Adek Mush’ab (usia anak 0-2 tahun), sekarang usia Mush’ab 13m

Karena Mush’ab sudah mulai terbiasa dengan suara murattal dari lahir maka, setelah memiliki HD dioptimalkan didengar saat menjelang tidur, di car seat selama menemani bunda berkendara (biasanya di momen yang agak hening karena beberapa waktu lalu saya mendapat ilmu bahwa Qur’an tidak diperkenankan diperdengarkan tanpa “benar-benar” didengarkan. Misalnya, kita sedang asyik ngobrol, tapi murattal jalan terus tanpa didengarkan, itu sama saja kita tidak menghormati bacaan ayat suci di dalamnya.

Saat adek sibuk bermain sendiri, seperti saat asyik menyusun building blockk sementara si mas dan kaka istirahat dan bunda ngetik, maka HD saya nyalakan.

Tujuannya apa? Kami berusaha Adek akrab dengan suara murattal dibandingkan suara lainnya. Kami tidak menargetkan Adek nanti tiba-tiba harus hafal isi mushaf tersebut, namun kami berusaha agar Adek bisa mencintai bacaan tersebut dan nantinya ikhlas mempelajari serta mengamalkan isinya. πŸ™‚ aamiin.C360_2015-10-12-16-38-59-095.jpg Continue reading