Skenario Allah untuk Kaka

Bismillahirrahmanirrahiim

Setelah hampir sebulan berniat mencatat tentang perjalanan berliku kami membersamai Kaka Faza, alhamdulillah Allah berikan jalan lewat pertanyaan sahabat saya tercinta mengenai lembaga tempat Kaka menuntut ilmu Qur’an sekarang ini.

Awalnya tidak ada yang istimewa dengan dini hari saat saya terbangun di tgl 9 Oktober 2017. Ritual andalan pun masih seperti biasa, hingga setelah menunaikan sholat shubuh, saya membuka HP dan terkaget2 dengan pesan yang saya baca Continue reading

Advertisements

Resolusi Keluarga, Quick Win for Kids

Sejak kemarin pagi, saya mendapat tugas negara dari Suami untuk melanjutkan draft Quick Win 2017 untuk 3 anak kami. Alhamdulillah, pagi ini berhasil selesai walaupun rangkaian bulanan Feb-Des belum final. Semoga cerita kami ini bermanfaat untuk Ayah Bunda lainnya.

Biasanya, saya dan suami masing-masing menyusun resolusi pribadi kemudian ditunjukkan satu sama lain, pun demikian untuk anak-anak biasanya dalam bentuk outcome, misalnya apa saja capaian yang ditargetkan. Dari hasil evaluasi suami, jika resolusi untuk anak hanya berupa outcome akan sulit dievaluasi di tengah tahun. Karenanya, kami mencoba metode baru yaitu dengan menyusun Quick Win bertahap. Kira-kira teknisnya begini:

  • Awali dengan menyusun daftar quick win apa saja untuk masing-masing anak (ini juga bisa digunakan untuk kami yang dewasa)
  • Kemudian saya kelompokkan per aspek agar mudah dan nyaman dilihat. Aspek versi saya (Spiritual, Literacy, Learning, Soft skill & Life Skill, Project&Experience, dan Sharing, Sport&Leisure)
  • Setelah jadi yang versi tahunan, kemudian saya susun per bulan agar jelas tahapannya
  • Setelah jadi versi bulanan, baru dibreakdown menjadi mingguan bahkan harian

Butuh waktu lama? Iya, lumayan. Tapi mengingat manfaatnya yang bagi kami akan sangat maksimal dalam memonitor capaian kami sekeluarga maka saya berupaya menyusun template di excel seperti ini.. Continue reading

Muslimah Belajar: Memacu Semangat, Melaju Langkah, Istiqamah Belajar

Man Jadda Wajada – Barang siapa bersungguh-sungguh maka insya Allah ia akan berhasil…. Pepatah Arab

man-jadda

20 hari yang melelahkan akhirnya berlalu, cerita tentang 20 hari itu akan saya tuliskan di postingan lainnya. Tapi, kini saya seperti mendapat asupan energi tambahan untuk terus melaju menggapai asa dan mimpi.

Di tengah maraknya gonjang ganjing isu sosial di sekitar saya, entah mengapa saya merasa makin yakin dengan catatan Muslimah Belajar pertama saya bahwa pemberdayaan masyarakat menjadi alternatif solusi yang penting dan menarik untuk didalami dan dilakukan. Pemberdayaan masyarakat di sini tentu saja bukan melulu dalam konteks “memberi ikan” ada banyak hal yang jauh lebih fundamental dibanding itu semua. Pemberdayaan ekonomi masyarakat, peningkatan akses pendidikan formal dan informal, juga home education di setiap keluarga menjadi beberapa item penting dalam frame pemberdayaan masyarakat tersebut. Untuk itu, saya dan keluarga berusaha belajar untuk bisa berpartisipasi di dalamnya, walaupun hanya dengan langkah-langkah kecil dan sederhana. Continue reading

Fun Learning Center Tj Bara: Wujud Community Based Education Sederhana

Pagi tadi sesuai tema diskusi grup Home Education based on Akhlak and Talents (HEbAT) Wilayah Kalimantan, saya sedikit berbagi foto-foto lucu anak-anak FLC saat mempraktekkan P3K untuk anak sebagai bagian dari materi “Aku Siap Menjadi Dokter Cilik”. Tak disangka jadi banyak member yang ingin tahu lebih dalam tentang FLC dan kegiatan-kegiatannya. Maka, melalui tulisan ini.. Semoga bisa sedikit memberi gambaran langkah CBE (Community Based Education) yang coba kami rintis dan jalani. Continue reading

Mush’ab, Bunda dan 2 Potong Biskuit ##WWL Stories

Weekend lalu adalah 2 hari yang cukup bersejarah untuk saya dan Mush’ab. Mengapa? Karena pada dua hari tersebut kami berjuang untuk menapaki “tangga” baru milestone tumbuh kembang Mush’ab. Walau usia baru akan menjelang 21 bulan beberapa hari lagi, kami terpaksa menapaki “tangga” tersebut lebih awal karena panggilan Allah untuk saya dan suami di pertengahan Agustus nanti mengharuskan saya melatih Mush’ab lebih awal demi memudahkan bude nya yang akan membantu mengasuh Mush’ab selama kami ibadah di Baitullah.

PhotoGrid_1469556375119

Memilih 21 Bulan

Awalnya saya diminta untuk menyapih lebih awal lagi karena demikian lengketnya Mush’ab dengan saya ๐Ÿ˜€ Utamanya saat bepergian, hampir Mush’ab tidak pernah lepas dari “kantong ASI bunda” selama di perjalanan. Entah sudah berapa kali rute Sangatta-BPN dan sebaliknya selama 8 – 10 jam per 1 trip, Mush’ab duduk manis menyusu dari awal berangkat di rumah, sampai tiba di BPN sampai tiba lagi di rumah ๐Ÿ™‚

Harusnya dicoba Ramadhan lalu, namun entah kenapa momen tersebut lewat saja, saya sendiri merasa belum siap. Kami coba mundurkan saat idul fitri, mumpung ayahnya cuti ๐Ÿ™‚ Tapi, momen itupun terpaksa lewat lagi, karena kami dalam perjalanan cukup panjang, Sangatta-SMD-Tenggarong-BPN-Sangatta.

Bagi saya, ini adalah skenario yang indah dari Allah, sehingga kami bisa menuntaskan hampir 21bulan perjalanan breastfeeding kami. Hingga akhirnya, sejak tanggal 18 saya sudah mulai ancang-ancang.. Bismillah hari Sabtu dini hari tepatnya pukul 03.00 WITA, mulai dicoba tanpa ASI bangun tidur diajak main, ngemil yang lain, mandi dll. ย Pukul 08.00, Mush’ab mulai gelisah.. memang biasanya jam segitu waktunya ASI setelah sarapan kemudian tidur. Continue reading

5 Cara Memotivasi Anak agar Selalu Hemat dengan Uang yang Dimiliki

 

Hemat adalah perkara yang cukup sulit dilakukan oleh anak-anak, bahkan orang tua sekalipun. Itulah mengapa, mendidik anak sejak dini untuk bisa berhemat adalah pekerjaan yang tidak gampang bagi seluruh orang tua. Orang tua harus bisa membuat anak bersikap hemat danย  memotivasi mereka agar pandai mengelola uang saku. Dengan mendorong anak agar mau hemat, maka mereka akan terbiasa dengan sikap ini sejak dini dan akan menjadi gaya hidupnya hingga dewasa kelak.

money

Jika Anda masih merasa kesulitan dalam mengajari anak untuk hemat, coba pelajari dan pahami lima cara mudah di bawah ini. Oh ya, yang lebih penting dari semuanya, praktikkan langsung kepada anak saat ini juga, ya. Continue reading

Seharusnya Sabar Itu (Tak) Terbatas

Kalau ada yang kebetulan diberi kemudahan mengurus anak banyak,alhamdulillah itu adalah nikmat luar biasa dari Allah
Kalau ada yang mengalami naik turun emosi saat mendidik anak, count me in, pada satu titik saya pernah merasa,tampaknya saya belum pantas mendapat amanah ini, tapi segera saya istighfar dan yakin bahwa Allah tidak pernah salah menulis qadha dan qadar nya utk setiap makhluk yang Ia ciptakan,juga Allah tidak akan memberi ujian yang melebihi kemampuan hamba-Nya.

Hal itu yang alhamdulillah mampu menguatkan saya untuk tetap berusaha mencari solusi terbaik atas setiap tantangan dalam mendidik anak-anak kami.


Kadang saya merenung, pasti masih ada yang salah dengan ibadah dan doa doa kami, jadi saat muncul tantangan baru kami harus lebih semangat memompa semangat intropeksi diri,terlebih anak kami belum ada yang aqil baligh jadi tantangan tersebut justru harus menjadi pemicu semangat mumpung masih terbuka kesempatan. Continue reading

Berjuang Mengajak Anak Mencintai dan Dekat dengan Qur’an

Apakah di antara pembaca post ini ada yang pernah membelikan mainan atau buku atau apapun untuk ananda tercinta namun ternyata hanya difungsikan dengan baik seminggu pertama setelah barang tiba atau paling hanya 20% dari fungsi yang sesungguhnya? ๐Ÿ˜€

Kalaupun ada, tenang saja, tulisan ini sama sekali tidak akan menghakimi Anda (karena penulisnya bukan hakim, hehe, just kidding). Sebagai bagian dari kaum impulsif yang terkadang sangat sulit menahan godaan produk bagus dan menarik apalagi kalau ada iming-iming diskon dan lainnya, percayalah saya sangat memahami hal tersebut.

Nah, apa hubungan judul tulisan dengan kalimat pembuka tentang kurang optimalnya penggunaan permainan edukatif yang kita berikan pada anak hanya karena terkadang kita “malas”, kurang istiqomah, dan beberapa alasan lainnya.

Iya, di tulisan ini saya ingin coba “mencambuk” diri saya kembali untuk optimal menggunakan media belajar yang sudah saya berikan dan mainkan bersama di beberapa waktu lalu bersama anak-anak. Karena tema di atas adalah Al-Qur’an, maka saya mencoba membedah penggunaan Hafiz Doll yang dimiliki Faza dan Haidar sesuai usia dan aktifitas masing-masing (berdasarkan pengalaman pribadi kami saja).

  • Untuk Adek Mush’ab (usia anak 0-2 tahun), sekarang usia Mush’ab 13m

Karena Mush’ab sudah mulai terbiasa dengan suara murattal dari lahir maka, setelah memiliki HD dioptimalkan didengar saat menjelang tidur, di car seat selama menemani bunda berkendara (biasanya di momen yang agak hening karena beberapa waktu lalu saya mendapat ilmu bahwa Qur’an tidak diperkenankan diperdengarkan tanpa “benar-benar” didengarkan. Misalnya, kita sedang asyik ngobrol, tapi murattal jalan terus tanpa didengarkan, itu sama saja kita tidak menghormati bacaan ayat suci di dalamnya.

Saat adek sibuk bermain sendiri, seperti saat asyik menyusun building blockk sementara si mas dan kaka istirahat dan bunda ngetik, maka HD saya nyalakan.

Tujuannya apa? Kami berusaha Adek akrab dengan suara murattal dibandingkan suara lainnya. Kami tidak menargetkan Adek nanti tiba-tiba harus hafal isi mushaf tersebut, namun kami berusaha agar Adek bisa mencintai bacaan tersebut dan nantinya ikhlas mempelajari serta mengamalkan isinya. ๐Ÿ™‚ aamiin.C360_2015-10-12-16-38-59-095.jpg Continue reading

Jurnal Harian Januari 2016

Seminggu pertama di tahun 2016, ada beberapa kejutan dari Kaka dan Adek, juga Mas tentunya.

Kakaย 

  • Semakin gampang dibangunkan sholat shubuh, bahkan terkadang bangun sebelum shubuh
  • Tambah rajin bantu – bantu di dapur, ngelap piring yang sudah dicuci, bikin pizza terutama bagian hias topping
  • Tambah terampil cuci mobil
  • Makin tartil baca Qur’annya
  • Tahfidz dan Muraja’ah masih seperti biasa, agak moody ๐Ÿ˜€
  • Lebih bijak sama adek-adeknya, kalo si Adek tantrum di mobil, Kaka cukup sabar berusaha mengalihkan perhatian si Adek
  • Mulai belajar literasi utamanya bagian menuliskan cerita dan menceritakan pengalaman

Continue reading