Metamorfosa Sang Bunda (7)

Masya Allah, proses metamorfosa memang selalu seru dan menantang.. Setelah tahap sebelumnya, bunda diajak membuat konten berbagi potluck berupa media audio visual. Kali ini, keseruan mendaki perjalanan menuju metamorfosa sang bunda tiba di sebuah fase mencari “keluarga” dengan tema minat belajar yang serupa.

Awalnya di grup HIMA kami masing-masing menyusun list kebutuhan tema belajar, saya menuliskan tema manajemen komunitas dan organisasi. Kemudian saya melihat hasil tema keluarga yang siap untuk bergabung ternyata belum ada yang spesifik membahas tema tersebut. Oleh karena di organisasi IP saat ini saya memegang amanah di Kipma, maka saya tertarik bergabung dengan Keluarga Bisnis.

Masyaa Allah, dengan jumlah anggota sebanyak 53 orang sungguh banyak hal yang bisa “dinikmati” bersama. Setiap hari selalu ada ilmu baru yang khas mompreneur.

Pohon ini nantinya akan dipenuhi buah-buahan ilmu yang segera saya petik

Beberapa jenis sub tema ilmu bisnis yang akan terhidang di keluarga kami antara lain tentang:

  • Keseimbangan bisnis dan keluarga
  • Digital Marketing
  • Mengelola tim bisnis
  • Pengelolaan aset usaha
  • manajemen keuangan usaha
  • Support System dan bisnis
  • Strategi pengembangan bisnis

Alhamdulillah, ibu Kepala Keluarga sangat supportif πŸ˜€ dan sudah memilih Go Live pertama dari keluarga kami adalah dokter Emy yang membahas tentang bagaimana upaya untuk senantiasa memperbarui niat. Karena sejatinya tidak ada yang melelahkan jika landasan niat amalan dan usaha kita hanya untuk Allah dan dilandasi ibadah ke Nya.

Metamorfosa Sang Bunda (4)

Menjelajahi alam semesta dengan berbagai limpahan ilmu, informasi dan wawasan terkadang membuat kita tersesat di hutan pengetahuan. Mampir di setiap tempat namun lupa tujuan utama yang ingin dicapai.

Alhamdulillah di sesi ke-4 ini diingatkan untuk menyusun kembali peta belajar yang sejalan dengan peta hidup yang ingin dituju.

Bismillah, setelah merenung beberapa hari, saya coba mencoret-coret peta belajar ala saya πŸ˜€

Saya memulai menyusun peta ini dengan menuliskan bagian tujuan di sebelah kanan atas, apa saja tujuan hidup yang ingin saya raih. Kemudian dilanjutkan dengan merangkum semuanya menjadi lingkaran di tengah yaitu “Inspiring Nay”. Dua kata itu menjadi kata kunci yang akan menelurkan 4 macam karakter dan diteruskan dengan ilmu yang dibutuhkan.

Menjadi sosok yang inspiratif versi saya adalah yang mampu membangun Home Team dengan baik, menjadi sosok Great Educator, memiliki kapabilitas Community Empowerment, dan Menjadi seorang Long-Life Learner and Writer.

Home Team disokong oleh ilmu dan keterampilan membersamai pasangan dalam rangka mencari ridhonya, oleh karenanya saya merasa perlu terus belajar ilmu psikologi pernikahan dari buku-buku (yang sedang dibaca saat ini buku Wonderful Wife-nya Ust Cahyadi) juga banyak video-video misalnya kajian dr. Aisyah Dahlan. Kemudian selalu perlu untuk belajar psikologi perkembangan anak dan ilmu pengasuhan menyeluruh (mencakup nutrisi, update situs-situs belajar, dan lain sebagainya)

Great Educator saya perlukan karena passion saya mengajar dan menjadi aktifis pendidikan. Banyak sekali metodologi pendidikan yang perlu saya pelajari kembali disertai dengan ilmu psikologi pendidikan agar ilmu yang akan saya bagikan membekas dan bermanfaat serta bisa menjadi jariyah saya kelak.

Community Empowerment adalah sebuah kesatuan antara menghidupkan komunitas-komunitas penggerak kebaikan di masyarakat dengan bisnis yang saat ini saya kembangkan yaitu Taqia EduCenter. Bisnis yang saya jalankan bukan hanya sebagai sarana menjemput rizki dari Allah tapi juga saya optimalkan keuntungannya untuk menggerakkan komunitas-komunitas pemberdayaan masyarakat terutama di bidang pendidikan. Selain itu, bisnis ini juga sebagai sarana mendidik ilmu berdagang bagi anak-anak.

Long-Life Learner and Writer merupakan bagian dari darah yang terus mengalir pada diri saya, sejak mulai mengenal diri dari proses ma’rifatullah, saya menyadari bahwa saya sangat haus akan ilmu agama dan terus berusaha menulis yang bermanfaat sebagai “warisan” kebaikan yang semoga bermanfaat bagi genera selanjutnya kelak.

Ya Allah, semua ini hanya ikhtiar dari azzam yang telah hamba usahakan install pada diri yang senantiasa mengharap petunjuk dan ridhoMu. Semoga Allah ijabah segala kebaikan dari rencana – rencana ini. aamiin

Alternatif Belajar Bahasa Inggris via Online

Akhir tahun 2018 lalu, alhamdulillah Kak Faza telah menyelesaikan sesi belajar Bhs Inggris online via Duo Lingo (aplikasi ini gratis dan tidak hanya menyediakan pilihan materi Bhs Inggris namun juga ada pilihan bahasa lainnya). Review tentang Duo Lingo, bagi kami alhamdulillah sangat membantu ada level dan tema-tema tertentu. Namun, salah satu tantangannya adalah terkadang Duo Lingo tidak bisa menerima terjemahan dengan padanan katanya, sehingga walau sebenarnya jawaban si anak betul tetap dianggap salah πŸ™‚ Ini agak mengganggu di level-level akhir, alhamdulillah di level awal semua berjalan lancar.

Nah, seusai menggunakan Duo Lingo yang alhamdulillah sangat membantu menambah kosakata Kaka, tantangan berikutnya adalah bagaimana kaka bisa handal pula dalam membaca dengan ejaan bhs Inggris yang benar dan pengucapan sesuai native. Mencoba browsing sana sini dan menemukan beberapa alternatif berikut:

  • Reading Eggs –
    Ayah bunda yang tertarik mengeksplor lamannya bisa klik di http://www.readingeggs.com Di sana ada tingkatan levelnya, per levelnya asyik seperti game, jadi tidak terasa bahwa anak sedang belajar. Mirip dengan IXL (situs belajar online Math) ada laporan kemajuan yang bisa dijadikan bahan evaluasi ortu atau guru, ada juga point rewards yang bisa ditukar dengan β€˜mainan’ yang ada di web tersebut. Materi yang disajikan hanya seputar reading, tetapi ada juga materi yang bisa diunduh dan dicetak namun seperti laman lainnya, jika mengunduh akan membutuhkan waktu yang lebih lama. Laman ini adalah situs belajar berbayar tapi tetap bisa mencoba free trial untuk level dan periode tertentu.
  • Starfall – Di laman ini menawarkan “learn to read with phonics, learn math”, tidak menyediakan level, “reward” dan juga tidak ada laporan untuk member tipe keluarga. Bentuknya mirip sekali dengan game tapi juga berbayar.
  • Raz Kids – Kami sendiri akhirnya memilih laman berbayar ini sebagai media belajar Kaka Faza untuk memperdalam Bhs Inggris utamanya untuk menambah kosakata, mendengarkan bagaimana setiap kata dan kalimat dibaca oleh native, serta memahami isi bacaan melalui quiz yang disediakan. http://www.raz-kids.com menyediakan lebih dari 400 buku dengan tingkat kesulitan berjenjang yang bisa didengar versi audio, dilihat bacaan dan gambarnya, fitur untuk merekam suara anak agar bisa dievaluasi lafal serta ejaannya, juga quiz untuk dijawab sehingga anak belajar memahami teks tersebut. Terdapat report dan reward bagi anak.
Tampilan Reading Eggs

Bagaimana cara belajar di Raz-Kids?

  1. Masuk ke laman http://www.raz-kids.com pilih kids login (masukkan nama guru, kemudian username dan password anak) Bagi yang ingin ikut kelas bersama agar memperoleh akun dengan rate khusus komunitas dapat menghubungi bit.ly/InfoRazkids
  2. Pilih level yang diinginkan, Faza memulai dari level aa
  3. Dengarkan audio sambil membaca teks dan melihat visual bukunya
  4. Opsional untuk merekam suara anak atau jika didampingi bisa langsung minta anak untuk membaca ulang dan review apakah ejaan dan lafalnya sudah benar
  5. Anak dapat mengerjakan quiznya untuk mengevaluasi apakah ia benar telah memahami teksnya, bagian ini menurut kami yang terpenting karena dalam ilmu literasi bagian inilah yang membangun logika berpikir sang anak dalam memahami teks dan bahasa.
  6. Anak akan mendapat poin di setiap pengerjaan yang dapat digunakan untuk membangun robot atau jenis lainnya di segmen apresiasinya.
Tampilan setelah login
Reading Room
Leveled Books
Contoh level aa
Contoh Level D

Rekomendasi Buku untuk Anak Usia 1 – 5 tahun

Saat berdiskusi bersama peserta KulGram Cinta Literasi beberapa waktu lalu, beberapa orang bertanya ttg buku apa ya yang direkomendasikan untuk dibaca bersama ananda yang berusia 1-5 tahun. Pas banget, pekan ini jadi tema juga di Rabu Menggebu Kampus 2 Kalimantan πŸ™‚

Walhasil, bertekadlah saya menuliskan rekomendasi versi keluarga kami ini untuk para bunda-bunda keceeh.. Semoga bermanfaat πŸ™‚

Saya akan membagi rekomendasi buku ini per tema ya…

  • Fitrah Keimanan – termasuk di dalamnya tauhid/aqidah, akhlaq; kisah keteladanan para Nabi, orang sholih, dan tokoh inspiratif; imaji positif terhadap agama dan ibadah; nilai-nilai kebaikan.

Continue reading

Berdamai dengan “Kekacauan”

Kondisi “darurat” acapkali dihadapi oleh seorang Ibu dalam dinamika hidup hariannya. Sebagai emak siaga, tentunya sebagian dari kita sudah sangat akrab dengan “panggilan-panggilan” sayang dari Ananda πŸ™‚

Jumat lalu, ada kejadian unik yang saya alami bersama the bocils tentu saja. Kejadiannya sederhana yaitu anak mengompol namun karena waktu dan tempat yang istimewa maka dapat digolongkan menjadi kondisi darurat πŸ˜€ Mumpung dulu ada cerita serupa dengan waktu dan lokasi berbeda saya juga mencoba mengulas (halah, apa ini bahasanya) di postingan ini. Siapa tahu bisa jadi referensi saat emak2 siaga mengalami kondisi serupa. Saya urutkan berdasarkan kronologis kejadian, jadi yang diceritakan peristiwa yang terjadi duluan ya.. Continue reading

Skenario Allah untuk Kaka

Bismillahirrahmanirrahiim

Setelah hampir sebulan berniat mencatat tentang perjalanan berliku kami membersamai Kaka Faza, alhamdulillah Allah berikan jalan lewat pertanyaan sahabat saya tercinta mengenai lembaga tempat Kaka menuntut ilmu Qur’an sekarang ini.

Awalnya tidak ada yang istimewa dengan dini hari saat saya terbangun di tgl 9 Oktober 2017. Ritual andalan pun masih seperti biasa, hingga setelah menunaikan sholat shubuh, saya membuka HP dan terkaget2 dengan pesan yang saya baca Continue reading

Resolusi Keluarga, Quick Win for Kids

Sejak kemarin pagi, saya mendapat tugas negara dari Suami untuk melanjutkan draft Quick Win 2017 untuk 3 anak kami. Alhamdulillah, pagi ini berhasil selesai walaupun rangkaian bulanan Feb-Des belum final. Semoga cerita kami ini bermanfaat untuk Ayah Bunda lainnya.

Biasanya, saya dan suami masing-masing menyusun resolusi pribadi kemudian ditunjukkan satu sama lain, pun demikian untuk anak-anak biasanya dalam bentuk outcome, misalnya apa saja capaian yang ditargetkan. Dari hasil evaluasi suami, jika resolusi untuk anak hanya berupa outcome akan sulit dievaluasi di tengah tahun. Karenanya, kami mencoba metode baru yaitu dengan menyusun Quick Win bertahap. Kira-kira teknisnya begini:

  • Awali dengan menyusun daftar quick win apa saja untuk masing-masing anak (ini juga bisa digunakan untuk kami yang dewasa)
  • Kemudian saya kelompokkan per aspek agar mudah dan nyaman dilihat. Aspek versi saya (Spiritual, Literacy, Learning, Soft skill & Life Skill, Project&Experience, dan Sharing, Sport&Leisure)
  • Setelah jadi yang versi tahunan, kemudian saya susun per bulan agar jelas tahapannya
  • Setelah jadi versi bulanan, baru dibreakdown menjadi mingguan bahkan harian

Butuh waktu lama? Iya, lumayan. Tapi mengingat manfaatnya yang bagi kami akan sangat maksimal dalam memonitor capaian kami sekeluarga maka saya berupaya menyusun template di excel seperti ini.. Continue reading

Muslimah Belajar: Memacu Semangat, Melaju Langkah, Istiqamah Belajar

Man Jadda Wajada – Barang siapa bersungguh-sungguh maka insya Allah ia akan berhasil…. Pepatah Arab

man-jadda

20 hari yang melelahkan akhirnya berlalu, cerita tentang 20 hari itu akan saya tuliskan di postingan lainnya. Tapi, kini saya seperti mendapat asupan energi tambahan untuk terus melaju menggapai asa dan mimpi.

Di tengah maraknya gonjang ganjing isu sosial di sekitar saya, entah mengapa saya merasa makin yakin dengan catatan Muslimah Belajar pertama saya bahwa pemberdayaan masyarakat menjadi alternatif solusi yang penting dan menarik untuk didalami dan dilakukan. Pemberdayaan masyarakat di sini tentu saja bukan melulu dalam konteks “memberi ikan” ada banyak hal yang jauh lebih fundamental dibanding itu semua. Pemberdayaan ekonomi masyarakat, peningkatan akses pendidikan formal dan informal, juga home education di setiap keluarga menjadi beberapa item penting dalam frame pemberdayaan masyarakat tersebut. Untuk itu, saya dan keluarga berusaha belajar untuk bisa berpartisipasi di dalamnya, walaupun hanya dengan langkah-langkah kecil dan sederhana. Continue reading

Fun Learning Center Tj Bara: Wujud Community Based Education Sederhana

Pagi tadi sesuai tema diskusi grup Home Education based on Akhlak and Talents (HEbAT) Wilayah Kalimantan, saya sedikit berbagi foto-foto lucu anak-anak FLC saat mempraktekkan P3K untuk anak sebagai bagian dari materi “Aku Siap Menjadi Dokter Cilik”. Tak disangka jadi banyak member yang ingin tahu lebih dalam tentang FLC dan kegiatan-kegiatannya. Maka, melalui tulisan ini.. Semoga bisa sedikit memberi gambaran langkah CBE (Community Based Education) yang coba kami rintis dan jalani. Continue reading