Metamorfosa Sang Bunda (9)

Mari kita berkemah…..

Kenangan rasanya langsung melayang ke masa sekolah tingkat menengah atas dulu, saat masih passionate banget dengan berbagai hal terkait kepanduan melalui pramuka. Hampir setiap bulan selalu ada jadwal berkemah, entah untuk mendampingi adik-adik di pesantren ataupun kegiatan Saka Wanachakti.

Apa yang paling diingat saat berkemah? Ngobrol jadi makin kenal satu sama lain… Pas dan cucok banget kan yaa dengan tema berkemah di Bunda Cekatan ini… Yuhuuu… Walaupun harus berbagi waktu dengan menyimak Rapat Anggota Tahunan Kipma dan tugas mengoreksi serta input nilai kelas yang saya ampu di kampus, alhamdulillah masih sempat colek2 teman di tenda lain.

Belum terlalu maksimal tapi sudah banyak bersyukur karena jadi menambah silaturahim dengan teman2 dari keluarga dan regional lain. Beberapa di antara teman-teman yang saya colek antara lain

  • Mbak Rieke dari Jogja, ikut kelas manajemen waktu untuk mengoptimalkan peran sebagai istri, ibu, usaha dan sosial, kelas manajemen waktu jadi favoritnya. Saat ini juga main ke Keluarga Bisnis.
  • Mbak Nurul dari Riau IP Pekanbaru kelas yang diikuti manajemen waktu dan bisnis, favoritnya manajemen waktu karena sudah merasakan perbedaan setelah ikut yang sebelumnya kacau
  • Mbak Ajeng dari IP Salatiga, ikut kelas finansial. Paling favorit juga finansial karena merasa awalnya acak adut di manajemen keuangan sekarang jadi lebih tertata dan mulai rajin mencatat.
  • Mbak Serliana dari Pulau Selayar IP Sulawesi, ikut di keluarga manajemen waktu, finansial, bisnis dan kerumahtanggaan. Yang paling favorit di manajemen waktu karena sesuai dengan mindmap utama
  • Mbak Lidya dari IP Samkabar dengan niat menjaga amanah tubuh dari Allah dan mempertahankan kesehatan keluarga ikut di keluarga Kesehatan sambil main ke keluarga Bermain Bersama Anak.
  • Mbak Asty dari IP Sulawesi ikut kelas manajemen waktu dan Konseling Coaching, tapi favorit di manajemen waktu karena ingin mendalam memperbaiki manajemen waktu.

Metamorfosa Sang Bunda (7)

Masya Allah, proses metamorfosa memang selalu seru dan menantang.. Setelah tahap sebelumnya, bunda diajak membuat konten berbagi potluck berupa media audio visual. Kali ini, keseruan mendaki perjalanan menuju metamorfosa sang bunda tiba di sebuah fase mencari “keluarga” dengan tema minat belajar yang serupa.

Awalnya di grup HIMA kami masing-masing menyusun list kebutuhan tema belajar, saya menuliskan tema manajemen komunitas dan organisasi. Kemudian saya melihat hasil tema keluarga yang siap untuk bergabung ternyata belum ada yang spesifik membahas tema tersebut. Oleh karena di organisasi IP saat ini saya memegang amanah di Kipma, maka saya tertarik bergabung dengan Keluarga Bisnis.

Masyaa Allah, dengan jumlah anggota sebanyak 53 orang sungguh banyak hal yang bisa “dinikmati” bersama. Setiap hari selalu ada ilmu baru yang khas mompreneur.

Pohon ini nantinya akan dipenuhi buah-buahan ilmu yang segera saya petik

Beberapa jenis sub tema ilmu bisnis yang akan terhidang di keluarga kami antara lain tentang:

  • Keseimbangan bisnis dan keluarga
  • Digital Marketing
  • Mengelola tim bisnis
  • Pengelolaan aset usaha
  • manajemen keuangan usaha
  • Support System dan bisnis
  • Strategi pengembangan bisnis

Alhamdulillah, ibu Kepala Keluarga sangat supportif πŸ˜€ dan sudah memilih Go Live pertama dari keluarga kami adalah dokter Emy yang membahas tentang bagaimana upaya untuk senantiasa memperbarui niat. Karena sejatinya tidak ada yang melelahkan jika landasan niat amalan dan usaha kita hanya untuk Allah dan dilandasi ibadah ke Nya.

Metamorfosa Sang Bunda (5)

4 pekan berlalu, alhamdulillah masa menjadi telur-telur telah terlalui.. Saatnya tumbuh menjadi ulat lucuhhh (halah, lucu dari mananya yaak?) πŸ˜€ Bismillah, berbekal ilmu dari 4 sesi telur-telur kemarin sekarang kita memulai menelusuri belantara pengetahuan.. Memilah ilmu yang akan disantap tentunya disesuaikan dengan tujuan utama versi kita, jangan terlalu rakus melahap semua hingga melupakan tujuan utama yang ingin dicapai dan juga jadi tidak bisa menampung semua ilmu tersebut, malah jadi sepotong-potong sehingga tidak bisa mencapai level advance (ahli).

Selaras dengan berbagai ilmu di peta belajar saya periode sebelumnya, kali ini saya memilih perkoperasian sebagai ilmu yang saya lahap pekan ini. Saya mendahulukan ilmu tersebut karena peran saya sebagai leader KIPMA Regional Bontara mendesak saya agar belajar mendalam dulu supaya benar-benar paham arah unit tersebut.

Sumber ilmu yang saya pakai berasal dari film The Rochdale Pioneers serta berbagai review dan artikel dari berbagai sumber. Kemudian, hal tersebut, didiskusikan kembali di Grup KIPMA IP sehingga makin paham dan mengerucut.

Selain itu, saya pun ikut menikmati hidang potluck ilmu yang tersaji di Grup Institut. Saya memutuskan hanya mengambil beberapa hidangan yang selaras dengan peta belajar saya walaupun banyak hal yang sering menggoda untuk ikut dibaca, tapi saya memutuskan fokus terlebih dahulu, Sadar diri akan kapasitas dan amanah yang sedang diemban saat ini.

Berikut ini resumenya…

Metamorfosa Sang Bunda (4)

Menjelajahi alam semesta dengan berbagai limpahan ilmu, informasi dan wawasan terkadang membuat kita tersesat di hutan pengetahuan. Mampir di setiap tempat namun lupa tujuan utama yang ingin dicapai.

Alhamdulillah di sesi ke-4 ini diingatkan untuk menyusun kembali peta belajar yang sejalan dengan peta hidup yang ingin dituju.

Bismillah, setelah merenung beberapa hari, saya coba mencoret-coret peta belajar ala saya πŸ˜€

Saya memulai menyusun peta ini dengan menuliskan bagian tujuan di sebelah kanan atas, apa saja tujuan hidup yang ingin saya raih. Kemudian dilanjutkan dengan merangkum semuanya menjadi lingkaran di tengah yaitu “Inspiring Nay”. Dua kata itu menjadi kata kunci yang akan menelurkan 4 macam karakter dan diteruskan dengan ilmu yang dibutuhkan.

Menjadi sosok yang inspiratif versi saya adalah yang mampu membangun Home Team dengan baik, menjadi sosok Great Educator, memiliki kapabilitas Community Empowerment, dan Menjadi seorang Long-Life Learner and Writer.

Home Team disokong oleh ilmu dan keterampilan membersamai pasangan dalam rangka mencari ridhonya, oleh karenanya saya merasa perlu terus belajar ilmu psikologi pernikahan dari buku-buku (yang sedang dibaca saat ini buku Wonderful Wife-nya Ust Cahyadi) juga banyak video-video misalnya kajian dr. Aisyah Dahlan. Kemudian selalu perlu untuk belajar psikologi perkembangan anak dan ilmu pengasuhan menyeluruh (mencakup nutrisi, update situs-situs belajar, dan lain sebagainya)

Great Educator saya perlukan karena passion saya mengajar dan menjadi aktifis pendidikan. Banyak sekali metodologi pendidikan yang perlu saya pelajari kembali disertai dengan ilmu psikologi pendidikan agar ilmu yang akan saya bagikan membekas dan bermanfaat serta bisa menjadi jariyah saya kelak.

Community Empowerment adalah sebuah kesatuan antara menghidupkan komunitas-komunitas penggerak kebaikan di masyarakat dengan bisnis yang saat ini saya kembangkan yaitu Taqia EduCenter. Bisnis yang saya jalankan bukan hanya sebagai sarana menjemput rizki dari Allah tapi juga saya optimalkan keuntungannya untuk menggerakkan komunitas-komunitas pemberdayaan masyarakat terutama di bidang pendidikan. Selain itu, bisnis ini juga sebagai sarana mendidik ilmu berdagang bagi anak-anak.

Long-Life Learner and Writer merupakan bagian dari darah yang terus mengalir pada diri saya, sejak mulai mengenal diri dari proses ma’rifatullah, saya menyadari bahwa saya sangat haus akan ilmu agama dan terus berusaha menulis yang bermanfaat sebagai “warisan” kebaikan yang semoga bermanfaat bagi genera selanjutnya kelak.

Ya Allah, semua ini hanya ikhtiar dari azzam yang telah hamba usahakan install pada diri yang senantiasa mengharap petunjuk dan ridhoMu. Semoga Allah ijabah segala kebaikan dari rencana – rencana ini. aamiin

Metamorfosa Sang Bunda (3)

Mengikuti alur kuliah Bunda Cekatan kali ini seperti menyusun puzzle jati diri. Satu demi satu kepingannya mulai terkumpul walau terasa masih ada yang acak berserak dalam pemikiran saya. Tapi saya yakin, semoga Allah mudahkan jalan untuk menyatukan kepingan tersebut menjadi sebuah harmoni gambar yang indah untuk mengoptimalkan peran yang ditakdirkan Allah untuk dijalani.

Bagian ketiga dari jurnal metamorfosa Sang Bunda ini diawali dengan penguatan strong why yang memotivasi diri untuk berazzam berjuang belajar menguasai keterampilan dan ilmu demi menggapai aktifitas produktif yang ingin dilakukan dengan maksimal. Bagi saya alasan terkuat untuk terus belajar adalah ingin mengoptimalkan peranan saya sebagai istri, ibu dan bagian dari masyarakat.

Sebagian besar ilmu yang tertulis di gambar tersebut adalah ilmu-ilmu psikologi, baik terhadap pasangan, anak maupun untuk pengajaran. Entah mengapa saya merasa penting untuk mempelajari ilmu-ilmu tersebut. Kemungkinan karena passion saya sebagian besar beririsan juga dengan ilmu tersebut.

Adapun media atau sumber ilmu dan cara belajar yang saya pilih adalah perpaduan antara sumber klasik yaitu buku-buku, dipadu dengan bahan-bahan multimedia juga belajar langsung dari narasumber atau mentor terkait. Saya berharap bisa maksimal juga mengikuti pembelajaran langsung dari ahlinya.

Metamorfosa Sang Bunda (1)

Terkadang menapaki jalanan terjal mutlak dibutuhkan sebelum menikmati indahnya pemandangan di puncak

Memulai belajar lagi bagi sebagian orang adalah beban, namun dengan kemasan bermain yang ditawarkan oleh tim akademik kelas Bunda Cekatan di Ibu Profesional, seluruh beban akademik jadi lebih ringan dan santai dijalani.

Contohnya tugas jurnal pertama ini, rasanya seru sekali kembali menyusun peta diri dan peta kekuatan yang lebih detail dari diri kita. Mengapa penting? Karena kadang kita sibuk sekali meminta pendapat orang lain tentang siapa kita dan bagaimana sebaiknya kita bisa menjadi orang yang lebih sukses, namun lupa berkaca dan menyadari bahwa justru kitalah seharusnya orang yang paling memahami potensi dan peta diri kita sendiri.

Dibuat dengan template yang telah disiapkan oleh tim BunCek IP

Hampir semua yang tertulis di peta diri tersebut selaras dengan pemetaan bakat yang pernah saya ikuti tesnya waktu mengikuti Basic Training Talents Mapping.

Awalnya, saya sendiri pun tidak sadar sebenarnya apa sih potensi diri saya, kemudian saya berkaca dalam-dalam dan bertanya apa yang membuat saya berbinar? Ternyata saat menulis, berkarya, sharing, mengajar, dan lain-lain sebagaimana tertulis di atas. Kalau ditanya sharing atau mengajar apa saya suka mengajar tentang keuangan UKM, sharing tentang literasi, dan berbagai hal terkait kegiatan harian yang produktif.

Adapun aktifitas yang berada di cluster Tidak Bisa tapi Saya Suka adalah membuat materi iklan, video-video seru, karena bagi saya sebagai orang yang sering terlibat di berbagai event, kemampuan tersebut sangatlah penting dimiliki.

Aktifitas yang saya bisa namun tidak suka adalah administrasi dan quality control, karena bagi saya hal-hal tersebut memakan waktu lama sementara saat ini waktu saya cukup terbatas.

Adapun yang saya tidak suka dan tidak bisa contohnya adalah menjahit πŸ˜€ Selama ini hanya bisa menjahit sederhana seperti memasang kancing lepas, jahit baju robek kecil saja πŸ˜€

Sudahkah Saya Menjadi Muslimah Produktif?

Apa artinya menjadi muslimah produktif bagi Anda? Seorang wanita yang bekerja membantu suami mencari nafkah? Atau justru menjadi ibu rumah tangga yang setia menjaga rumah dan anak-anak hingga sang suami pulang dari kantor? Atau bahkan gabungan antara tetap berada di rumah namun tetap bisa menghasilkan tambahan penghasilan untuk keluarga?

Definisi muslimah produktif memang berbeda-beda bagi setiap wanita. Produktivitas pun tidak jarang berkaitan erat dengan besarnya usaha yang dilakukan seseorang untuk meraih kesuksesan yang ditargetkan. Sayangnya, saat ini kesuksesan cenderung didefinisikan secara sempit hanya pada orang yang memiliki harta berlebih. Terlebih saat ini kita hidup di lingkungan masyarakat yang kerap menghubungkan kesuksesan dengan jumlah uang yang dimiliki di bank, sedangkan profesi ibu rumah tangga diartikan sama dengan pengangguran.

Kesuksesan bagi seorang muslimah produktif memiliki acuan yang jelas. Uang pun kini tidak lagi menjadi satu-satunya indikator kesuksesan. Pada beberapa kasus, kesuksesan dapat kita ukur dari seberapa baik seseorang melakukan apa yang dia senangi, serta mensyukuri dan merasa cukup pada apa yang sudah dikaruniakan Allah kepadanya.

Pentingnya Menjadi Muslimah Produktif

Ibnu Qayyim pernah berkata: β€œWanita merupakan setengah dari masyarakat yang melahirkan setengah lainnya, sehingga mereka dapat dikatakan sebagai keseluruhan dari masyarakat.” Pendapat dari Ibnu Qayyim tersebut semakin menegaskan peran seorang wanita dalam membangun suatu peradaban. Jika wanita memegang peran sebagai keseluruhan masyarakat, bukankah itu artinya kita harus berjuang untuk menjadi muslimah yang tidak hanya kuat, tapi juga produktif?

Lantas, faktor apa yang dapat dijadikan indikator produktivitas seorang muslimah?

Ketika kita mendengar kata produktif, sering kali yang terlintas dalam pikiran kita adalah daftar pekerjaan yang tidak ada habisnya. Padahal, sibuk belum tentu produktif, lo. Orang-orang yang produktif sebenarnya tidak perlu berusaha untuk membuat hari-harinya selalu sibuk. Justru, mereka yang produktif tahu benar mana yang harus dilakukan, dan mana yang tidak. Orang-orang produktif juga biasanya sangat teratur, efisien, serta pandai memilah mana yang harus dijadikan prioritas.

cover-front-back

Salah satu alat memilah aktifitas harian Muslimah Produktif πŸ™‚

Nah, apakah Anda ingin mengetahui seberapa produktif Anda saat ini? Beberapa ciri muslimah produktif di bawah ini mungkin dapat Anda jadikan patokan produktivitas Anda. Continue reading

Muslimah Belajar: Siapa Bilang Emak2 Tidak Bisa Jadi Agen Perubahan?

Setelah viral joke tentang “Jangan remehkan emak-emak berdaster? Karena kalau sudah dandan, kelar idup loe” Saya justru ditantang untuk menjadi agen perubahan di program kuliah online yang saya ikuti.. Betul, siapa bilang emak-emak macam saya begini tidak boleh punya mimpi untuk jadi Agen Perubahan di lingkungan kami.

Agen perubahan tidak harus sebuah gerakan muluk dengan target yang tak realistis, justru kita harus memulainya sejak sekarang dengan memaksimalkan potensi yang kita miliki. Di komunitas tempat saya menimba ilmu tersebut disediakan rumus dan chart panduan sebagai berikut: Continue reading

Muslimah Belajar: Memantapkan Langkah, Mengejar Mimpi

Pembelajaran diri yang saya dalami beberapa bulan terakhir ini, makin jelas titik terangnya (menurut saya). Saya semakin passionate untuk bisa aktif pada bidang pemberdayaan masyarakat melalui berbagai aspek namun yang paling saya minati adalah dari sisi pendidikan dan ekonomi.

Karenanya, saya ingin lebih mempertajam lagi langkah saya berikutnya:

1. Saya ingin menjadi apa ? (BE) Insya Allah saya ingin menjadi perempuan inspirator penggerak masyarakat di bidang pemberdayaan pada aspek pendidikan dan ekonomi. Continue reading