A-Z Menyusun Program Magang Perdana Level 1 (Catatan Emak Fasilitator)


Setiap ahli pernah menjadi seorang pemula

Memagangkan Kaka tahun 2018, saat Kaka menginjak usia 10 tahun sudah terbayang dalam benak saya dan suami sejak awal memulai HS di bulan Maret 2018 lalu. Namun bagaimana jalannya, kami sendiri belum paham. Awal 2018 saya sudah membeli buku Magang ala AB Home karena belum bisa ikut workshop nya langsung, dari sana sudah ada sedikit pencerahan. Sekitar bulan September mendapat info akan ada serial Kulwap terkait magang dari level 1 hingga 3 dari Ibu Diena Syarifa menjadi salah satu trigger penyemangat menyusun program magang untuk Kakak.

Lalu, bagaimana detail langkah menyusun program magang perdana bagi emak-emak fasilitator macam saya? Bismillah, saya akan mencoba sampaikan satu persatu di postingan ini.

  • Baca dan mencari sumber sebagai referensi memulai program magang, saya pribadi berusaha menggali dari buku Talents Mapping Abah Rama, buku Magang ala AB Home, dan materi kulwap dari Ibu Diena (resume kulwapnya bisa teman-teman baca di link https://nailatazkiyya.wordpress.com/2018/11/10/resume-materi-kulwhapp-magang-level-1-usia-10-14-tahun-oleh-ibu-diena-syarifa/
  • Mencari partner fasilitator, magang level 1 ini dilakukan berkelompok sejumlah 3-7 anak agar anak yang baru pertama kali magang tersebut masih cukup nyaman beraktifitas bersama beberapa temannya, baik yang baru dikenal maupun sudah lama dikenal. Alhamdulillah, Allah kembali membuka jalan melalui Mbak Ika sesama peserta kulwap yang mengajak saya memulai saja program magang di Sangatta ini mumpung menjelang libur akhir tahun. Tak hanya itu, Allah juga membuka jalan agar ada 1 lagi sahabat yang membantu walau anaknya blm genap berusia 5tahun demi untuk belajar menjadi fasilitator magang. Apakah memiliki partner ini bersifat wajib? Bagi saya pribadi tidak, karena tergantung jumlah sesi magang yang akan dilakukan, alhamdulillah di rangkaian magang perdana kemarin ada 9 lokasi yang bersedia menjadi tempat magang sehingga bumil trimester 3 ini merasa lebih nyaman dengan tim fasilitator yang akan memback-up saat ada yang berhalangan.
  • Menyusun rencana program dengan terperinci, saya menetapkan rentang waktu magang selama masa liburan anak-anak, kemudian membuat poster 2 macam. Poster pertama untuk menjaring lokasi magang, sedangkan poster kedua untuk menjaring calon peserta magang. Contoh poster ada di bawah ini, Ayah atau Bunda dapat menambahkan detail terkait program di bagian narasi atas poster tersebut. Poster ini kemudian saya sebar di media sosial seperti FB dan WA.
Poster untuk menjaring peserta
Poster untuk mencari lokasi magang
  • Membuat grup WA untuk briefing calon peserta dan lokasi magang, nah sekali lagi hal ini tidak wajib jika pelaksanaan magang tidak sebanyak yang kami lakukan di kegiatan perdana kemarin. Jika lokasi yang dibutuhkan hanya 1 maka silaturahim langsung atau japri sudah sangat cukup. Karena cukup banyak calon peminat maka kami buatkan grup khusus dan saya membuat file presentasi untuk menjelaskan detail program ini. Berikut ini adalah file yang saya sampaikan pada masing-masing grup. (sepertinya saya belum familiar dg format baru wordpress sehingga saya belum bisa attach filenya, di bawah ini saya beri contoh salah satu image dari file ppt yang saya sampaikan ke grup peserta, jika ada yang membutuhkan file lengkapnya silakan email ke saya di naila.tazkiyya@gmail.com)
  • Pendataan lokasi dan peserta magang, setelah menjelaskan detail di grup briefing awal dan semua memahami arah program ini, barulah kami membuka secara resmi pendaftaran bagi lokasi yang bersedia serta peserta yang berminat mengikuti. Bagi UKM yang bersedia dijadikan lokasi magang kami meminta data sebagai berikut (nama UKM, nama pemilik, alamat lokasi, jumlah peserta magang yang dapat difasilitasi, jobdesc peserta magang, waktu magang, perlengkapan tertentu yang perlu dibawa). Adapun untuk peserta magang baru kami data setelah lengkap pendataan UKM lokasi magang sehingga pendaftar menyebutkan nama ortu, nama anak, kontak, lokasi yang diminati.
  • Pelaksanaan program magang, satu persatu kegiatan magang dilaksanakan di masing-masing lokasi. Jadwal magang dapat dilihat di poster di bawah ini. Sebagai persiapan ada beberapa hal yang perlu saya lakukan, yaitu:
  • Membuat template catatan magang – sifatnya catatan personal peserta tentang apa yang mereka sukai dan kurang sukai selama 3 hari magang, dll.
  • Membuat template worksheet magang – sifatnya sedikit teknis yaitu tentang data UKM dan bagaimana mereka memahami kegiatan yang mereka lakukan selama magang
  • Membuat name tag peserta, sertifikat peserta, piagam untuk lokasi magang, kuesioner untuk lokasi magang, juga menyiapkan souvenir untuk lokasi magang yang dananya berasal dari iuran para peserta magang.ย Sama seperti di atas jika dibutuhkan contoh format filenya silakan kontak melalui email ya.. ๐Ÿ™‚
  • Dokumentasi, tentunya hal ini tak boleh terlewat. Untuk beberapa lokasi kami juga bekerjasama dengan UKM lokasi magang untuk mendokumentasikan kegiatan anak-anak selama magang. Untuk 9 lokasi tersebut semua saya kumpulkan di album ini. https://www.facebook.com/naila.tazkiyyah/media_set?set=a.10156748220506655&type=3 https://www.facebook.com/media/set/?set=a.10156748220506655&type=1&l=ab2a02c1b6
  • Evaluasi, sesi ini kami buat sekaligus ajang penyusunan scrap book jurnal magang yang juga akan menjadi portofolio bagi masing-masing peserta, rencana akan dilakukan tgl 11 Januari pekan depan. Di sesi tersebut, kami akan mengajak anak2 menyusun scrap book pengalaman magang di setiap lokasi yang diikuti dengan menggunakan foto2 yang sudah diprint oleh tim fasilitator, sehingga mereka dapat menuliskan caption atau cerita dg bahasa mereka sendiri dan dapat disimpan menjadi kenangan. Kemudian ditutup dengan penyerahan copy worksheet dan catatan magang milik peserta kepada ortu dan diskusi ttg follow up program magang ini.

Demikian, cerita persiapan hingga akhir program magang ala kami di Sangatta ๐Ÿ™‚ Jika ada yang ingin didiskusikan feel free untuk komen yaa ๐Ÿ™‚ Semoga bermanfaat..

Advertisements

Keseharian Keluarga Homeschooler

Melanjutkan cerita tentang standar kegiatan harian kami sebagai keluarga homeschooler, jika sebelumnya di postingan https://nailatazkiyya.wordpress.com/2019/01/01/anak-hs-itu-ngapain-aja/

Kami sudah cerita sedikit tentang pembagian kegiatan rutin dan tambahan, di postingan ini kami akan sedikit bercerita, apa saja yang rutin dipelajari anak-anak setiap hari. Berbeda dengan anak sekolahan yang sudah menerima paket kurikulum dari lembaganya, keluarga homeschooler wajib menentukan sendiri basis metode pembelajaran yang ingin dilakukan bisa dengan berbagai metode ya, dari yang unschooling, school at home atau lainnya. Kami sendiri memilih untuk fokus di beberapa bidang yaitu Keislaman, Qur’an, Math, Literasi dan Pengetahuan Umum.

  • Keislaman diramu melalui berbagai buku rujukan dan juga dari elemen literasi
  • Qur’an meliputi tahsin, tahfidz, tilawah harian, tadabbur. Khusus untuk tahfidz, bagi Kakak sementara ini secara rutin selain menyetor harian pada ayah atau bunda di hari Sabtu dan Ahad setoran juga ke ustadzah di MQA (Markaz Qur’an Assa’adah), Mas Haidar dan Mas Mush’ab menggunakan metode Tabarak di MQA pada hari Senin – Jum’at
  • Math, kami menggunakan IXL.com alhamdulillah sudah beberapa tahun pakai tools ini dan sangat bermanfaat. Karena kalau berlangganan individu jadi sangat berat biayanya maka kami mengikuti kelas komunitas, bisa jadi jauh lebih murah karena untuk individu biaya bisa hampir 2 juta per anak per tahun, sementara melalui kelas bersama komunitas hanya 300-400rb per tahun per anak. Jika ada yang berminat juga mengikuti kelas bersama bisa menghubungi admin komunitas di 081254018500
  • Literasi, kami menggunakan buku rujukan tertentu dan juga memadukannya saat belajar sains dan agama.

Dengan kurikulum tersebut, setelah jungkir balik beberapa bulan menemukan ritme yang pas kapan mengerjakan standar rutin harian tersebut, akhirnya kami saat ini merasa paling pas untuk menuntaskan sebanyak mungkin standar di pagi hari sebelum Ayah berangkat ke kantor sehingga masih bisa berbagi peran. Saya membersamai Mas Haidar dan Mas Mush’ab sedangkan Ayah membersamai Kakak.

Dimulai dari ba’da shubuh, ma’tsurat, tilawah, mendengarkan aplikasi Ayat, Literasi, Keislaman, IXL, baru kemudian sarapan dan bersiap menuju aktifitas berikutnya. di hari Senin – Jum’at Haidar dan Mush’ab berangkat bareng Ayah ke kantor menuju MQA. Kakak di rumah menyelesaikan standar yang belum selesai.

Siangnya, ba’da dzuhur, saya ajak istirahat siang kemudian bermain bebas ba’da Ashar jika seluurh standar sudah selesai. Biasanya Mas Haidar setelah sholat Ashar, mandi, murajaah dan membaca buku tertentu sesuai kesepakatan, karena kalau buku bebas sudah ga perlu disuruh tapi agar interactive read-aloud perlu diaplikasikan jadi kami juga memberikan buku tertentu yang kami bahas harian dari 5 halaman yang dibaca.

Malamnya, diskusi atau baca buku bebas, kadang juga tema geografi di mana kami mengupas kota atau tempat tertentu dari berbagai negara dari lokasi di google map, arahnya dari Indonesia, budaya dan hal lainnya.

Setelah Isya’ sebelum tidur, berkisah atau baca buku lagi baru kemudian istirahat.

Hmm kira-kira begitu saja sih keseharian kami, daan karena HS jadi lebih fleksibel mengatur jadwal, kalau pas ada petualangan di luar rumah ya standarnya diatur sedemikian rupa.

Anak HS Itu Ngapain (Aja)?

Setelah pertanyaan kenapa memilih HS (sudah dijawab di postingan sebelumnya Mengapa (Akhirnya) Memilih HS?), biasanya dilanjutkan dengan pertanyaan, berarti gurunya ke rumah ya? atau wah, ortunya harus bisa ngajarin semuanya ya? ๐Ÿ™‚

Bismillah, di postingan ini pelan-pelan saya akan coba jelaskan sebagian dari perjalanan kami yang baru 8 bulan menjadi keluarga homeschooler, kami memulai sekitar bulan April 2018 untuk Kaka, Mas Haidar resmi ikutan HS setelah selesai TK B di bulan Juli, kalau Mas Mush’ab belum pernah merasakan sekolah formal kecuali preschool ala2 komunitas di lingkungan perumahan yaitu Poppets dan beberapa pekan lalu ikutan mas Haidar tahfidz juz 30 dgn metode Tabarak.

Bagaimana memulai ritme sebagai keluarga homeschooler?

Beberapa keluarga menyarankan ada fase deschooling beberapa bulan untuk anak yang sebelumnya sekolah formal, sepertinya seperti proses pergantian ritme belajar mungkin ya.. Kalau di keluarga kami, memulai dengan diskusi mau diisi apa keseharian homeschooling nanti. Tak jauh berbeda dengan perencanaan program lainnya, di awal sepertinya banyak sekali project yang mau dikerjakan ๐Ÿ˜€ Tapi, di perjalanan ga semulus harapan ๐Ÿ™‚

Kami meng-adjust hal tersebut dengan membagi petualangan rutin dan project tambahan. Petualangan rutin adalah standar harian anak-anak yang sudah kami sepakati bersama.

Di bawah ini adalah proses kami membuat daftar petualangan, hingga buku petualangan, masing-masing tentu memiliki standar berbeda untuk setiap anak.

Ini versi blank yang awal-awal kami gunakan, belum ada standar harian dll
begini penampakan cover dan halaman pertama salah satu buku petualangan anak-anak

Penampakan salah satu halaman dalam buku petualangan di bagian prestasi Qur’an

Untuk pembagian waktu kegiatan harian, saya share di postingan berikutnya ya…. ๐Ÿ™‚

Rekomendasi Buku untuk Anak Usia 1 – 5 tahun

Saat berdiskusi bersama peserta KulGram Cinta Literasi beberapa waktu lalu, beberapa orang bertanya ttg buku apa ya yang direkomendasikan untuk dibaca bersama ananda yang berusia 1-5 tahun. Pas banget, pekan ini jadi tema juga di Rabu Menggebu Kampus 2 Kalimantan ๐Ÿ™‚

Walhasil, bertekadlah saya menuliskan rekomendasi versi keluarga kami ini untuk para bunda-bunda keceeh.. Semoga bermanfaat ๐Ÿ™‚

Saya akan membagi rekomendasi buku ini per tema ya…

  • Fitrah Keimanan – termasuk di dalamnya tauhid/aqidah, akhlaq; kisah keteladanan para Nabi, orang sholih, dan tokoh inspiratif; imaji positif terhadap agama dan ibadah; nilai-nilai kebaikan.

Continue reading

Cara Belajar untuk 3 Gaya Belajar

Pernah stres karena bingung mendapati buah hati yang masya Allah sulit diajak duduk tenang belajar, atau susah mendengarkan perintah, atau kalau belajar malah lebih masuk materinya pas sambil lari-lari?

Saat belum membaca detail tentang 3 gaya belajar yang disampaikan Deporter dalam bukunya Quantum Learning, saya juga sempat kurang sabar dengan gaya si sulung yang kinestetik visual, si tengah yang auditori visual, dan adek ketiga yang sepertinya visual kinestetik.

Bagi ayah bunda yang masih bingung, semoga rangkuman kuesioner yang saya rangkum dari Quantum Learning dan berbagai sumber ini bisa membantu Continue reading

Resume Materi KulWhApp oleh Ibu Diena Syarifa: Magang Level 1 Usia 10 – 13 tahun (setara SD kelas 4-6)

Dulu, saya termasuk yang sangat skeptis dengan istilah magang, asosiasinya kadang terhubung kurang baik dengan aktifitas monoton yang tidak memerlukan keahlian tertentu, seperti hanya mondar mandir dari ruang arsip ke tempat fotokopi dan beberapa aktifitas kurang “seru” lainnya. Namun, di materi ini yang dibahas adalah magang yang terstruktur. Gimana tuh? Magang ini sebagai media untuk menajamkan potensi anak sehingga anak diharapkan memiliki karir sesuai passion yang produktif mencakup 4E (enjoy, easy, excellent, dan earn).

Nah, sebagai ortu dari 3 anak homeschooler, terutama karena putri pertama kami bulan Nov 2018 ini menjejak di usia 10 tahun, maka kami merasa harus mendalami materi ini. Materi ini disampaikan oleh Ibu Diena Syarifa (ABHome, Bogor) dan resume ini saya susun sebagai peserta yaitu Naila M Tazkiyyah (mom of trio homeschooler yang berdomisili di Sangatta)

Untuk memperjelas, di materi awal pemateri Kul WA ini memberikan gambaran dari aspek: Continue reading

Mengapa (Akhirnya) Memilih HS?

Postingan ini sudah ngendon lamaaan sekali di draft blog ini ๐Ÿ™‚ Gak selesai – selesai menuliskan jalan berliku membersamai anak-anak hingga kami memilih homeschooling sebagai pilihan metode belajar anak-anak kami.

Menjadi keluarga homeschooler di kota besar mungkin telah banyak dimaklumi, namun menjawab “homeschooling” saat ditanya sekolah di mana anaknyaย  di sebuah kota kecil memicu banyak tanda tanya di kebanyakan orang yang bertanya pada kami atau anak-anak. Eh, tapi gak juga ding, saat beberapa kali konsul ke dokter di Jakarta beberapa waktu lalu, sebagian dokter juga keheranan dengan pilihan ini ๐Ÿ™‚ Continue reading

Menjadi Ortu yang Dirindu

Banyak ayah bunda yang berkeluh kesah dan bertanya-tanya, bagaimana menjadi sosok ortu yang dirindukan buah hatinya. Semoga di postingan ini, ditemukan jawab dan caranya…

Salah satu momen yang akan memberi kesan mendalam bagi ananda adalah saat kita sebagai orangtua membersamai mereka di waktu-waktu “ajaib”, seperti saat menjelang tidur, safar, dan beberapa momen penting lainnya. Apa yang harus dilakukan saat membersamai mereka? Saya pribadi sering memilih opsi berkisah dalam mengisi waktu-waktu ajaib tersebut. Continue reading