Alternatif Belajar Bahasa Inggris via Online

Akhir tahun 2018 lalu, alhamdulillah Kak Faza telah menyelesaikan sesi belajar Bhs Inggris online via Duo Lingo (aplikasi ini gratis dan tidak hanya menyediakan pilihan materi Bhs Inggris namun juga ada pilihan bahasa lainnya). Review tentang Duo Lingo, bagi kami alhamdulillah sangat membantu ada level dan tema-tema tertentu. Namun, salah satu tantangannya adalah terkadang Duo Lingo tidak bisa menerima terjemahan dengan padanan katanya, sehingga walau sebenarnya jawaban si anak betul tetap dianggap salah 🙂 Ini agak mengganggu di level-level akhir, alhamdulillah di level awal semua berjalan lancar.

Nah, seusai menggunakan Duo Lingo yang alhamdulillah sangat membantu menambah kosakata Kaka, tantangan berikutnya adalah bagaimana kaka bisa handal pula dalam membaca dengan ejaan bhs Inggris yang benar dan pengucapan sesuai native. Mencoba browsing sana sini dan menemukan beberapa alternatif berikut:

  • Reading Eggs –
    Ayah bunda yang tertarik mengeksplor lamannya bisa klik di http://www.readingeggs.com Di sana ada tingkatan levelnya, per levelnya asyik seperti game, jadi tidak terasa bahwa anak sedang belajar. Mirip dengan IXL (situs belajar online Math) ada laporan kemajuan yang bisa dijadikan bahan evaluasi ortu atau guru, ada juga point rewards yang bisa ditukar dengan ‘mainan’ yang ada di web tersebut. Materi yang disajikan hanya seputar reading, tetapi ada juga materi yang bisa diunduh dan dicetak namun seperti laman lainnya, jika mengunduh akan membutuhkan waktu yang lebih lama. Laman ini adalah situs belajar berbayar tapi tetap bisa mencoba free trial untuk level dan periode tertentu.
  • Starfall – Di laman ini menawarkan “learn to read with phonics, learn math”, tidak menyediakan level, “reward” dan juga tidak ada laporan untuk member tipe keluarga. Bentuknya mirip sekali dengan game tapi juga berbayar.
  • Raz Kids – Kami sendiri akhirnya memilih laman berbayar ini sebagai media belajar Kaka Faza untuk memperdalam Bhs Inggris utamanya untuk menambah kosakata, mendengarkan bagaimana setiap kata dan kalimat dibaca oleh native, serta memahami isi bacaan melalui quiz yang disediakan. http://www.raz-kids.com menyediakan lebih dari 400 buku dengan tingkat kesulitan berjenjang yang bisa didengar versi audio, dilihat bacaan dan gambarnya, fitur untuk merekam suara anak agar bisa dievaluasi lafal serta ejaannya, juga quiz untuk dijawab sehingga anak belajar memahami teks tersebut. Terdapat report dan reward bagi anak.
Tampilan Reading Eggs

Bagaimana cara belajar di Raz-Kids?

  1. Masuk ke laman http://www.raz-kids.com pilih kids login (masukkan nama guru, kemudian username dan password anak) Bagi yang ingin ikut kelas bersama agar memperoleh akun dengan rate khusus komunitas dapat menghubungi bit.ly/InfoRazkids
  2. Pilih level yang diinginkan, Faza memulai dari level aa
  3. Dengarkan audio sambil membaca teks dan melihat visual bukunya
  4. Opsional untuk merekam suara anak atau jika didampingi bisa langsung minta anak untuk membaca ulang dan review apakah ejaan dan lafalnya sudah benar
  5. Anak dapat mengerjakan quiznya untuk mengevaluasi apakah ia benar telah memahami teksnya, bagian ini menurut kami yang terpenting karena dalam ilmu literasi bagian inilah yang membangun logika berpikir sang anak dalam memahami teks dan bahasa.
  6. Anak akan mendapat poin di setiap pengerjaan yang dapat digunakan untuk membangun robot atau jenis lainnya di segmen apresiasinya.
Tampilan setelah login
Reading Room
Leveled Books
Contoh level aa
Contoh Level D

Cara Belajar untuk 3 Gaya Belajar

Pernah stres karena bingung mendapati buah hati yang masya Allah sulit diajak duduk tenang belajar, atau susah mendengarkan perintah, atau kalau belajar malah lebih masuk materinya pas sambil lari-lari?

Saat belum membaca detail tentang 3 gaya belajar yang disampaikan Deporter dalam bukunya Quantum Learning, saya juga sempat kurang sabar dengan gaya si sulung yang kinestetik visual, si tengah yang auditori visual, dan adek ketiga yang sepertinya visual kinestetik.

Bagi ayah bunda yang masih bingung, semoga rangkuman kuesioner yang saya rangkum dari Quantum Learning dan berbagai sumber ini bisa membantu Continue reading

Math Around Us (1): Ada Angka di balik Makaroni Keju

Kamis lalu, tanggal 20 Juli 2017 pass bangett saat dimulai periode tantangan Bunda Sayang chapter 6 tentang Math, si Kaka ngajak bikin makaroni rebus keju… Kebetulan juga bunda pengen bikin Kroket Makaroni ala2 dengan beberapa bahan yang pas ada di kulkas.. berjibaku lah kami di dapur sesorean itu.. Continue reading

Menyusun Resolusi Keluarga dan Quick Win untuk Anak

Setelah sekian lama janji untuk memposting file dan panduan ala-ala kami dalam menyusun resolusi keluarga serta quick win untuk anak-anak. Alhamdulillah, dorongan japri dari para bunda yang ga sabar download menjadi dorongan pula bagi saya untuk segera memposting dengan menyampaikan beberapa panduan ala-ala kami.

Sungguh, ini masih sangat sederhana dan banyak kekurangan sana sini, namun berbagi tidak perlu menunggu sempurna bukan? Hihi, dengan saya posting di sini saya berharap dapat banyak masukan sehingga bisa diperbaiki lagi di bulan-bulan berikutnya… Ditunggu yaa comment nya di kolom comment.. Comment terfavorit dapat hadiah Buku Catatan Seru Ramadhan Kami yaa… kan beberapa bulan lagi akan masuk bulan Ramadhan 🙂

Nah, ini adalah filenya.. Continue reading

Resolusi Keluarga, Quick Win for Kids

Sejak kemarin pagi, saya mendapat tugas negara dari Suami untuk melanjutkan draft Quick Win 2017 untuk 3 anak kami. Alhamdulillah, pagi ini berhasil selesai walaupun rangkaian bulanan Feb-Des belum final. Semoga cerita kami ini bermanfaat untuk Ayah Bunda lainnya.

Biasanya, saya dan suami masing-masing menyusun resolusi pribadi kemudian ditunjukkan satu sama lain, pun demikian untuk anak-anak biasanya dalam bentuk outcome, misalnya apa saja capaian yang ditargetkan. Dari hasil evaluasi suami, jika resolusi untuk anak hanya berupa outcome akan sulit dievaluasi di tengah tahun. Karenanya, kami mencoba metode baru yaitu dengan menyusun Quick Win bertahap. Kira-kira teknisnya begini:

  • Awali dengan menyusun daftar quick win apa saja untuk masing-masing anak (ini juga bisa digunakan untuk kami yang dewasa)
  • Kemudian saya kelompokkan per aspek agar mudah dan nyaman dilihat. Aspek versi saya (Spiritual, Literacy, Learning, Soft skill & Life Skill, Project&Experience, dan Sharing, Sport&Leisure)
  • Setelah jadi yang versi tahunan, kemudian saya susun per bulan agar jelas tahapannya
  • Setelah jadi versi bulanan, baru dibreakdown menjadi mingguan bahkan harian

Butuh waktu lama? Iya, lumayan. Tapi mengingat manfaatnya yang bagi kami akan sangat maksimal dalam memonitor capaian kami sekeluarga maka saya berupaya menyusun template di excel seperti ini.. Continue reading

Membersamai… Bukan Sekedar Bersama…

Mungkin saya termasuk sedikit orang yang  baru paham makna “membersamai” seutuhnya. Makna membersamai yang mendalam saya dapatkan sebulan terakhir ini saat menghabiskan waktu liburan sekolah lengkap dengan paket tiga anak.

Mengapa saya sebutkan bahwa membersamai bukan sekedar bersama, karena setiap hari pasti kita lama sekali bersama dengan anak-anak, namun belum tentu membersamai mereka. Membersamai bisa dimaknai sebagai quality time yang sesungguhnya. Saya sendiri membersamai mereka dalam makna mengikuti saja apa yang sedang ingin mereka lakukan (tentunya tetap melakukan ibadah wajib dan standar kegiatan yang sudah disepakati bersama di keluarga).

Saya jadi paham bahwa membersamai justru menelurkan konsep “Inside Out” yang sesungguhnya, mereka jadi keluar sendiri fitrah belajarnya, fitrah keimanan, fitrah bakat, dan fitrah lainnya.

Kakak Faza,

Saya takjub pada niat kuatnya memulai bisnis Slime dan Squeezy (bener gini ga ya tulisannya) bersama sahabatnya Icha. Dia mulai survei pasar, mencari supplier di online (dari BL, Tokped, Shopee, hingga cari-cari link ke Asemka dll). Selain karena suka pada mainan ini, saya pernah cerita tentang Nara seorang anak yang berbisnis slime dan bisa banyak sedekah dari hasil penjualannya itu. Tekun memperhatikan langkah-langkah membuat slime dari tutorial di youtube. Bahkan sudah mengatur job desc dengan partner usahanya yaitu Icha. Continue reading

Cooking Challenge, Yes.. We Did It..

Saat mencetuskan ide ini pertama kali pada para mentor, saya sendiri belum yakin apakah project ini akan berhasil dikerjakan, namun kita tidak pernah tahu hasilnya jika belum pernah dicoba bukan? 😀

Bismillah, saya susun detail teknis sederhananya dan saya broadcast ke grup para Ibu peserta Pesantren Ramadhan juga grup Mentor

Detail Guideline utk Cooking Challenge utk Kel B dan C☺

Tujuan kegiatan ini adl

1⃣menanamkan rasa terima kasih pada org tua khususnya Ibu yg setiap hari memasakkan makanan utk keluarganya
2⃣Melatih lifeskill anak utk berkreasi di dapur

Teknis kegiatan

▶ Anak berbelanja ditemani mentor dan perwakilan org tua, namun saat beli barang dan bahan cukup ditemani mentor
▶ Anak memasak sendiri dari mengupas, menghaluskan hingga matang
▶ Tempat memasak adl salah satu dapur anggota kelompok
▶ Waktu mulai di tgl 15 juni bebas namun harus sdh siap dinilai dewan juri pada pukul 17.30 di rechall
▶ Belanja bahan dg modal patungan dan wajib dicatat jumlah pengeluaran sesuai bahan yg digunakan
▶ Kelompok yg dibantu oleh org tua atau org lain akan didiskualifikasi
▶ Kriteria penilaian adl
1⃣ Cita rasa masakan
2⃣ Gizi seimbang
3⃣ Penataan di meja display
4⃣ Kesederhanaan dan biaya terjangkau
5⃣ Presentasi kelompok ttg menu yg dimasak
6⃣ Kekompakan selama proses menyiapkan

Dan, tibalah hari itu, tanggal 15 Juni 2016 lalu, sejak pagi Hp saya begitu sering menampilkan notifikasi foto-foto persiapan anak2, ada yang sejak habis shubuh sudah belanja ke pasar, ada yang sudah sibuk mulai memasak aneka menu, ada yang saking kepedasannya mengupas bawang sampai pakai kacamata hitam 😀

And.. This is it… Ini baru sebagian dokumentasinya, semoga video versionnya bisa segera published 🙂

IMG-20160617-WA0055

IMG-20160617-WA0051 Continue reading

Jurnal Pengasuhan Mei 2016

Setelah lama absen mengisi jurnal pengasuhan online, hari ini bertekad mengisi kembali.. alhamdulillah sedang ada 2 jagoan tamu di rumah jadi lumayan bisa escape setelah menemani bermain 2 jam an tadi.

Di bulan ini, seperti biasa masih banyak kejutan dari catatan harian mengasuh dan memfasilitasi pendidikan 3 buah hati kami di rumah. Continue reading

Jurnal Pengasuhan Januari 2016

Layaknya hidup yang terus berputar bahkan kadang ekstrim seperti roller coaster, mengasuh dan mendidik anak pun tak jaub dari itu rasanya bagi saya. Ada kalanya setiap anak begitu baik dan menggemaskan, memeluk sambil bilang “aku sayaaang banget sama Bunda” atau “Bunda, maafin aku ya, kalau aku ada salah” tapiii kadang juga bisa yang tantrum atau moody gak jelas sampe galakin saudaranya even ga mau denger bundanya.

Jadi, harus gimana? Ya, kalau saya terus evaluasi diri, berdoa, kadang pake acara ngomel-ngomel, kalo udah sebel banget mending kabur ke kamar sama Mush’ab, becanda-canda sama si adek biasanya abis gitu si kaka dan mas tergoda pengen ikutan terus minta maaf deh.. 🙂

Baiklah, update per minggu ini: Continue reading

Jurnal Harian Januari 2016

Seminggu pertama di tahun 2016, ada beberapa kejutan dari Kaka dan Adek, juga Mas tentunya.

Kaka 

  • Semakin gampang dibangunkan sholat shubuh, bahkan terkadang bangun sebelum shubuh
  • Tambah rajin bantu – bantu di dapur, ngelap piring yang sudah dicuci, bikin pizza terutama bagian hias topping
  • Tambah terampil cuci mobil
  • Makin tartil baca Qur’annya
  • Tahfidz dan Muraja’ah masih seperti biasa, agak moody 😀
  • Lebih bijak sama adek-adeknya, kalo si Adek tantrum di mobil, Kaka cukup sabar berusaha mengalihkan perhatian si Adek
  • Mulai belajar literasi utamanya bagian menuliskan cerita dan menceritakan pengalaman

Continue reading