Rekomendasi Buku untuk Anak Usia 1 – 5 tahun

Saat berdiskusi bersama peserta KulGram Cinta Literasi beberapa waktu lalu, beberapa orang bertanya ttg buku apa ya yang direkomendasikan untuk dibaca bersama ananda yang berusia 1-5 tahun. Pas banget, pekan ini jadi tema juga di Rabu Menggebu Kampus 2 Kalimantan ๐Ÿ™‚

Walhasil, bertekadlah saya menuliskan rekomendasi versi keluarga kami ini untuk para bunda-bunda keceeh.. Semoga bermanfaat ๐Ÿ™‚

Saya akan membagi rekomendasi buku ini per tema ya…

  • Fitrah Keimanan – termasuk di dalamnya tauhid/aqidah, akhlaq; kisah keteladanan para Nabi, orang sholih, dan tokoh inspiratif; imaji positif terhadap agama dan ibadah; nilai-nilai kebaikan.

Continue reading

Advertisements

Resume Materi KulWhApp oleh Ibu Diena Syarifa: Magang Level 1 Usia 10 – 13 tahun (setara SD kelas 4-6)

Dulu, saya termasuk yang sangat skeptis dengan istilah magang, asosiasinya kadang terhubung kurang baik dengan aktifitas monoton yang tidak memerlukan keahlian tertentu, seperti hanya mondar mandir dari ruang arsip ke tempat fotokopi dan beberapa aktifitas kurang “seru” lainnya. Namun, di materi ini yang dibahas adalah magang yang terstruktur. Gimana tuh? Magang ini sebagai media untuk menajamkan potensi anak sehingga anak diharapkan memiliki karir sesuai passion yang produktif mencakup 4E (enjoy, easy, excellent, dan earn).

Nah, sebagai ortu dari 3 anak homeschooler, terutama karena putri pertama kami bulan Nov 2018 ini menjejak di usia 10 tahun, maka kami merasa harus mendalami materi ini. Materi ini disampaikan oleh Ibu Diena Syarifa (ABHome, Bogor) dan resume ini saya susun sebagai peserta yaitu Naila M Tazkiyyah (mom of trio homeschooler yang berdomisili di Sangatta)

Untuk memperjelas, di materi awal pemateri Kul WA ini memberikan gambaran dari aspek: Continue reading

Mengapa (Akhirnya) Memilih HS?

Postingan ini sudah ngendon lamaaan sekali di draft blog ini ๐Ÿ™‚ Gak selesai – selesai menuliskan jalan berliku membersamai anak-anak hingga kami memilih homeschooling sebagai pilihan metode belajar anak-anak kami.

Menjadi keluarga homeschooler di kota besar mungkin telah banyak dimaklumi, namun menjawab “homeschooling” saat ditanya sekolah di mana anaknyaย  di sebuah kota kecil memicu banyak tanda tanya di kebanyakan orang yang bertanya pada kami atau anak-anak. Eh, tapi gak juga ding, saat beberapa kali konsul ke dokter di Jakarta beberapa waktu lalu, sebagian dokter juga keheranan dengan pilihan ini ๐Ÿ™‚ Continue reading

Berdamai dengan “Kekacauan”

Kondisi “darurat” acapkali dihadapi oleh seorang Ibu dalam dinamika hidup hariannya. Sebagai emak siaga, tentunya sebagian dari kita sudah sangat akrab dengan “panggilan-panggilan” sayang dari Ananda ๐Ÿ™‚

Jumat lalu, ada kejadian unik yang saya alami bersama the bocils tentu saja. Kejadiannya sederhana yaitu anak mengompol namun karena waktu dan tempat yang istimewa maka dapat digolongkan menjadi kondisi darurat ๐Ÿ˜€ Mumpung dulu ada cerita serupa dengan waktu dan lokasi berbeda saya juga mencoba mengulas (halah, apa ini bahasanya) di postingan ini. Siapa tahu bisa jadi referensi saat emak2 siaga mengalami kondisi serupa. Saya urutkan berdasarkan kronologis kejadian, jadi yang diceritakan peristiwa yang terjadi duluan ya.. Continue reading

Spiritual and Edu-Trip with Kiddos: Sebuah Catatan Perjalanan (Overview)

Safar…

20171227_111939
Perjalanan panjang kami sekeluarga akhir tahun ini direncanakan sejak 2016 (saat menunaikan ibadah haji, salah satu do’a yg konsisten saya baca adalah agar dimampukan oleh Allah utk mengajak anak2 ziarah ke tanah Haram, berdoa di depan ka’bah, mengunjungi tempat2 bersejarah dlm perjalanan hidup Nabi dan para Sahabat, tak lupa ziarah juga ke makam Mbah Uti nya di Baqi’

Bismillah.. sejak awal 2017 saya sdh mulai rajin mengikuti info2 umrah backpacker, hingga menemukan ada paket yg tdk murni backpacker, namun masih maju mundur dg angka tabunganย ๐Ÿ™‚

Menjejak usia 32 tahun pertengahan 2017 lalu, suami tercinta memberi kado terindah melalui kalimat, Bismillah.. Yuk gpp daftar umrah kita berlima utk akhir tahun nantiย ๐Ÿ™‚ย Semoga Allah selalu memberikan rizqi terbaik utk suami tercinta ini ya Rabb..


Alhamdulillah, Allah juga masih menitipkan rizqi utk memberangkatkan umrah Mbah Kung dan Yangti melalui hasil usaha kecil2an jualan buku..


Setelah melalui masa persiapan yang luar biasa karena ada berbagai adjustment seperti Kaka yg sdg tahfidz di luar pulau, vaksin yg sempat habis di kota kecil kami, biidznillah, kami ber7 bs menjejak di belahan bumi Allah lainnya..

Karena setelah post beberapa foto di media sosial banyak yang bertanya tentang persiapan dan lainnya, saya coba tuliskan di blog ini pada postingan berikutnya, semoga bisa bermanfaat bagi teman-teman yang memiliki rencana mirip seperti kami.


Berkahilah perjalanan kami ini ya Rabb..

Continue reading

Skenario Allah untuk Kaka

Bismillahirrahmanirrahiim

Setelah hampir sebulan berniat mencatat tentang perjalanan berliku kami membersamai Kaka Faza, alhamdulillah Allah berikan jalan lewat pertanyaan sahabat saya tercinta mengenai lembaga tempat Kaka menuntut ilmu Qur’an sekarang ini.

Awalnya tidak ada yang istimewa dengan dini hari saat saya terbangun di tgl 9 Oktober 2017. Ritual andalan pun masih seperti biasa, hingga setelah menunaikan sholat shubuh, saya membuka HP dan terkaget2 dengan pesan yang saya baca Continue reading

Petikan Hikmah dari Seminar Keluarga “Merawat Cinta Sampai Ke Surga”

Bismillahirrahmanirrahiim

Disampaikan oleh: Ust. Cahyadi Takariawan

Ditulis oleh: Ummu Qonita (yang masih berjuang utk mengikat ilmu melalui tulisan)
Sebagai warga pendatang di sebuah kota kecil dan warga yang tinggal di tengah rimba, seminar semacam ini bagi saya selalu menjadi bagai sebuah oase untuk bisa meneguk sedikit ilmu dari ahlinya.
Ust. Cahyadi memang bukan sosok dengan latar belakang psikolog, namun pengalaman beliau selama 17 tahun menjadi konselor sukarela di area rumah tangga dan pernikahan menjadikan hal2 yang beliau sampaikan selama kurang lebih 3 jam kepada peserta terasa demikian lekat dengan keseharian kami.
Tokoh alim ulama hingga filsuf dan ideolog dalam hal keluarga sepertinya sehati menyatakan bahwa peran sebuah keluarga begitu penting bagaikan miniatur sebuah negara.
*”Cinta, kasih sayang dan kemesraan hubungan yang diperoleh anak2 dlm keluarga merupakan sesuatu yang dapat mencetak jiwa dan perilaku sosial serta politik mereka dlm kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara” Hibah Rauf Izzat – 1997*
Walaupun kutipan di atas mengacu pada kasih sayang pada anak2, sesungguhnya akar utamanya juga adalah pada hubungan ayah dan ibunya. Oleh karenanya, menjaga keharmonisan hubungan dengan pasangan dapat dihukumi wajib dalam kehidupan berumah tangga.
Secara singkat ada 5 langkah menciptakan kebahagiaan keluarga:

๐Ÿ’Œ Kuatkan *PONDASI* Keluarga

๐Ÿ’Œ Kenali *BAHASA CINTA* Pasangan

๐Ÿ’Œ *Saling menyesuaikan diri* dengan pasangan

๐Ÿ’Œ Terima *PENGARUH* dari pasangan

๐Ÿ’Œ Menjadi *SAHABAT SETIA* bagi Pasangan
Dari pemahaman yang saya dapatkan saat seminar, penjabaran masing2 langkah adalah sebagai berikut:
1โƒฃ *Kuatkan Pondasi Keluarga*
Tanyakan kembali pada diri sendiri dan pasangan Anda, apa sebenarnya motivasi yang ada saat akan menikah. Jika jawabannya masih cukuo klise seperti karena cinta, karena ingin bahagia, maka mungkin sekaranglah saatnya diluruskan๐Ÿ˜Š
Mengapa???
Karena cinta pada pasangan akan mudah goyah jika tidak dilandasi dengan hal lain yang lebih fundamental.
Karena harapan tentang kebahagiaan kadang begitu semu, setelah menjalani pernikahan akan sangat terasa bahwa masa euforia bagi sebagian orang terasa sangat singkat dan harus dilanjutkan dengan perjuangan.
Maka tidak salah jika menikah disebutkan sebagai pelengkap separuh agama, karena pernikahan adalah ajang beribadah dengan durasi terlama yang tentu membutuhkan keistiqamahan luar biasa.
Dan menjadi tidak berlebihan jika ditemui dalam Alquran frase Mitsaqan Ghalizha muncul sebanyak tiga kali, yaitu dalam surat An Nisa ayat 21, An Nisa ayat 154, dan Al Ahzab ayat 7. Hanya di surat An nisa ayat 21 yang terkait pernikahan, dua ayat lainnya berkenaan dengan perjuangan dakwah Nabi. Masya Allah jadi demikian beratnya tanggung jawab bagi suami dan istri sehingga oleh Allah digunakan frase yang sama untuk menggambarkan beratnya perjuangan dakwah Nabi.๐Ÿ˜ญ
Sungguh, pada bagian ini berulang kali saya harus menunduk agar air mata yang jatuh tak terlihat oleh peserta lain.
Air mata makin tak terbendung saat Ust Cahyadi menyatakan bahwa visi dan motivasi tertinggi dan yang seharusnya dimiliki oleh semua keluarga muslim adalah *berkumpul di surga*. Bisa dirujuk juga ke QS Ath Thur 21 dan Ghafir 8.
Maka, jika di dalam perjalanan berumah tangga kadang merasa lelah, berat, serta terbebani, jangan menyerah.. Karena kelelahan itulah yang mungkin akan menjadi tiket kita menuju surga.ย  Continue reading

Math Around Us (1): Ada Angka di balik Makaroni Keju

Kamis lalu, tanggal 20 Juli 2017 pass bangett saat dimulai periode tantangan Bunda Sayang chapter 6 tentang Math, si Kaka ngajak bikin makaroni rebus keju… Kebetulan juga bunda pengen bikin Kroket Makaroni ala2 dengan beberapa bahan yang pas ada di kulkas.. berjibaku lah kami di dapur sesorean itu.. Continue reading