Math Around Us (1): Ada Angka di balik Makaroni Keju

Kamis lalu, tanggal 20 Juli 2017 pass bangett saat dimulai periode tantangan Bunda Sayang chapter 6 tentang Math, si Kaka ngajak bikin makaroni rebus keju… Kebetulan juga bunda pengen bikin Kroket Makaroni ala2 dengan beberapa bahan yang pas ada di kulkas.. berjibaku lah kami di dapur sesorean itu.. Continue reading

My Best Friend, My Ex Rival….. My Beloved Sister

The best thing about having a sister was that I always had a friend.

Duluuu ya.. beberapa belas tahun lalu, saya merasa sangat insecure atas kehadiran adik perempuan saya 😀 Betapa tidak? Prestasinya hampir selalu mengungguli saya, hafalan qurannya lebih banyak dari saya, dan yang jelas.. dia jauh lebih kalem dari saya. Beberapa kali saya merasa Ibu “kurang adil” dalam memperlakukan kami, kayaknya adik lebih dijaga dan disayang ketimbang saya 😀 Continue reading

Menyusun Resolusi Keluarga dan Quick Win untuk Anak

Setelah sekian lama janji untuk memposting file dan panduan ala-ala kami dalam menyusun resolusi keluarga serta quick win untuk anak-anak. Alhamdulillah, dorongan japri dari para bunda yang ga sabar download menjadi dorongan pula bagi saya untuk segera memposting dengan menyampaikan beberapa panduan ala-ala kami.

Sungguh, ini masih sangat sederhana dan banyak kekurangan sana sini, namun berbagi tidak perlu menunggu sempurna bukan? Hihi, dengan saya posting di sini saya berharap dapat banyak masukan sehingga bisa diperbaiki lagi di bulan-bulan berikutnya… Ditunggu yaa comment nya di kolom comment.. Comment terfavorit dapat hadiah Buku Catatan Seru Ramadhan Kami yaa… kan beberapa bulan lagi akan masuk bulan Ramadhan 🙂

Nah, ini adalah filenya.. Continue reading

Resolusi Keluarga, Quick Win for Kids

Sejak kemarin pagi, saya mendapat tugas negara dari Suami untuk melanjutkan draft Quick Win 2017 untuk 3 anak kami. Alhamdulillah, pagi ini berhasil selesai walaupun rangkaian bulanan Feb-Des belum final. Semoga cerita kami ini bermanfaat untuk Ayah Bunda lainnya.

Biasanya, saya dan suami masing-masing menyusun resolusi pribadi kemudian ditunjukkan satu sama lain, pun demikian untuk anak-anak biasanya dalam bentuk outcome, misalnya apa saja capaian yang ditargetkan. Dari hasil evaluasi suami, jika resolusi untuk anak hanya berupa outcome akan sulit dievaluasi di tengah tahun. Karenanya, kami mencoba metode baru yaitu dengan menyusun Quick Win bertahap. Kira-kira teknisnya begini:

  • Awali dengan menyusun daftar quick win apa saja untuk masing-masing anak (ini juga bisa digunakan untuk kami yang dewasa)
  • Kemudian saya kelompokkan per aspek agar mudah dan nyaman dilihat. Aspek versi saya (Spiritual, Literacy, Learning, Soft skill & Life Skill, Project&Experience, dan Sharing, Sport&Leisure)
  • Setelah jadi yang versi tahunan, kemudian saya susun per bulan agar jelas tahapannya
  • Setelah jadi versi bulanan, baru dibreakdown menjadi mingguan bahkan harian

Butuh waktu lama? Iya, lumayan. Tapi mengingat manfaatnya yang bagi kami akan sangat maksimal dalam memonitor capaian kami sekeluarga maka saya berupaya menyusun template di excel seperti ini.. Continue reading

Membersamai… Bukan Sekedar Bersama…

Mungkin saya termasuk sedikit orang yang  baru paham makna “membersamai” seutuhnya. Makna membersamai yang mendalam saya dapatkan sebulan terakhir ini saat menghabiskan waktu liburan sekolah lengkap dengan paket tiga anak.

Mengapa saya sebutkan bahwa membersamai bukan sekedar bersama, karena setiap hari pasti kita lama sekali bersama dengan anak-anak, namun belum tentu membersamai mereka. Membersamai bisa dimaknai sebagai quality time yang sesungguhnya. Saya sendiri membersamai mereka dalam makna mengikuti saja apa yang sedang ingin mereka lakukan (tentunya tetap melakukan ibadah wajib dan standar kegiatan yang sudah disepakati bersama di keluarga).

Saya jadi paham bahwa membersamai justru menelurkan konsep “Inside Out” yang sesungguhnya, mereka jadi keluar sendiri fitrah belajarnya, fitrah keimanan, fitrah bakat, dan fitrah lainnya.

Kakak Faza,

Saya takjub pada niat kuatnya memulai bisnis Slime dan Squeezy (bener gini ga ya tulisannya) bersama sahabatnya Icha. Dia mulai survei pasar, mencari supplier di online (dari BL, Tokped, Shopee, hingga cari-cari link ke Asemka dll). Selain karena suka pada mainan ini, saya pernah cerita tentang Nara seorang anak yang berbisnis slime dan bisa banyak sedekah dari hasil penjualannya itu. Tekun memperhatikan langkah-langkah membuat slime dari tutorial di youtube. Bahkan sudah mengatur job desc dengan partner usahanya yaitu Icha. Continue reading

“Hampir Lahir” Juga Akhirnya….

Alhamdulillah, dimampukan kembali oleh Allah menulis lagi di blog setelah lamaaa sekali tak kunjung memposting kabar-kabar kami sekeluarga (Hihi, kayak penting aja)

Baiklah, sebelum cerita proses “kelahiran” sebuah karya sederhana yang insya Allah dalam waktu dekat ini. Saya ingin mengabadikan dulu beberapa momen penting (menurut saya) yang terjadi sepanjang Des 2016 lalu. Continue reading

Muslimah Belajar: Merajut Cinta, Menuai Bahagia

Jika seorang Ibu dengan anak lebih dari 2 ditanya tentang kapan terakhir menulis surat cinta untuk suaminya, saya insya Allah yakin hanya kurang dari 10% yang menjawab pernah menulisnya dalam kurun waktu 1 tahun terakhir.

Hihi, kok bisa?? Menurut analisis saya yang fakir ilmu ini, kemungkinannya bisa macam-macam Continue reading

Bersahabat dengan Al-Qur’an

Iman Syafi’i rahimahullah berkata,

إِنِّي رَأَيْتُ وُقُوْفَ المَاءَ يُفْسِدُهُ                             إِنْ سَاحَ طَابَ وَإنْ لَمْ يَجْرِ لَمْ يَطِبِ

Merantaulah…

Aku melihat air menjadi rusak karena diam tertahan…
Jika mengalir menjadi jernih, jika tidak, akan keruh menggenang…

Dua bulan lalu, saat saya dan suami akan berangkat menunaikan ibadah haji, salah satu penyebab kegalauan hati  adalah anak-anak bisa beradaptasi dengan baik gak ya di lingkungan barunya.

Mas Haidar dan Adek Mushab tinggal bersama Bude Ina dan Bude Nila di rumah Mbah Kung Pare, sementara kaka Faza, karena Mbak Nadiya yang level kelasnya sama sedang menuntut ilmu di sebuah rumah tahfidz berjarak kurang lebih 6 km dari rumah Bude, memutuskan mau ikut “mondok/nyantri” di sana. Continue reading

Hajj Journal: Day 19- Bersiap Menuju Puncak Ibadah Haji

Dalam dua hari ke depan insya Allah waktu yang dinanti-nantikan oleh hampir 2 juta jamaah haji yang hari ini sudah berkumpul di Mekkah akan tiba. Seluruh jamaah haji sudah berkumpul semua karena bandara di Jeddah sudah ditutup 3 hari sebelum hari Arafah. Bagi mereka yang mengikuti sunnah tarwiyah dalam waktu kurang 48 jam akan diberangkatkan ke Mina. Tarwiyah maksudnya sudah berdiam di Mina pada tanggal 8 Dzulhijah sejak ba’da dhuhur. Rombongan KBIH kami akan menuju Mina pada tanggal 8 Dzulhijah tepat ba’da maghrib begitu masuk hari baru menurut penanggalan hijriyah (dalam kalender hijriyah hari baru terhitung dari saat terbenamnya matahari).

Karena postingan ini ditulis setelah kami kembali dari prosesi Armina, berikut saya mencoba menyusun daftar persiapan barang yang sebaiknya dibawa menuju Armina. Continue reading