Berdamai dengan “Kekacauan”

Kondisi “darurat” acapkali dihadapi oleh seorang Ibu dalam dinamika hidup hariannya. Sebagai emak siaga, tentunya sebagian dari kita sudah sangat akrab dengan “panggilan-panggilan” sayang dari Ananda ๐Ÿ™‚

Jumat lalu, ada kejadian unik yang saya alami bersama the bocils tentu saja. Kejadiannya sederhana yaitu anak mengompol namun karena waktu dan tempat yang istimewa maka dapat digolongkan menjadi kondisi darurat ๐Ÿ˜€ Mumpung dulu ada cerita serupa dengan waktu dan lokasi berbeda saya juga mencoba mengulas (halah, apa ini bahasanya) di postingan ini. Siapa tahu bisa jadi referensi saat emak2 siaga mengalami kondisi serupa. Saya urutkan berdasarkan kronologis kejadian, jadi yang diceritakan peristiwa yang terjadi duluan ya.. Continue reading

Advertisements

Spiritual and Edu-Trip with Kiddos: Sebuah Catatan Perjalanan (Overview)

Safar…

20171227_111939
Perjalanan panjang kami sekeluarga akhir tahun ini direncanakan sejak 2016 (saat menunaikan ibadah haji, salah satu do’a yg konsisten saya baca adalah agar dimampukan oleh Allah utk mengajak anak2 ziarah ke tanah Haram, berdoa di depan ka’bah, mengunjungi tempat2 bersejarah dlm perjalanan hidup Nabi dan para Sahabat, tak lupa ziarah juga ke makam Mbah Uti nya di Baqi’

Bismillah.. sejak awal 2017 saya sdh mulai rajin mengikuti info2 umrah backpacker, hingga menemukan ada paket yg tdk murni backpacker, namun masih maju mundur dg angka tabunganย ๐Ÿ™‚

Menjejak usia 32 tahun pertengahan 2017 lalu, suami tercinta memberi kado terindah melalui kalimat, Bismillah.. Yuk gpp daftar umrah kita berlima utk akhir tahun nantiย ๐Ÿ™‚ย Semoga Allah selalu memberikan rizqi terbaik utk suami tercinta ini ya Rabb..


Alhamdulillah, Allah juga masih menitipkan rizqi utk memberangkatkan umrah Mbah Kung dan Yangti melalui hasil usaha kecil2an jualan buku..


Setelah melalui masa persiapan yang luar biasa karena ada berbagai adjustment seperti Kaka yg sdg tahfidz di luar pulau, vaksin yg sempat habis di kota kecil kami, biidznillah, kami ber7 bs menjejak di belahan bumi Allah lainnya..

Karena setelah post beberapa foto di media sosial banyak yang bertanya tentang persiapan dan lainnya, saya coba tuliskan di blog ini pada postingan berikutnya, semoga bisa bermanfaat bagi teman-teman yang memiliki rencana mirip seperti kami.


Berkahilah perjalanan kami ini ya Rabb..

Continue reading

Skenario Allah untuk Kaka

Bismillahirrahmanirrahiim

Setelah hampir sebulan berniat mencatat tentang perjalanan berliku kami membersamai Kaka Faza, alhamdulillah Allah berikan jalan lewat pertanyaan sahabat saya tercinta mengenai lembaga tempat Kaka menuntut ilmu Qur’an sekarang ini.

Awalnya tidak ada yang istimewa dengan dini hari saat saya terbangun di tgl 9 Oktober 2017. Ritual andalan pun masih seperti biasa, hingga setelah menunaikan sholat shubuh, saya membuka HP dan terkaget2 dengan pesan yang saya baca Continue reading

Petikan Hikmah dari Seminar Keluarga “Merawat Cinta Sampai Ke Surga”

Bismillahirrahmanirrahiim

Disampaikan oleh: Ust. Cahyadi Takariawan

Ditulis oleh: Ummu Qonita (yang masih berjuang utk mengikat ilmu melalui tulisan)
Sebagai warga pendatang di sebuah kota kecil dan warga yang tinggal di tengah rimba, seminar semacam ini bagi saya selalu menjadi bagai sebuah oase untuk bisa meneguk sedikit ilmu dari ahlinya.
Ust. Cahyadi memang bukan sosok dengan latar belakang psikolog, namun pengalaman beliau selama 17 tahun menjadi konselor sukarela di area rumah tangga dan pernikahan menjadikan hal2 yang beliau sampaikan selama kurang lebih 3 jam kepada peserta terasa demikian lekat dengan keseharian kami.
Tokoh alim ulama hingga filsuf dan ideolog dalam hal keluarga sepertinya sehati menyatakan bahwa peran sebuah keluarga begitu penting bagaikan miniatur sebuah negara.
*”Cinta, kasih sayang dan kemesraan hubungan yang diperoleh anak2 dlm keluarga merupakan sesuatu yang dapat mencetak jiwa dan perilaku sosial serta politik mereka dlm kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara” Hibah Rauf Izzat – 1997*
Walaupun kutipan di atas mengacu pada kasih sayang pada anak2, sesungguhnya akar utamanya juga adalah pada hubungan ayah dan ibunya. Oleh karenanya, menjaga keharmonisan hubungan dengan pasangan dapat dihukumi wajib dalam kehidupan berumah tangga.
Secara singkat ada 5 langkah menciptakan kebahagiaan keluarga:

๐Ÿ’Œ Kuatkan *PONDASI* Keluarga

๐Ÿ’Œ Kenali *BAHASA CINTA* Pasangan

๐Ÿ’Œ *Saling menyesuaikan diri* dengan pasangan

๐Ÿ’Œ Terima *PENGARUH* dari pasangan

๐Ÿ’Œ Menjadi *SAHABAT SETIA* bagi Pasangan
Dari pemahaman yang saya dapatkan saat seminar, penjabaran masing2 langkah adalah sebagai berikut:
1โƒฃ *Kuatkan Pondasi Keluarga*
Tanyakan kembali pada diri sendiri dan pasangan Anda, apa sebenarnya motivasi yang ada saat akan menikah. Jika jawabannya masih cukuo klise seperti karena cinta, karena ingin bahagia, maka mungkin sekaranglah saatnya diluruskan๐Ÿ˜Š
Mengapa???
Karena cinta pada pasangan akan mudah goyah jika tidak dilandasi dengan hal lain yang lebih fundamental.
Karena harapan tentang kebahagiaan kadang begitu semu, setelah menjalani pernikahan akan sangat terasa bahwa masa euforia bagi sebagian orang terasa sangat singkat dan harus dilanjutkan dengan perjuangan.
Maka tidak salah jika menikah disebutkan sebagai pelengkap separuh agama, karena pernikahan adalah ajang beribadah dengan durasi terlama yang tentu membutuhkan keistiqamahan luar biasa.
Dan menjadi tidak berlebihan jika ditemui dalam Alquran frase Mitsaqan Ghalizha muncul sebanyak tiga kali, yaitu dalam surat An Nisa ayat 21, An Nisa ayat 154, dan Al Ahzab ayat 7. Hanya di surat An nisa ayat 21 yang terkait pernikahan, dua ayat lainnya berkenaan dengan perjuangan dakwah Nabi. Masya Allah jadi demikian beratnya tanggung jawab bagi suami dan istri sehingga oleh Allah digunakan frase yang sama untuk menggambarkan beratnya perjuangan dakwah Nabi.๐Ÿ˜ญ
Sungguh, pada bagian ini berulang kali saya harus menunduk agar air mata yang jatuh tak terlihat oleh peserta lain.
Air mata makin tak terbendung saat Ust Cahyadi menyatakan bahwa visi dan motivasi tertinggi dan yang seharusnya dimiliki oleh semua keluarga muslim adalah *berkumpul di surga*. Bisa dirujuk juga ke QS Ath Thur 21 dan Ghafir 8.
Maka, jika di dalam perjalanan berumah tangga kadang merasa lelah, berat, serta terbebani, jangan menyerah.. Karena kelelahan itulah yang mungkin akan menjadi tiket kita menuju surga.ย  Continue reading

Math Around Us (1): Ada Angka di balik Makaroni Keju

Kamis lalu, tanggal 20 Juli 2017 pass bangett saat dimulai periode tantangan Bunda Sayang chapter 6 tentang Math, si Kaka ngajak bikin makaroni rebus keju… Kebetulan juga bunda pengen bikin Kroket Makaroni ala2 dengan beberapa bahan yang pas ada di kulkas.. berjibaku lah kami di dapur sesorean itu.. Continue reading

My Best Friend, My Ex Rival….. My Beloved Sister

The best thing about having a sister was that I always had a friend.

Duluuu ya.. beberapa belas tahun lalu, saya merasa sangat insecure atas kehadiran adik perempuan saya ๐Ÿ˜€ Betapa tidak? Prestasinya hampir selalu mengungguli saya, hafalan qurannya lebih banyak dari saya, dan yang jelas.. dia jauh lebih kalem dari saya. Beberapa kali saya merasa Ibu “kurang adil” dalam memperlakukan kami, kayaknya adik lebih dijaga dan disayang ketimbang saya ๐Ÿ˜€ Continue reading

Menyusun Resolusi Keluarga dan Quick Win untuk Anak

Setelah sekian lama janji untuk memposting file dan panduan ala-ala kami dalam menyusun resolusi keluarga serta quick win untuk anak-anak. Alhamdulillah, dorongan japri dari para bunda yang ga sabar download menjadi dorongan pula bagi saya untuk segera memposting dengan menyampaikan beberapa panduan ala-ala kami.

Sungguh, ini masih sangat sederhana dan banyak kekurangan sana sini, namun berbagi tidak perlu menunggu sempurna bukan? Hihi, dengan saya posting di sini saya berharap dapat banyak masukan sehingga bisa diperbaiki lagi di bulan-bulan berikutnya… Ditunggu yaa comment nya di kolom comment.. Comment terfavorit dapat hadiah Buku Catatan Seru Ramadhan Kami yaa… kan beberapa bulan lagi akan masuk bulan Ramadhan ๐Ÿ™‚

Nah, ini adalah filenya.. Continue reading

Resolusi Keluarga, Quick Win for Kids

Sejak kemarin pagi, saya mendapat tugas negara dari Suami untuk melanjutkan draft Quick Win 2017 untuk 3 anak kami. Alhamdulillah, pagi ini berhasil selesai walaupun rangkaian bulanan Feb-Des belum final. Semoga cerita kami ini bermanfaat untuk Ayah Bunda lainnya.

Biasanya, saya dan suami masing-masing menyusun resolusi pribadi kemudian ditunjukkan satu sama lain, pun demikian untuk anak-anak biasanya dalam bentuk outcome, misalnya apa saja capaian yang ditargetkan. Dari hasil evaluasi suami, jika resolusi untuk anak hanya berupa outcome akan sulit dievaluasi di tengah tahun. Karenanya, kami mencoba metode baru yaitu dengan menyusun Quick Win bertahap. Kira-kira teknisnya begini:

  • Awali dengan menyusun daftar quick win apa saja untuk masing-masing anak (ini juga bisa digunakan untuk kami yang dewasa)
  • Kemudian saya kelompokkan per aspek agar mudah dan nyaman dilihat. Aspek versi saya (Spiritual, Literacy, Learning, Soft skill & Life Skill, Project&Experience, dan Sharing, Sport&Leisure)
  • Setelah jadi yang versi tahunan, kemudian saya susun per bulan agar jelas tahapannya
  • Setelah jadi versi bulanan, baru dibreakdown menjadi mingguan bahkan harian

Butuh waktu lama? Iya, lumayan. Tapi mengingat manfaatnya yang bagi kami akan sangat maksimal dalam memonitor capaian kami sekeluarga maka saya berupaya menyusun template di excel seperti ini.. Continue reading

Membersamai… Bukan Sekedar Bersama…

Mungkin saya termasuk sedikit orang yang ย baru paham makna “membersamai” seutuhnya. Makna membersamai yang mendalam saya dapatkan sebulan terakhir ini saat menghabiskan waktu liburan sekolah lengkap dengan paket tiga anak.

Mengapa saya sebutkan bahwa membersamai bukan sekedar bersama, karena setiap hari pasti kita lama sekali bersama dengan anak-anak, namun belum tentu membersamai mereka. Membersamai bisa dimaknai sebagai quality time yang sesungguhnya. Saya sendiri membersamai mereka dalam makna mengikuti saja apa yang sedang ingin mereka lakukan (tentunya tetap melakukan ibadah wajib dan standar kegiatan yang sudah disepakati bersama di keluarga).

Saya jadi paham bahwa membersamai justru menelurkan konsep “Inside Out” yang sesungguhnya, mereka jadi keluar sendiri fitrah belajarnya, fitrah keimanan, fitrah bakat, dan fitrah lainnya.

Kakak Faza,

Saya takjub pada niat kuatnya memulai bisnis Slime dan Squeezy (bener gini ga ya tulisannya) bersama sahabatnya Icha. Dia mulai survei pasar, mencari supplier di online (dari BL, Tokped, Shopee, hingga cari-cari link ke Asemka dll). Selain karena suka pada mainan ini, saya pernah cerita tentang Nara seorang anak yang berbisnis slime dan bisa banyak sedekah dari hasil penjualannya itu. Tekun memperhatikan langkah-langkah membuat slime dari tutorial di youtube. Bahkan sudah mengatur job desc dengan partner usahanya yaitu Icha. Continue reading