Jurnal Pengasuhan Feb 2016

Ufhhh Senang rasanya menulis kembali setelah beberapa minggu terakhir ini saat membuka laptop hanya bisa menyiapkan event kopdar HeBAT Community dan edit serta finalisasi buku coret2an saya untuk Kaka yang mau dicetak.

Bulan ini…

Awal bulan kami family trip ke Balikpapan, seru-seruan liat beruang madu, ke pantai Lamaru, belajar tentang hal baru bahwa kadang ada orang yang punya niat tidak baik ngambil sandal kami sekeluarga kecuali milik Ayah :D, beli buku, nyari kacamata untuk bunda ๐Ÿ™‚

Tanggal 14 Feb kami jadi host untuk Festival Dolanan Tradisional di lapangan cricket komplek tempat kami tinggal, acaranyaaa seruuu sekaliii… ๐Ÿ™‚ semua heppi..

Tanggal 20 Feb nya kami jadi host juga untuk seminar dan kajian Parenting “Fitrah Based Education” dari Ust Harry yang berkenan datang jauh2 dari Jakarta.

Nah, sekarang update tentang bocah-bocah.. Continue reading

Diskusi HE BPA Kalimantan- Menjadi Sahabat Bumi

Tema Diskusi : Menjadi Sahabat Bumi
๐Ÿ™ŽNarasumber : Dian Kusuma Wardhani, ST, MT
โฐWaktu : Rabu 29 April 2015

๐Ÿ“๐Ÿ“๐Ÿ“-P R O L O G –๐Ÿ“๐Ÿ“๐Ÿ“

โ”โ”Mengapa menulis SAHABAT BUMI & KOTA KITA?
โžกJika kita menyentuh hati seseorang saat ia masih ansak-anak, maka kepedulian akan melekat hingga ia tumbuh dewasa karena pada faseย  anak-anak itulah saat yang paling tepat dalam membentuk sebuah karakter.

Sehingga membentuk generasi yang berempati dan peduli terhadap permasalahan kota.

Harapannya, anak-anak akan mampu menjadi penyelamat bagi kota di masa mendatang.
๐Ÿ‘‰Konsep Dasar:
๐Ÿ’ฌMenggugah awarness anak-anak
๐Ÿ’ฌMenumbuhkan empati dan perasaan memiliki anak-anak
๐Ÿ’ฌMengenal konsep keberlanjutan secara FUN
๐Ÿ’ฌMemperkenalkan elemen kota secara sederhana
ikut menjaga dan merawat Bumi
๐Ÿ’ฌMenjadi bagian dari solusi Continue reading

Resume Hasil Diskusi HE BPA Kalimantan dengan Pak Bukik Setiawan

Senin 20 April 2015
๐Ÿ”ถTema Diskusi / Judul Bukuย  : Anak Bukan Kertas Kosong
๐Ÿ”ถNarasumber / Penulis : Bukik Setiawan

ย ย  ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ -P R O L O G- ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ๐ŸŒฟ

Banyak orang tua senang ketika anaknya punya kegemaran, seperti bermusik, mengamati bintang atau bermain matematika, tapi mereka tidak setuju ketika anak memilih sekolah atau berkarir sesuai kegemarannya itu.

Respon orang tua itu wajar karena memang belum ada panduan yang menghubungkan antara kegemaran di masa kecil dengan karir gemilang di masa dewasa. Tanpa panduan, orang tua cenderung memilih jalan aman: mendorong anaknya mengikuti karir orang tua atau yang sedang jadi tren. Akibatnya, kita melihat banyak orang berkarir tidak sesuai bidang pendidikannya atau tidak sesuai kemampuan terbaiknya

Bagaimana sebenarnya rute dari kegemaran di masa kecil menuju karir gemilang di masa dewasa? Dalam buku Anak Bukan Kertas Kosong, saya menjelaskan tentang siklus perkembangan bakat anak yang terdiri dari empat fase: Eksplorasi, Belajar Mendalam, Arah Karir dan Berkarir. Continue reading