Metamorfosa Sang Bunda (8)

Pekan ke-4 di tahap ulat-ulat makin memicu adrenalin saya… Rasanya seperti berlomba mencari ilmu, dan sungguh benar apa yang dikatakan ulama terdahulu. Ilmu itu semakin dicari dan dipelajari justru membuat kita makin merasa bodoh dan merasa banyak belum tahu apa-apa.

Memilah sekian ribu ilmu bertebaran baru di kancah dan ranah BunCek ini saja rasanya seperti harus mengerem dalam nafsu untuk melahap setiap hidangan ilmu yang ada. Bolak balik saya meilirik mind map saya untuk mengembalikan lagi kadar impulsif yang meninggi akibat haus info sana sini.

Saya memutuskan masih menetap di satu keluarga dahulu, namun menonton beberapa live dari keluarga lain yang saya butuhkan sesuai mindmap saya.

Secara garis besar, makanan utama yang saya lahap pekan ini tergambar di foto berikut

Di keluarga bisnis Bunda Cekatan kami berdiskusi tentang bagaimana bersinergi dengan pasangan, terutama untuk urusan usaha, namun bagi saya ilmu tersbeut bermanfaat juga untuk mensinergikan hubungan bersama pasangan untuk urusan berkomunitas dan juga kegiatan lainnya.

Kemudian kami juga berdiskusi terkait bagaimana merekrut reseller dan tips membangun tim yang solid. Karena bagi saya tim reseller bukanlah sekedar bagian dari tim penjualan melainkan juga sebagai keluarga yang akan tumbuh berkembang bersama.

Di keluarga bisnis, saya membagikan sedikit ilmu dan pengalaman terkait pengelolaan keuangan usaha juga berbagai jenis software untuk pengelolaan keuangan usaha.

Sementara dari FB Live keluarga lainnya saya menimba ilmu terkait public speaking dan bersahabat dengan Alquran yang sesuai dengan mind map saya. Public speaking terkait dengan bagaimana memberdayakan komunitas dan bagaimana mengajar yang efektif. Sedangkan Qur’an adalah bagian dari pendidikan bersama buah hati dan program pembelajaran seumur hidup.

Family Day, Nobar, Belajar Seru Bareng…

Sejak 10 tahun lalu, keluarga kami memutuskan tidak menyalakan channel televisi di rumah. Namun demikian, TV layar datar masih kami sediakan sebagai media belajar kami bersama, sesekali kami nyalakan channel televisi hanya untuk momen tertentu. Misalnya saat Hari Raya, agar kami tahun suasana Idul Fitri di kota dan negara lain, atau saat ada peristiwa besar tertentu seperti meninggalnya Pak Habibie, Jatuhnya pesawat, bencana alam dan beberapa momen tertentu saja.

Nah, di hari libur yaitu Sabtu Ahad, terkadang kami siapkan film edukasi seru untuk ditonton bersama kemudian didiskusikan bareng dengan santai saja (jangan dibayangkan kayak bedah film formal). Film apa yang ditonton, sebelumnya hanya kami pilihkan film Indonesia atau yang sudah didubbing ke bahasa Indonesia, karena kemampuan membaca teks anak-anak belum mahir. Alhamdulillah, setelah Kakak dan Mas lihai membaca cepat teks kami berikan film yang berbahasa asli Inggris dengan teks Bahasa.

Misalnya film apa? Sepatu Dahlan, Rumah Tanpa Jendela, Jembatan Pensil, Garuda di Dadaku, Laskar Pelangi, Negeri 5 Menara, Finding Nemo, dan berbagai judul film lainnya. Sabtu kemarin ini kami nonton genre film baru bagi anak2. Saya awalnya pengen ngetes saja, kalau jenis film begini kira2 mereka paham dan suka atau tidak. Judulnya The Blind Side. Sudah pada pernah nonton donk ya? Ini salah satu film favorit saya jg dulu πŸ™‚ jadi sambil mengenang masa muda gituuuh… πŸ˜€

Ternyata semuaaa sukaaa πŸ˜€ Filmnya memang bagus banget, terus sengaja pilih ini karena ceritanya diambil dari kisah nyata, latarnya tentang keluarga, pesan dan valuenya juga banyak serta bernilai, akting pemainnya keceh2, pas ngobrol tentang apa yang didapat dari nonton film ini mereka jadi ngeh jadi orang kaya itu bagus selama selalu memiliki dorongan berbagi, ga sombong, rendah hati. Terus setiap anak pasti memiliki kelebihan, walau Big Mike hampir di setiap nilai buruk tapi naluri melindunginya tinggi dan bakat olahraganya juga menonjol. Kemudian, ga ada yang gak mungkin. Walau di awal nilainya Big Mike rendah banget, setelah guru privatnya mengajar dan dia belajar sungguh-sungguh, setidaknya dia bisa menembus batas minimal IPK untuk diterima di Universitas. Daaan masih banyak lagi…

Oh iya, jangan lupa kalau pakai TV ortu harus siaga memegang remote, karena khas film Barat ada beberapa adegan pillow talk yang tidak bisa dilihat anak yaaa.. πŸ˜€ Walaupun suami istri tapi tetap saja laahhh ya, bukan untuk konsumsi anak2 Kalau ga salah ada 3 scene beberapa detik yang perlu kami sensor πŸ˜€

Banyak adegan mengharukan dan bikin meleleh, salah satunya pas Leigh Anne bacain cerita untuk SJ dan Big Mike, kmdn Collin masih tersenyum di balik pintu mnegenang masa-masa storytelling di masa kecilnya. Masyaa Allah jadi makin semangatt yaa untuk istiqomah berkisah dan membacakan buku untuk anak..

Selamat berquality time dengan keluargaaa πŸ˜€

Alternatif Belajar Bahasa Inggris via Online

Akhir tahun 2018 lalu, alhamdulillah Kak Faza telah menyelesaikan sesi belajar Bhs Inggris online via Duo Lingo (aplikasi ini gratis dan tidak hanya menyediakan pilihan materi Bhs Inggris namun juga ada pilihan bahasa lainnya). Review tentang Duo Lingo, bagi kami alhamdulillah sangat membantu ada level dan tema-tema tertentu. Namun, salah satu tantangannya adalah terkadang Duo Lingo tidak bisa menerima terjemahan dengan padanan katanya, sehingga walau sebenarnya jawaban si anak betul tetap dianggap salah πŸ™‚ Ini agak mengganggu di level-level akhir, alhamdulillah di level awal semua berjalan lancar.

Nah, seusai menggunakan Duo Lingo yang alhamdulillah sangat membantu menambah kosakata Kaka, tantangan berikutnya adalah bagaimana kaka bisa handal pula dalam membaca dengan ejaan bhs Inggris yang benar dan pengucapan sesuai native. Mencoba browsing sana sini dan menemukan beberapa alternatif berikut:

  • Reading Eggs –
    Ayah bunda yang tertarik mengeksplor lamannya bisa klik di http://www.readingeggs.com Di sana ada tingkatan levelnya, per levelnya asyik seperti game, jadi tidak terasa bahwa anak sedang belajar. Mirip dengan IXL (situs belajar online Math) ada laporan kemajuan yang bisa dijadikan bahan evaluasi ortu atau guru, ada juga point rewards yang bisa ditukar dengan β€˜mainan’ yang ada di web tersebut. Materi yang disajikan hanya seputar reading, tetapi ada juga materi yang bisa diunduh dan dicetak namun seperti laman lainnya, jika mengunduh akan membutuhkan waktu yang lebih lama. Laman ini adalah situs belajar berbayar tapi tetap bisa mencoba free trial untuk level dan periode tertentu.
  • Starfall – Di laman ini menawarkan “learn to read with phonics, learn math”, tidak menyediakan level, “reward” dan juga tidak ada laporan untuk member tipe keluarga. Bentuknya mirip sekali dengan game tapi juga berbayar.
  • Raz Kids – Kami sendiri akhirnya memilih laman berbayar ini sebagai media belajar Kaka Faza untuk memperdalam Bhs Inggris utamanya untuk menambah kosakata, mendengarkan bagaimana setiap kata dan kalimat dibaca oleh native, serta memahami isi bacaan melalui quiz yang disediakan. http://www.raz-kids.com menyediakan lebih dari 400 buku dengan tingkat kesulitan berjenjang yang bisa didengar versi audio, dilihat bacaan dan gambarnya, fitur untuk merekam suara anak agar bisa dievaluasi lafal serta ejaannya, juga quiz untuk dijawab sehingga anak belajar memahami teks tersebut. Terdapat report dan reward bagi anak.
Tampilan Reading Eggs

Bagaimana cara belajar di Raz-Kids?

  1. Masuk ke laman http://www.raz-kids.com pilih kids login (masukkan nama guru, kemudian username dan password anak) Bagi yang ingin ikut kelas bersama agar memperoleh akun dengan rate khusus komunitas dapat menghubungi bit.ly/InfoRazkids
  2. Pilih level yang diinginkan, Faza memulai dari level aa
  3. Dengarkan audio sambil membaca teks dan melihat visual bukunya
  4. Opsional untuk merekam suara anak atau jika didampingi bisa langsung minta anak untuk membaca ulang dan review apakah ejaan dan lafalnya sudah benar
  5. Anak dapat mengerjakan quiznya untuk mengevaluasi apakah ia benar telah memahami teksnya, bagian ini menurut kami yang terpenting karena dalam ilmu literasi bagian inilah yang membangun logika berpikir sang anak dalam memahami teks dan bahasa.
  6. Anak akan mendapat poin di setiap pengerjaan yang dapat digunakan untuk membangun robot atau jenis lainnya di segmen apresiasinya.
Tampilan setelah login
Reading Room
Leveled Books
Contoh level aa
Contoh Level D

Rekomendasi Buku untuk Anak Usia 1 – 5 tahun

Saat berdiskusi bersama peserta KulGram Cinta Literasi beberapa waktu lalu, beberapa orang bertanya ttg buku apa ya yang direkomendasikan untuk dibaca bersama ananda yang berusia 1-5 tahun. Pas banget, pekan ini jadi tema juga di Rabu Menggebu Kampus 2 Kalimantan πŸ™‚

Walhasil, bertekadlah saya menuliskan rekomendasi versi keluarga kami ini untuk para bunda-bunda keceeh.. Semoga bermanfaat πŸ™‚

Saya akan membagi rekomendasi buku ini per tema ya…

  • Fitrah Keimanan – termasuk di dalamnya tauhid/aqidah, akhlaq; kisah keteladanan para Nabi, orang sholih, dan tokoh inspiratif; imaji positif terhadap agama dan ibadah; nilai-nilai kebaikan.

Continue reading

Cara Belajar untuk 3 Gaya Belajar

Pernah stres karena bingung mendapati buah hati yang masya Allah sulit diajak duduk tenang belajar, atau susah mendengarkan perintah, atau kalau belajar malah lebih masuk materinya pas sambil lari-lari?

Saat belum membaca detail tentang 3 gaya belajar yang disampaikan Deporter dalam bukunya Quantum Learning, saya juga sempat kurang sabar dengan gaya si sulung yang kinestetik visual, si tengah yang auditori visual, dan adek ketiga yang sepertinya visual kinestetik.

Bagi ayah bunda yang masih bingung, semoga rangkuman kuesioner yang saya rangkum dari Quantum Learning dan berbagai sumber ini bisa membantu Continue reading

Resume Materi KulWhApp oleh Ibu Diena Syarifa: Magang Level 1 Usia 10 – 13 tahun (setara SD kelas 4-6)

Dulu, saya termasuk yang sangat skeptis dengan istilah magang, asosiasinya kadang terhubung kurang baik dengan aktifitas monoton yang tidak memerlukan keahlian tertentu, seperti hanya mondar mandir dari ruang arsip ke tempat fotokopi dan beberapa aktifitas kurang “seru” lainnya. Namun, di materi ini yang dibahas adalah magang yang terstruktur. Gimana tuh? Magang ini sebagai media untuk menajamkan potensi anak sehingga anak diharapkan memiliki karir sesuai passion yang produktif mencakup 4E (enjoy, easy, excellent, dan earn).

Nah, sebagai ortu dari 3 anak homeschooler, terutama karena putri pertama kami bulan Nov 2018 ini menjejak di usia 10 tahun, maka kami merasa harus mendalami materi ini. Materi ini disampaikan oleh Ibu Diena Syarifa (ABHome, Bogor) dan resume ini saya susun sebagai peserta yaitu Naila M Tazkiyyah (mom of trio homeschooler yang berdomisili di Sangatta)

Untuk memperjelas, di materi awal pemateri Kul WA ini memberikan gambaran dari aspek: Continue reading

Mengapa (Akhirnya) Memilih HS?

Postingan ini sudah ngendon lamaaan sekali di draft blog ini πŸ™‚ Gak selesai – selesai menuliskan jalan berliku membersamai anak-anak hingga kami memilih homeschooling sebagai pilihan metode belajar anak-anak kami.

Menjadi keluarga homeschooler di kota besar mungkin telah banyak dimaklumi, namun menjawab “homeschooling” saat ditanya sekolah di mana anaknyaΒ  di sebuah kota kecil memicu banyak tanda tanya di kebanyakan orang yang bertanya pada kami atau anak-anak. Eh, tapi gak juga ding, saat beberapa kali konsul ke dokter di Jakarta beberapa waktu lalu, sebagian dokter juga keheranan dengan pilihan ini πŸ™‚ Continue reading