Mendidik Anak Cerdas Finansial Sejak Dini

Mendidik anak agar bisa mengatur dan menggunakan uangnya sejak dini akan membuat mereka menghindari sikap boros di masa depan. Jika sejak kecil pemahaman tentang cara mengatur uang, mengatur kebutuhan, dan keinginan sudah tertanam dengan baik,maka saat dewasa mereka akan terbiasa dan secara langsung bisa mengatur uangnya. Apalagi jika kelak mereka sudah bekerja dan mampu menghasilkan sendiri.

IMG-20160421-WA0012

Agar anak bisa cerdas finansial, orang tua harus membiasakannya sejak dini. Bahkan sejak mereka tahu bahwa uang bisa digunakan untuk membeli barang.Orang tua harus mulai mengajarkan apa itu uang dan bagaimana cara mendapatkannya. Jika Anda ingin mendidik anak cerdas finansial sejak dini, berikut ada beberapa cara sederhananya: Continue reading

Tips Memberikan Uang Saku Rutin pada Anak

Memberikan uang saku kepada anak sama halnya dengan mendidik anak untuk mampu mengelola keuangannya sendiri. Membuat mereka tahu cara membelanjakan uang, bagaimana berhemat, hingga menentukan skala prioritas barang yang perlu dan tidak perlu dibeli. Sayangnya, jika sejak dini anak tidak mendapatkan pendidikan perihal uang saku, dia tidak akan pandai mengatur uang dan akan menjadi boros.

IMG-20160421-WA0012

Untuk mengatasi hal-hal semacam ini, orang tua harus tahu dan paham cara memberikan uang saku yang tepat. Berikut beberapa pedoman singkat tentang cara memberikan uang saku kepada anak agar mereka tak boros dan paham apa arti uang sebenarnya. Continue reading

Behind the Scene Penulisan Buku Harian Anak Cermat

#Catatan ini ditulis sebagai penyemangat para Ibu dan Perempuan lainnya yang memiliki passion menulis atau sekedar ingin berbagi pengalaman dan ilmu lewat tulisan

Walau niat menulis sebuah buku hasil tulisan pribadi dengan ide sendiri telah lama menari-nari dalam pikiran saya, namun sebelumnya bagi saya itu hanya “mimpi” yang masih lama terwujud. Sampai dengan akhir tahun 2015 lalu, dengan izin dari Allah saya mencoba mendobrak wacana mimpi tersebut, daan alhamdulillah Buku Harian Anak Cermat lahir tepat hari ini ditandai oleh keluarnya ia dari percetakan ke lokasi para distributor untuk diteruskan ke reseller dan pembeli satuan.

cover BHAC.jpg

Posting tentang bagaimana persiapan teknis menerbitkan indie sebuah buku akan saya tulis terpisah, di tulisan ini saya ingin “curhat” dulu tentang bagaimana terus memompa semangat dalam usaha mendobrak wacana mimpi tersebut.

Jadi, di balik buku sederhana yang akhirnya lahir juga hari ini, terdapat: Continue reading

Baca Buku: Bang Ali, Demi Jakarta 1966-1977

Saya (Bang Ali, red) bermalam di desa-desa pinggiran itu, yang letaknya hanya beberapa kilometer dari pusat kota. Kunjungan saya ke desa-desa di pinggiran Jakarta Timur mengorek banyak masalah yang audzubillah. Masyarakat yang terbelakang dengan kondisi social ekonomi sebanding dengan kelurahan terbelakang di pulau Jawa. Lurah banyak yang buta huruf, sisa tukang pukul tuan tanah dulu. Saat mendengar lurah berpidato, ucapannya kacau, saya jadi makin kecut. Di Kelurahan Setu kasus Lepra tak terurus, di semua kelurahan banyak anak berperut buncit, gusi merah dan mata melotot. Dikutip dari halaman.146

Sampul buku

Sampul buku

OOT: Pak Harto pas muda cakep juga yakkk... :D

OOT: Pak Harto pas muda cakep juga yakkk… 😀

Sekali waktu malam saya (Bang Ali, red) lewat Taman Suropati. Ada patung kartini di sana, harusnya ada tiga patung, namun mengapa saat itu saya lihat ada empat. Saya mendekat, ternyata patung ke-4 adalah gelandangan tua sakit yang sedang tiduran di antara patung tersebut. Segera saya minta polisi bertugas untuk membawa gelandangan tersebut ke RS. Continue reading

Baca Buku: 7 Kaidah Utama Fiqh Muamalat (Yusuf Al-Qardhawi)

Bismillahirahmanirrahiim…

Ali bin Abi Tholib mengatakan,

مَنْ اتَّجَرَ قَبْلَ أَنْ يَتَفَقَّهَ ارْتَطَمَ فِي الرِّبَا ثُمَّ ارْتَطَمَ ثُمَّ ارْتَطَمَ

Barangsiapa yang berdagang namun belum memahami ilmu agama, maka dia pasti akan terjerumus dalam riba, kemudian dia akan terjerumus ke dalamnya dan terus menerus terjerumus.”

Lihatlah pula apa kata ‘Umar bin Khottob radhiyallahu ‘anhu. Ia berkata,

لَا يَتَّجِرْ فِي سُوقِنَا إلَّا مَنْ فَقِهَ أَكْلَ الرِّبَا

Janganlah seseorang berdagang di pasar kami sampai dia paham betul mengenai seluk beluk riba.”

Merujuk pada buku terjemahan dari salah satu tulisan DR Yusuf Al Qardhawi yang berjudul 7 Kaidah Utama Fiqh Muamalat , saya mencoba meringkas poin – poin di buku tersebut.

1. Hukum dasar muamalat adalah mubah (boleh) sehingga saat meragukan sesuatu transaksi yang harus dicari adalah dasar pelarangannya, jika tdk diharamkan maka transaksi tersebut diperbolehkan

2. Patokan yang jadi pegangan adalah maksud dan substansi, bukan redaksional maupun penamaannya.

Dalam akuntansi, istilah ini dikenal dnegan substance over form. Misalnya ada orang yang mengatakan “mobil ini aku pinjamkan kepadamu dengan ganti biaya operasional sebesar Rp 500.000 ke Bandung” maka yang terjadi adl transaksi sewa menyewa bukan pinjam meminjam

3. Diharamkan memakan harta orang lain secara tidak benar

Contohnya, diharamkan menerima zakat atau sedekah bagi orang yang sesungguhnya mampu bekerja, meskipun ia sengaja berhenti bekerja hingga jatuh miskin demi mengandalkan meminta-minta.

Secara luas hal ini diartikan menguasai harta org lain tanpa suatu kompensasi berupa kerja, derma, atau waris melainkan dengan cara zhalim seperti pencurian, kecurangan, riba, suap, penimbunan, jual beli sesuatu yang tidak boleh diperjualbelikan, menyewakan barang yang tidak boleh disewakan. Sehingga, jual beli barang yang sdh kadaluarsa, makanan yang tercemar atau berbahaya bagi kesehatan juga termasuk dilarang.

4. Tidak boleh merugikan diri sendiri maupun orang lain

Perbuatan merugikan yang diharamkan tidak hanya yang dilakukan terhdap sesam muslim saja namun juga tdk boleh dilakukan kepada non muslim (selama nonmuslim tersebut hidup damai, tidak memerangi, tidak mengusir, tidak membantu musuh,)

Contohnya, jika ada orang yang mewasiatkan sesuatu dan mengistimewakan ahli waris satu dibanding ahli waris lainnya.

5. Memperingan dan Mempermudah bukan Memperberat dan Mempersulit

Hal ini dilakukan dengan cara menerima rukhshah (keringanan yang diperbolehkan), Memperhatikan hukum darurat, tidak mudah mewajibkan ataupun mengharamkan, adanya ruang yang luas untuk berbeda pendapat dan banyaknya sudut pandang mengenai persoalan yang diperselisihkan (tetap harus mengandalkan dasar hukum yang shahih), lebih memilih pada pendapat yang lebih mudah drpd yang lebih hati-hati, ketika dalil dua pendapat sama kuat (ini menurut pandangan pribadi penulis, walaupun beberapa ulama memilih untuk condong pada yang lebih berhati-hati)

6. Memperhatikan Keterpaksaan dan Kebutuhan

Kondisi terpaksa (darurat) untuk memperbolehkan hal yang diharamkan sementara kebutuhan yang berdasar pada prefrensi masing-masing individu tdk bisa menhalalkan yang haram. Hukum pengecualian yang berlandaskan kedaruratan pun sifatnya hanya sementara, setelah lenyap kedaruratan tersebut maka kebolehan itupun berakhir.

7. Memperhatikan Tradisi dan Kebiasaan Masyarakat yang Tidak Menyalahi Syariat

Contohnya adalah Al-Urf yang berlaku seperti, pembeli cukup membayarkan harga yang tertulis di cap harga sebuah barang tanpa ijab kabul karena ini bisa digolongkan sebagai al-mu’athat (serah terima tanpa ucapan apapun).

Wallahu a’lam bishawab, ini hanya ringkasan berdasarkan potongan kalimat yang saya baca, tentunya akan sangat baik jika didalami saat kita memasuki dunia bisnis atau dunia profesional lainnya yang erat kaitannya dengan muamalah. Berikut adalah beberapa hadist yang semoga makin menginspirasi kita untuk berjual beli sesuai syariah.

Dari Jabir bin ‘Abdillah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

رَحِمَ اللَّهُ رَجُلاً سَمْحًا إِذَا بَاعَ ، وَإِذَا اشْتَرَى ، وَإِذَا اقْتَضَى

Semoga Allah merahmati seseorang yang bersikap mudah ketika menjual, ketika membeli dan ketika menagih haknya (utangnya).” (HR. Bukhari no. 2076)

Yang dimaksud dengan “setiap jual beli yang mabrur (diberkahi)” adalah setiap jual beli yang diberi pahala di dalamnya atau secara syar’i, jual beli tersebut adalah jual beli yang sah, tidak ada penipuan di dalamnya, tidak ada khianat dan di dalamnya terdapat kemanfaatan bagi orang banyak dengan menyediakan hal-hal yang mereka butuhkan. Demikian dijelaskan oleh Al Munawi.

Continue reading

Al Ikhwan Entrepreneurship Day: Meneladani Rasulullah, Sang Pengusaha Ulung dan Terpercaya

Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya Allah SWT suka kepada hamba yang berkarya dan terampil. Barang siapa bersusah payah mencari nafkah untuk keluarganya, maka dia serupa dengan seorang mujahid fisabilillah.” (HR.Imam Ahmad)

“The diamond cannot be polished without friction, nor the man perfected without trials.” 

Salah satu tema belajar sambil bermain di program Ramadhan 1435H santri TPA Al-Ikhwan adalah meneladani Rasulullah SAW sebgaai seorang pengusaha yang sukses. Mengapa kami mengambil tema ini?

Pertama, kami ingin santri mengenal sosok Rasulullah bukan hanya sebagai da’i dan teladan aklak harian terbaik, namun juga mulai mengenal sisi lain kehebatan beliau sebagai pedagang yang sukses, jujur dan amanah.

Kedua, kami juga ingin santri memahami bahwa bekerja adalah sesuatu yang mulia juga tidak mudah dilakukan. Setiap hari kedua orang tua mereka mungkin ada yang hanya salah satunya bekerja untuk mencari nafkah, jika hanya dijelaskan secara lisan pasti pemaknaannya tidak akan semendalam saat mereka merasakan sendiri bagaimana sulitnya mencari uang.

Nah, di bawah ini adalah cerita panjang lebar proses dan cara belajar bersama para santri untuk memaknai 2 hal tersebut. Continue reading

A-D About SOP for SME

Sebagian dari Anda mungkin merasa ada yang salah dengan judul di atas, kok cuma A-D..? Iya, sengaja saya tulis hanya sampai F karena di bagian ini saya ingin mendiskusikan tentang 4 hal dahulu terkait Standard Operating Procedure bagi UKM. Agar lebih mudah dicerna, saya mencoba mendiskusikannya melalui tanya jawab sederhana?

SOP

Question/Statement: Saya tahu kok, SOP itu memang penting, tapi itu kan bagi UKM yang sudah siap diwaralabakan atau ingin diwariskan, kalau untuk wirausaha pemula seperti saya, itu masih urutan ke-75.

Answer: Betul bahwa SOP adalah menu wajib bagi UKM yang ingin diwaralabakan dan juga ingin diwariskan, jikapun Anda belum akan melakukannya dalam waktu dekat SOP tetap penting dibuat agar pelanggan Anda memiliki standar kepuasan tertentu, pun demikian dengan karyawan yang membantu usaha Anda. Lho, apa hubungannya? Continue reading

Pricing Strategy dan Perhitungan HPP pada UKM

Saat baru memulai usaha atau saat akan memperkenalkan produk baru beberapa pengusaha kesulitan menemukan cara yang pas untuk menentukan harga, apalagi jika produk atau jasa yang akan diperkenalkan bukan sebuah produk yang sudah banyak beredar di pasaran, walhasil kebanyakan menggunakan strategi coba-coba atau mengandalkan insting untuk menentukan harga yang sesuai bagi produk mereka tersebut.

Nah, inilah pentingnya kita memahami makna HPP (harga pokok penjualan) dalam bahasa Inggris seringkali disingkat menjadi COGS (Cost of Good Sold) atau Cost of Sales. Kenapa penting? Karena saat kita tidak memiliki clue apapun untuk menetapkan harga, angka total HPP ini akan menjadi clue berharga bagi kita dalam proses penentuan harga tersebut. Continue reading

Mengenal Lebih Dekat Laporan Keuangan bagi UKM (Part 4 of 4)

Pada post ini kita akan membahas laporan keuangan terakhir yang ada di rangkaian laporan keuangan sederhana yang ada. Apakah itu?? Laporan ini disebut catatan laporan keuangan. Walaupun hanya berupa “catatan”, namun laporan ini adalah laporan yang tidak terpisahkan dari keseluruhan laporan keuangan yang ada. Melengkapi post-post sebelumnya di sini, sekarang kita akan lihat lebih jelas apa yang dimaksud catatan atas laporan keuangan ini. Continue reading

Mengenal Lebih Dekat Laporan Keuangan bagi UKM (Part 3 of 4)

Sekali lagi tentang Laporan keuangan.. Kali ini bahasan ketiga masih inget donk ya, dua yang terdahulu.. 🙂
Yupss, yang pertama dibahas adalah laporan laba rugi: di mana kita bs tahu detail pendapatan yang kita peroleh pun demikian detail jenis beban dan jumlahnya.. Sehingga kita tahu pergin presentase laba kotor dan laba bersih. Kedua? Neraca atau lap posisi keuangan, ini juga sdh dibahas detail minggu lalu, yang skip ttg dua bahasan td bs ngintip lagi di post sebelumnya. Kayaknya sdh lengkap ya? Yg ketiga apa donkkk?? Laporan arus kas (cash flow statement) adl detail yg mnjelaskan
1. Naik atau turun posisi kas perusahaan?
2. Dr mana saja sebuah UKM mendapatkan kasnya?
3. Menilai sehat atau tidak kondisi keuangan sebuah UKM
4. Bahkan ini pun dapat dijadikan kontrol atas ke-seimbang-an dan kesahihan dua laporan keuangan sebelumnya (in term of angka ya) Continue reading