Rekomendasi Buku untuk Anak Usia 1 – 5 tahun

Saat berdiskusi bersama peserta KulGram Cinta Literasi beberapa waktu lalu, beberapa orang bertanya ttg buku apa ya yang direkomendasikan untuk dibaca bersama ananda yang berusia 1-5 tahun. Pas banget, pekan ini jadi tema juga di Rabu Menggebu Kampus 2 Kalimantan ๐Ÿ™‚

Walhasil, bertekadlah saya menuliskan rekomendasi versi keluarga kami ini untuk para bunda-bunda keceeh.. Semoga bermanfaat ๐Ÿ™‚

Saya akan membagi rekomendasi buku ini per tema ya…

  • Fitrah Keimanan – termasuk di dalamnya tauhid/aqidah, akhlaq; kisah keteladanan para Nabi, orang sholih, dan tokoh inspiratif; imaji positif terhadap agama dan ibadah; nilai-nilai kebaikan.

Continue reading

Advertisements

Resume Kulgram: Menumbuhkan Kecintaan Literasi pada Anak

Alhamdulillah, selesai juga resume ini disusun oleh tim JLA ๐Ÿ™‚

Selamat membaca dan semoga bermanfaat.

Materi awal dari narasumber yaitu Kak Naila M Tazkiyyah (penulis Jurnal Literasi Anak)

TLCย materi awal bisa diunduh di link tersebut. Continue reading

Cara Belajar untuk 3 Gaya Belajar

Pernah stres karena bingung mendapati buah hati yang masya Allah sulit diajak duduk tenang belajar, atau susah mendengarkan perintah, atau kalau belajar malah lebih masuk materinya pas sambil lari-lari?

Saat belum membaca detail tentang 3 gaya belajar yang disampaikan Deporter dalam bukunya Quantum Learning, saya juga sempat kurang sabar dengan gaya si sulung yang kinestetik visual, si tengah yang auditori visual, dan adek ketiga yang sepertinya visual kinestetik.

Bagi ayah bunda yang masih bingung, semoga rangkuman kuesioner yang saya rangkum dari Quantum Learning dan berbagai sumber ini bisa membantu Continue reading

Resume Materi KulWhApp oleh Ibu Diena Syarifa: Magang Level 1 Usia 10 – 13 tahun (setara SD kelas 4-6)

Dulu, saya termasuk yang sangat skeptis dengan istilah magang, asosiasinya kadang terhubung kurang baik dengan aktifitas monoton yang tidak memerlukan keahlian tertentu, seperti hanya mondar mandir dari ruang arsip ke tempat fotokopi dan beberapa aktifitas kurang “seru” lainnya. Namun, di materi ini yang dibahas adalah magang yang terstruktur. Gimana tuh? Magang ini sebagai media untuk menajamkan potensi anak sehingga anak diharapkan memiliki karir sesuai passion yang produktif mencakup 4E (enjoy, easy, excellent, dan earn).

Nah, sebagai ortu dari 3 anak homeschooler, terutama karena putri pertama kami bulan Nov 2018 ini menjejak di usia 10 tahun, maka kami merasa harus mendalami materi ini. Materi ini disampaikan oleh Ibu Diena Syarifa (ABHome, Bogor) dan resume ini saya susun sebagai peserta yaitu Naila M Tazkiyyah (mom of trio homeschooler yang berdomisili di Sangatta)

Untuk memperjelas, di materi awal pemateri Kul WA ini memberikan gambaran dari aspek: Continue reading

Mengapa (Akhirnya) Memilih HS?

Postingan ini sudah ngendon lamaaan sekali di draft blog ini ๐Ÿ™‚ Gak selesai – selesai menuliskan jalan berliku membersamai anak-anak hingga kami memilih homeschooling sebagai pilihan metode belajar anak-anak kami.

Menjadi keluarga homeschooler di kota besar mungkin telah banyak dimaklumi, namun menjawab “homeschooling” saat ditanya sekolah di mana anaknyaย  di sebuah kota kecil memicu banyak tanda tanya di kebanyakan orang yang bertanya pada kami atau anak-anak. Eh, tapi gak juga ding, saat beberapa kali konsul ke dokter di Jakarta beberapa waktu lalu, sebagian dokter juga keheranan dengan pilihan ini ๐Ÿ™‚ Continue reading

Menjadi Ortu yang Dirindu

Banyak ayah bunda yang berkeluh kesah dan bertanya-tanya, bagaimana menjadi sosok ortu yang dirindukan buah hatinya. Semoga di postingan ini, ditemukan jawab dan caranya…

Salah satu momen yang akan memberi kesan mendalam bagi ananda adalah saat kita sebagai orangtua membersamai mereka di waktu-waktu “ajaib”, seperti saat menjelang tidur, safar, dan beberapa momen penting lainnya. Apa yang harus dilakukan saat membersamai mereka? Saya pribadi sering memilih opsi berkisah dalam mengisi waktu-waktu ajaib tersebut. Continue reading

Cerita (Lagi) tentang Telinga: Berbagi Kisah Otitis Media Berulang

Cerita panjang ttg telinga Kakak dari gejala hingga penanganannya sdh pernah sy tulis 4 tahun lalu di sini https://nailatazkiyya.wordpress.com/2014/08/12/4652/

Qadarullah, sekitar 3 bulan lalu yaitu bulan Juni, saya merasa pendengaran kakak berkurang kembali. Setelah 2 minggu observasi dg suami, kami konsul ke dr THT di RS X, ketika periksa di sana, dokternya keukeuh si kakak ga kenapa2 bahkan keberatan melakukan tes audiometri yg kami minta. Karena sy yg intens berinteraksi sungguh merasakan penurunan tsb, sy pun argue minta utk tetap dilakukan tes. Dokter tsb akhirnya dg berat hati memberikan pengantar utk tes. Dari hasil tes nampak bahwa ada penurunan di telinga kiri skitar 20%, namun itu masih batas normal katanya.

Saya pulang dg perasaan lega, namun juga masih kurang sreg. Saya coba cari2 lagi info dr THT lain di kota kecil kami, alhamdulillah ketemu dr Gerry di RSUD Kudungga, saya menceritakan kronologis telinga kaka, kmdn diperiksa dg alat yg bs masuk ke telinga semacam teropong mini gitu. Terlihat jelas bahwa di telinga Kaka banyak cairan kental yang menutupi jalan masuk getaran suara.

Sementara Kaka diberi obat Antibiotik dan beberapa obat lain utk mengencerkan cairan kental tsb. Sambil menunggu reaksi obat kami diminta melakukan rontgen adenoid Kakak. Continue reading

Balada Kehamilan Keempat (2)

Rumus semakin sering dicoba, semakin minim kegelisahan sepertinya tidak berlaku untuk proses kehamilan. ๐Ÿ˜€ Hal ini semata-mata karena prosesnya memang hanya bisa diatur oleh Allah. Hukum sebab akibat kadang tidak berlaku di dalamnya. Misalnya, jika kehamilan pertama kedua lancar maka ketiga dan seterusnya jauh lebih mulus. Belum tentu.. Karena setiap perjalanan mengandung memiliki cerita dan perjuangan sendiri. Jangankan antara 1 orang dengan lainnya, bahkan 1 orang ibu memiliki perjalanan mengandung yang bisa berbeda-beda untuk setiap anaknya.ย  Continue reading