Math Around Us (10): Berbagi “Kue”

Weekend lagiii.. siang ini setelah setengah hari tadi nge-date sama si kaka.. judulnya girls day out 😉 Pas sampai di rumah, kami ambil alat peraga pecahan yang saya siapkan utk kaka.. sambil mengajak adek belajar berbagi..

Jadi ceritanya adek punya kue 1 terus dtg teman 1 lagi jadi kita berbagi masing2 dpt 1/2. Kalau kue satu teman yang datang 3 kita berbagi lagi jadi masing2 1/4, begitu seterusnya.. Jadi untuk kaka lebih ke ngajarin bentuk riil pecahan sementara adek belajar utk berbagi walau kue hanya 1 tetap bs dibagi rata sejumlah orang yang ada. Mas? Mas Haidar kecapekan abis bersepeda jadi bobo ganteng di kamar..

Math Around Us (9): Beli.. Beli.. Siapa Mau Beli..

Kemarin (Jumat/ 4 Agustus) jadi hari yang cukup panjang untuk bunda dan Dek Mush’ab karena jadwal jemput menjemput jadi sangat panjang 😀

Diawali dari jam 8 pagi menempuh jarak 20 km dr rumah kami ke kota Sangatta, seharusnya jadwal tahsin dan setibanya di sana batal. Kmdn sambil menunggu jadwal mas pulang, kami membaca buku dan tilawah di depan masjid.

Jam 10, Mas Haidar keluar dari kelas dan kami meluncur ke rmh baru Tante Wardah yg baru pindah ke SBE. Setelah kenyang karena mommies yg hadir potluck membawa makanan yummy masing2, Bunda dan Adek kembali jalan berdua belanja aneka kebutuhan rumah tangga krn Mas Haidar ikut di mobil Dylan utk duluan kembali ke Tj Bara (komplek tempat kami tinggal).

Karena seharian di jalan, sementara belum sempat cari media tang ting tung.. Pas liat penjual pentol favorit Mas Haidar, mampir lah bunda dan adek membeli sejumlah pentol yg cukup banyak supaya bs berbagi jg dg teman2 Mas Haidar. Saat “ngetem” di sekolah kaka krn menunggu jadwal kaka pulang jam 14, akhirnya kami pakai untuk jual2an pentol sambil berhitung.

“Beli pentolnya 3 ya pak..”

1, 2, 3..

Sekarang bunda yang jualan.. adek mau beli berapa.. kadang adek hanya bisa menunjuk tangan misalnya 6.. oh 6.. 1, 2,3,4,5,6.. begitulan seterusnya sambil pura2 memberikan uang dan kembalian :)..

Hajj Journal: Day 29- Mengejar Amalan yang Diridhai

Armina telah berlalu, sebagian merasa lega puncak amalan haji usai sudah, sebagian lagi mulai merasa sedih karena akan segera meninggalkan tanah haram. Salah satu yang harus diingat adalah jangan sampai semangat ibadah mengendur bahkan sebisa mungkin kita berusaha menyempurnakan kekurangan – kekurangan ibadah sebelumnya.

Pada sesi pengajian ba’da ArMinA dibahas tentang Khauf dan Raja’ yang tercantum di Al-An’am ayat 44 sebagai salah satu ciri kesempurnaan ibadah. Berikut ini ringkasan kajian yang saya comot2 dari resume Mbak Citra teman jamaah dari rombongan 8. Continue reading

Hajj Journal: H-2 Menata Hati Bersiap Diri

Seminggu sebelum kami berangkat haji, kami bertolak dari Sangatta ke Sidoarjo tepatnya tanggal 13 Agustus 2016. Sampai di bandara pukul 12.30 dijemput Mbah Kung dan Yangti, kami langsung makan siang soto buntut favorit kaka Faza.

Setelah istirahat, kami hunting beberapa perlengkapan haji dan HP utk Bunda maklum hp bunda kayaknya ga sanggup klo diajak travelling jauh apalagi utk nyimpen futu2 cantik di sana nanti 🙂

Sehari kemudian kami menuju Pare sambil membawa segambreng barang anak2.. kami memang menghabiskan waktu lebih lama dulu di Pare utk mengkondisikan anak-anak. Mengantar mereka ke sekolah barunya walau hanya sementara yaitu kurleb 50 hari selama kami di tanah Haram. 

Social Project: Ramadhan Program for Youth and Kids

Late Post..

Karena sebentar lagi pesantren Ramadhan akan dimulai, maka.. posting yang sempat tertunda lama di draft ini saya munculkan.

Juni 2016 – Ramadhan 1437H

Another amazing surprise dari kegiatan pesantren Ramadhan di Bahrul Ulum beberapa waktu lalu… Untuk kembali “menantang” para peserta kelompok C yang usianya di atas 10 tahun, maka pada minggu kedua program saya dan mentor memberi Social Project Challenge bagi kelompok ikhwan dan akhwat…

Mirip dengan proses The Apprentice, mereka saya minta menyusun draft project awal, presentasi, kemudian ada survei dan presentasi final… Apakah lancar jayyyaaa? Tentu saja karena ini pengalaman pertama mereka maka tidak bisa diharapkan berjalan sempurna, namun secara umum.. cukup mengesankan. Continue reading

Family Project – Part 4

29 Maret 2017

Memasuki hari ke-4 ini, dengung struktur memang bukan lagi sekedar ayo siapa yang bertanggung jawab, namun alhamdulillah sudah mulai terinternalisasi. Walaupun yaa… naik turun level emosinya masih kadang terbawa. Haidar yang kadang justru bersuara keras padahal dia yang bertanggung jawab di area keamanan termasuk di dalamnya tidak boleh bersuara keras dan bertengkar dengan saudara. Continue reading