Math Around Us (7): Cipak Cipuk Aneka Bentuk

Sore ini, Mas dan Adek mandi sambil main aneka bentuk dr balok spons. Sambil bermain, bunda minta tolong Mas Haidar agar mau mengulang2 nama bentuk yg ditempel oleh adeknya 😉

Tak hanya bentuk, adek jd belajar lagi tentang warna2 😀 Anak senang bunda riang bisa me time sejenak.. wkwkwk..

Advertisements

Lipatan Baru Bertajuk “Sangatta Membaca”

Alhamdulillah, kami kembali diberi kesempatan oleh Allah untuk menjadi bagian dari “lipatan” baru, kali ini bertajuk kegiatan “Sangatta Membaca” bersama belasan pemuda alumni berbagai universitas yang sedang berdomisili atau merantau di Sangatta. Lipatan yang dimaksud seperti tulisan Ade Chandra, berikut ini

Tangan saya membolak balik kertas dan melipatnya menjadi empat bagian. Di salah satu sudut lipatan, tangan saya menekan kuat-kuat. Dan kemudian kertas itu saya buka lagi dan diletakkan di atas meja.

“Tadi kertas ini bersih tak berjejak. Lebar dan utuh. Ada empat sudut yang saling berjauhan, tidak bertemu, tidak bersentuhan. Lalu, saya pertemukan keempat sudut tersebut pada satu titik”, saya ingat ujung lipatan yang saya tekan kuat-kuat. “Pada saat saya lipat, ujung-ujung tiap sudut kertas tersebut bertemu dan bersentuhan. Ketika kertas saya buka, kertas ini telah berubah. Ia mempunyai bekas lipatan yang terlihat jelas yang masing-masing mengarah ke tiap sudut kertas”.

“Kertas yang dilipat ini ibarat orang-orang baik yang dipertemukan. Anggap ada empat orang baik yang tak pernah saling mengenal sebelumnya, yang tak saling tahu dan ‘bersentuhan’. Mereka kemudian disatukan ke satu momen, titik atau tempat untuk saling mengenal. Di sini, keempat orang-orang baik itu bertemu “.

“Orang-orang baik itu mungkin bertemu sebentar dan kembali ke sudutnya masing-masing, ke asal dan tujuan sebelumnya. Namun lihatlah, ketika mereka telah berpisah, jejak-jejak kebaikan (sambil menunjuk ke arah bekas lipatan) tetap ada dan terlihat jelas. Masih terhubung dan bersambung. Ketika hendak melipat ke bentuk semula akan lebih mudah karena polanya sudah ada. Tidak perlu garis permanen untuk melihatnya, jejak kebaikannya sangat jelas untuk dibaca”.

Acara ini diinisiasi oleh beberapa alumni yang ingin berkontribusi nyata mengajak anak-anak di Sangatta sebagai generasi penerus yang kami harap bisa membawa Sangatta menjadi daerah yang lebih baik, tingkat kemiskinan berkurang, pengangguran berkurang, gizi baik tercukupi, karena rasanya sangat ironis ketika tinggal di Kota dengan pendapatan daerah yang luar biasa tinggi namun sebagian besar masyarakatnya juga hidup kurang layak, baik dari segi air bersih, listrik, infrastruktur dasar lainnya 😦 Continue reading

Memacu Kreatifitas Anak dan Ortu

Kemarin, di grup IIP Kalimantan membahas bagaimana memacu kreatifitas anak, bagi saya pribadi memacu kreatifitas anak berarti memacu juga kreatifitas ayah bundanya. Mengingat dasarnya saya orangnya jauh dari kata kreatif untuk buat membuat karya bernilai seni, jadilahh berusaha nyontek sana sini untuk bisa mengisi waktu belajar bersama anak yang cukup berkualitas.

Di post ini, Saya ingin berbagi sedikit tentang beberapa modal tools awal yang murah meriah untuk mengajak anak berkreasi di rumah, selain dengan beberapa bahan bekas yg kita dapat dr dapur atau lainnya, saya biasa nyetok item-item ini: Continue reading

Monopoli ala Faza dan Bunda

Dulu semasa kecil, saya adalah penggemar berat permainan monopoli, rasanya puass saat memiliki banyak rumah dan hotel walaupun saat “tertimpa pajak” rasanya ingin menangiss bombay 😀

Kemarin, tiba – tiba kepikiran untuk bikin permainan yang seru untuk recall hafalan surah anak-anak sekaligus melatih fitrah belajarnya dengan cara yang cukup fun.

Contoh papan monopoli sederhana kami, bisa dikkreasikan menjadi aneka command lain

Contoh papan monopoli sederhana kami, bisa dikkreasikan menjadi aneka command lain

seru menysuun puzzle krn di salah satu kotak, perintahnya menyusun puzzle gajah :)

seru menysuun puzzle krn di salah satu kotak, perintahnya menyusun puzzle gajah 🙂

Alhamdulillah… Faza seneeeng banget mainan ini, muraja’ah berbagai surat pendek pun jadi terasa sangat menyenangkan..

Cara membuatnya sederhana: Continue reading

Cat Air ala Faza

Minggu lalu, kami berencana membuat cat air sendiri… Bahan-bahan sih sdh ada… Tapiii, stok pewarna makanan di toko kue deket rmh cuma ada kuning sama coklat.. Jadiii demi meperlengkap warna yg ada Sabtunya, setelah bertualang sebentar ke Ragunan kami jalan ke Pasar Depok Jaya sekalian beli alat tulis, pedang2an buat Haidar yang masih terobsesi jadi panglima perang macam jaman Rasulullah dulu, daaan aneka pewarna tentunya. Alhamdulillah, dapet semua.. daan semua senang… Bunda senang krn harganya murmer, anak2 juga senang krn dapat alat tulis yg dibutuhkan juga peralatan painting, seperti aneka pewarna makanan, kuas dll…

Sampai di rumah, setelah makan siang dan sholat, ayah dan adek tepar sementara bunda dan kakak sibuk ubek2 hasil belanjaan dan mulai membuat Cat Air ala Faza.. Bahannya: Continue reading