Hajj Journal: Day 32- Hajj Friendship Stories (2)

20 Sept 2016

Salah satu hal yang sangat kami syukuri selama perjalanan haji ini adalah memiliki banyak sahabat baru yang luar biasa menginspirasi. Di bagian pertama tulisan ini yaitu di hari ke-23 saya sudah menuliskan betapa seru dan bahagianya bersama teman2 baru ini.

Di hari ke-32 ini, saya masih ingin berbagi tentang hikmah memiliki teman dan saudara baru dalam perjalanan haji ini. Selama 43 hari bersama dengan kenalan baru alhamdulillah, kami makin kaya akan cerita dan pengalaman dari obrolan singkat maupun panjang bersama sahabat baru kami ini. Continue reading

Advertisements

Hajj Journal: Day 30- Mengobati Rindu pada Baitullah dan Sesaat Melirik Gemerlap Kota Jeddah

18 Sept 2016

Hari ini, setelah melalui masa period, akhirnya bisa kembali ke Masjidil Haram, rasanyaaa senang sekaliii.. berbunga-bunga… 😀 sedikit lebay tapi bagi kami yang datang jauh2 ke tanah suci rasanya memang rugi sekali jika sehari saja tidak bs datang ibadah ke Masjidil Haram.

Alhamdulillah.. bahkan Allah memberi bonus lagi pada kami bisa bersilaturahim dengan beberapa teman dari berbagai daerah salah satunya Meining teman sefakultas saya dulu di FE 03.. Saling bertukar cerita dan pengalaman karena Meining berangkat dr Belanda disebabkan sedang dalam masa studi S3 suaminya di sana.. Continue reading

Kenangan Tingkah Lucu Mas Haidar

Taken from Fb 2 years ago,

Bbrp waktu lalu tiap waktu sholat bunda bersenandung “sholatlah sholat sebelum disholatkan..” (lagunya siapa lupa pokoknya nadanya gt deh..) stlhnya tiap kali diingatkan sesuatu, misalnya mandi. Haidar akan bersenandung, mandilah mandi sebelum dimandikan. Makan. Makanlah makan sebelum dimakankan.. sampai saya dan suami geleng2.. bbrp wkt lalu saat main2 di Poppet ada lagu buat apa susah buat apa susah, susah itu tak ada gunanya… daaann.. wkt di rmh, mas haidar waktunya mandi, 

Kemudian menyanyi: buat apa mandi buat apa mandi, mandi itu tak ada gunanya.. hikssss.. #mengapainiterjadi

Math Around Us (10): Berbagi “Kue”

Weekend lagiii.. siang ini setelah setengah hari tadi nge-date sama si kaka.. judulnya girls day out 😉 Pas sampai di rumah, kami ambil alat peraga pecahan yang saya siapkan utk kaka.. sambil mengajak adek belajar berbagi..

Jadi ceritanya adek punya kue 1 terus dtg teman 1 lagi jadi kita berbagi masing2 dpt 1/2. Kalau kue satu teman yang datang 3 kita berbagi lagi jadi masing2 1/4, begitu seterusnya.. Jadi untuk kaka lebih ke ngajarin bentuk riil pecahan sementara adek belajar utk berbagi walau kue hanya 1 tetap bs dibagi rata sejumlah orang yang ada. Mas? Mas Haidar kecapekan abis bersepeda jadi bobo ganteng di kamar..

Math Around Us (9): Beli.. Beli.. Siapa Mau Beli..

Kemarin (Jumat/ 4 Agustus) jadi hari yang cukup panjang untuk bunda dan Dek Mush’ab karena jadwal jemput menjemput jadi sangat panjang 😀

Diawali dari jam 8 pagi menempuh jarak 20 km dr rumah kami ke kota Sangatta, seharusnya jadwal tahsin dan setibanya di sana batal. Kmdn sambil menunggu jadwal mas pulang, kami membaca buku dan tilawah di depan masjid.

Jam 10, Mas Haidar keluar dari kelas dan kami meluncur ke rmh baru Tante Wardah yg baru pindah ke SBE. Setelah kenyang karena mommies yg hadir potluck membawa makanan yummy masing2, Bunda dan Adek kembali jalan berdua belanja aneka kebutuhan rumah tangga krn Mas Haidar ikut di mobil Dylan utk duluan kembali ke Tj Bara (komplek tempat kami tinggal).

Karena seharian di jalan, sementara belum sempat cari media tang ting tung.. Pas liat penjual pentol favorit Mas Haidar, mampir lah bunda dan adek membeli sejumlah pentol yg cukup banyak supaya bs berbagi jg dg teman2 Mas Haidar. Saat “ngetem” di sekolah kaka krn menunggu jadwal kaka pulang jam 14, akhirnya kami pakai untuk jual2an pentol sambil berhitung.

“Beli pentolnya 3 ya pak..”

1, 2, 3..

Sekarang bunda yang jualan.. adek mau beli berapa.. kadang adek hanya bisa menunjuk tangan misalnya 6.. oh 6.. 1, 2,3,4,5,6.. begitulan seterusnya sambil pura2 memberikan uang dan kembalian :)..

Math Around Us (8): Asyiknya Berhitung Makaroni

Bbrp minggu belakangan ini ada 1 jajanan favorit yg sangat digemari Mas dan Adek. Saya sengaja beli di pasar makaroni kerupuk yg belum digoreng terus dijemur dulu baru digoreng, ternyata hasilnya ga jauh beda dengan makaroni goreng yg dijual di abang2 atau toko2..

Klo mau lebih gurih bs dicampur tumbukan garam gula… Eitsss jadinya ini postingan ttg Math and Kids atau resep ya? 😀

Nah.. jadi hampir setiap siang di jam bermain mereka main sambil ngemil.. Siang ini, makaroni goreng yang sedang digandrungi 2 jagoan bunda ternyata asyik juga sebagai media belajar.. Caranya, bikin soal cerita ttg makaroni kalau mas Haidar sdh bisa tentang penjumlahan dan pengurangan sementara si Adek lebih banyak belajar urutan bilangan dulu 🙂

Belajar riang, perut kenyang… 😉

Math Around Us (5): Dapur, Buku dan Kami

Alhamdulillah, bersama Mush’ab anak ketiga kami, saya benar2 merasakan arti membersamai seutuhnya.. Dulu saat Kaka dan Mas kecil sebagian waktu bersama bundanya harus digantikan bersama nanny di rumah.. sering jg ikut bunda ke mana2 namun tetap tidak sedekat Mushab dan saya sekarang ini 😉 insya Allah ini skenario terbaik dari Allah.

Nah, sebagai sahabat setia bunda.. Mushab hampir selalu di dekat bunda kecuali saat tidur. Sejak di dapur sebelum shubuh kadang Mushab sdh asyik eksplorasi bareng bunda..

2 hari ini, saya baru menyadari Mushab mulai paham makna paling dan lebih.. seperti saat telur sudah tinggal beberapa dia bilang telur dikit, minyak banyak karena botolnya baru saya isi dg refill.

Saat bercerita di buku tentang berbagai hewan berkaki banyak tadi pagi, saya coba2 tanya yang paling banyak kakinya siapa dek? Laba2, karena memang di buku tsb yg memiliki jumlah kaki terbanyak adalah laba2.

Beginilah, cara kami menghabiskan waktu.. sambil memasak, bermain, beberes dan membaca buku.. Math jarang memiliki jadwal tersendiri karena biasanya cukup disisipkan di sela2 aktifitas kami, menghitung bawang, menghitung jumlah hewan di buku, memulai pemahaman pola, dll.