Hajj Journal: Day 31- Mengais Hikmah di Belantara Majelis Ilmu

19 Sept 2016

Berada di Tanah Haram, selain dimanjakan dengan banyak sekali fasilitas ibadah, kami berdua sangat terpacu mengais berbagai hikmah dari aneka media yang ada di sana. Beberapa di antara nya: Continue reading

Advertisements

Hajj Journal: Day 32- Hajj Friendship Stories (2)

20 Sept 2016

Salah satu hal yang sangat kami syukuri selama perjalanan haji ini adalah memiliki banyak sahabat baru yang luar biasa menginspirasi. Di bagian pertama tulisan ini yaitu di hari ke-23 saya sudah menuliskan betapa seru dan bahagianya bersama teman2 baru ini.

Di hari ke-32 ini, saya masih ingin berbagi tentang hikmah memiliki teman dan saudara baru dalam perjalanan haji ini. Selama 43 hari bersama dengan kenalan baru alhamdulillah, kami makin kaya akan cerita dan pengalaman dari obrolan singkat maupun panjang bersama sahabat baru kami ini. Continue reading

Hajj Journal: Day 30- Mengobati Rindu pada Baitullah dan Sesaat Melirik Gemerlap Kota Jeddah

18 Sept 2016

Hari ini, setelah melalui masa period, akhirnya bisa kembali ke Masjidil Haram, rasanyaaa senang sekaliii.. berbunga-bunga… 😀 sedikit lebay tapi bagi kami yang datang jauh2 ke tanah suci rasanya memang rugi sekali jika sehari saja tidak bs datang ibadah ke Masjidil Haram.

Alhamdulillah.. bahkan Allah memberi bonus lagi pada kami bisa bersilaturahim dengan beberapa teman dari berbagai daerah salah satunya Meining teman sefakultas saya dulu di FE 03.. Saling bertukar cerita dan pengalaman karena Meining berangkat dr Belanda disebabkan sedang dalam masa studi S3 suaminya di sana.. Continue reading

Hajj Journal: Day 29- Mengejar Amalan yang Diridhai

Armina telah berlalu, sebagian merasa lega puncak amalan haji usai sudah, sebagian lagi mulai merasa sedih karena akan segera meninggalkan tanah haram. Salah satu yang harus diingat adalah jangan sampai semangat ibadah mengendur bahkan sebisa mungkin kita berusaha menyempurnakan kekurangan – kekurangan ibadah sebelumnya.

Pada sesi pengajian ba’da ArMinA dibahas tentang Khauf dan Raja’ yang tercantum di Al-An’am ayat 44 sebagai salah satu ciri kesempurnaan ibadah. Berikut ini ringkasan kajian yang saya comot2 dari resume Mbak Citra teman jamaah dari rombongan 8. Continue reading

Mengetuk Pintu Langit

Do’a ini terukir beberapa bulan lampau, di mana setiap ada kesempatan sambil menunggu masa puncak Ibadah Haji di Madinah dan Mekkah, saya tuliskan satu demi satu asa. Dan, saat kami berdua bersimpuh di Padang Arafah, do’a ini berulang kami lantunkan untuk mengetuk pintu langit-Nya. Berharap tujuan utama menggapai jannah-Nya dapat dikabulkan oleh-Nya. Lembaran tulisan tangan atas do’a tersebut memang makin usang, tapi harapan untuk meraihnya jauh lebih kuat.. Untuk terus mengingatnya, saya coba abadikan salah satunya melalui tulisan ini.

Continue reading

Hajj Journal: Day 28- Kala Rindu Melanda

Usai puncak amalan ibadah haji, rasa kangen pada keluarga khususnya anak-anak tak terelakkan. Terlebih bagi orangtua yang anaknya masih kecil-kecil seperti kami.

Kami bersyukur Allah memberi kami jadwal kloter yang sangat baik, menurut kami. Kami termasuk gelombang 1 urutan menjelang akhir. Apa implikasinya? Kami berangkat kira-kira 3 minggu sebelum puncak haji menuju Armina. 8 hari kami habiskan beribadah di Madinah terlebih dahulu, efektif sekitar 12 hari kemudian dihabiskan menunggu di Mekkah. Dilanjutkan Armina hingga hari ke 28 ini, sehingga kami masih punya kurang lebih 11 hari menjelang kepulangan ke tanah air.

Biasanya, masa-masa menunggu kepulangan ini menjadi demikian krusial untuk menjaga keistiqamahan ibadah kita. Sebagian ada yang makin semangat ibadah karena tahu bahwa waktu untuk menimba jutaan keberkahan pahala ibadah di tanah haram tak lagi lama, namun demikian tak ssdikit pula yang justru terlena mengumpulkan belanjaan dan istirahat berlebih di hotel dengan alasan capek setelah armina dan ingin mengumpulkan energi untuk kepulangan ke tanah air.

Berikut beberapa tips dari saya untuk memaknai waktu tunggu menuju hari kepulangan tersebut: Continue reading

Hajj Journal: Day 27- Salam Perpisahan untuk Mina

Hari ini lanjut kembali menuntaskan catatan haji yang sempat terpending lama 🙂

Hari ini hari ke 27 perjalanan haji kami, bertepatan dengan 13Dzulhijah. Agenda kami hari ini adalah lempar jumrah terakhir dengan niat nafar tsani sekaligus menandai selesainya seluruh prosesi haji kecuali thawaf wada’ yang memang baru akan dilaksanakan beberapa waktu sebelum meninggalkan Mekkah. Continue reading

Hajj Journal: Day 23 – Hajj Friendship Stories (1)

 

Seseorang belum dikatakan mengenal saudaranya apabila ia belum melakukan satu diantara tigal hal berikut : bepergian bersama (safar) , menginap di rumahnya (mabit) , atau melakukan muamalah (transaksi utang piutang) dengannya.

— Umar bin Khattab

Salah satu yang paling berkesan dari perjalanan selama 43 hari yang kami lalui saat menunaikan ibadah Haji beberapa waktu lalu adalah bagaimana persahabatan terjalin dengan saudari Muslim yang baru kami kenal di perjalanan. Beberapa orang sudah saling kenal sebelumnya, namun saya pribadi tidak mengenal seorangpun di 6 rombongan yang tergabung pada KBIH yang sama dengan saya. Kebanyakan dari mereka juga sudah cukup mengenal satu sama lain karena jadwal manasik dari KBIH yang cukup pada selama 6 bulan sebelum perjalanan, kami tidak bisa mengikuti manasik tersebut karena domisili kami di seberang pulau.
Awalnya sempat agak baper karena merasa “sendiri” di tengah kerumunan saudara baru saat momen pertama bertemu di lokasi pelepasan jamaah haji di Masjid Walikota Depok. Tapi… rasa itu ternyata tak mengendap lama.. Beberapa dari ibu yang ada di rombongan kami yaitu rombongan 7 menyapa hangat. “Oh ini yang namanya Mbak Naila, kapan sampai di Depok Mbak?” Daan, meluncurlah percakapan hangat antara kami semua, satu persatu saya mencoba mengingat-ingat nama demi nama saudari baru saya.
Episode persahabatan itupun kian mengental saat kami melalui bersama momen di asrama, sepanjang penerbangan, selama mabit di Madinah, Mekkah dan tentu saja ArMiNa. Walaupun teman sekamar berganti-ganti namun selalu mencipta memori indah, menjalin persahabatan melalui cerita seru dan berbagi pengalaman di antara kami.

Continue reading

Hajj Journal: Day 25- Memenuhi Panggilan Jihad bagi Wanita

Aisyah radhiallahu ‘anha kepada Rasulullah shallalallahu ‘alaihi wa sallam,

يَا رَسَوْلَ اللهِ، هَلْ عَلَى النِّسَاءِ جِهَادٌ؟ قَالَ:

“Wahai Rasulullah, apakah ada jihad bagi wanita?” Beliau menjawab, “Jihad yang tidak ada peperangan di dalamnya, yaitu haji dan umrah.”

Hari ini tanggal 11 Dzulhijah, seusai prosesi puncak Haji kemarin di mana kami melaksanakan Jumrah Aqabah, Tahallul Awal, Thawaf Ifadhah dan Sa’i Haji dalam 1 hari, saya bersyukur jadwal kami melempar jumrah hari ini adalah ba’da Dhuhur jd masih bisa selonjor dan istirahat sepanjang pagi.

Pagi-pagi setelah sarapan, masih bisa couple time sebentar dg suami di depan tenda, ngobrol-ngobrol dan kontak anak-anak sebelum istirahat kembali menyiapkan energi untuk melempar jumrah siang nanti.

Sebelum Dhuhur kami sudah menyiapkan bekal perjalanan seperti

  • Botol minum kecil yang terisi penuh, cukup sebotol karena di beberapa lokasi menuju jamarat akan ada banyak keran-keran air minum segar
  • Sprayer untuk menyegarkan wajah yang terpapar sinar matahari
  • Topi atau payung
  • Kacamata hitam
  • Tas paspor lengkap dengan isi standar yaitu dompet, buku doa, masker.

Tepat seusai shalat Dhuhur yang diqashar kami bergegas menuju gerbang maktab untuk berkumpul bersama dan berjalan berbaris menuju rute jamarat. Continue reading