Perjalanan Panjang Menegakkan Diagnosis (1)

Pagi itu, saya dan Mush’ab sebenarnya membuka hari dengan cerah ceria.. Maklum, hari ini agenda Poppets adalah outing ke Taman Venus. Setelah beberes sebentar, meluncurlah kami ke lokasi meeting point dilanjutkan konvoi hingga tujuan dan bermain bersama di sana.

Kami harus pamit duluan karena saya harus mendaftar di RS 1 demi bisa mengobati batuk pilek Mush’ab yang sudah menginjak minggu ke-3. Saya pikir pukul 09.45 WITA antrian sudah makin sepi, ternyataaa tidak. Nomer yang saya terima dari mesin antrian otomatis adalah 106 di saat nomer yang sedang dipanggil saat itu adalah 81 dan loket hanya ada 2. Alhamdulillah Mush’ab sedang nyenyak tidur di pangkuan. Dengan penuh perjuangan mengantri di loket dan di poli anak, akhirnya pukul 11.20 kami dipanggil ke ruangan DSA1. Mush’ab diperiksa sebentar kemudian dianjurkan untuk tes lab dan rontgen. Kami menuju radiologi terlebih dahulu untuk foto rontgen dari depan dan samping, dilanjutkan ke laboratorium untuk diambil darah. Alhamdulillah, Mush’ab cukup kooperatif. Saat rontgen sempat menangis sebentar karena tidak familiar dengan alat dan ruangannya, namun saat diambil darah sama sekali tidak menangis.

12.10

Semua hasil sudah di tangan, saatnya saya kembali ke ruangan DSA 1. Drama itu dimulai saat dokter membaca tulisan tangan dokter Spesialis Radiologi yang menyatakan bahwa hasil rontgen Mush’ab: Bronchitis dicurigai TB. Untuk meyakinkan DSA 1 tersebut meminta persetujuan untuk tes Mantoux pada lengan kanan Mush’ab. Saya tentu saja mengiyakan demi mendapat diagnosis jelas tentang dugaan TB tersebut. Kami pulang setelah diberi resep antibiotik dan anti alergi untuk mengobati Mush’ab. Continue reading

Advertisements

Bersahabat dengan Al-Qur’an

Iman Syafi’i rahimahullah berkata,

إِنِّي رَأَيْتُ وُقُوْفَ المَاءَ يُفْسِدُهُ                             إِنْ سَاحَ طَابَ وَإنْ لَمْ يَجْرِ لَمْ يَطِبِ

Merantaulah…

Aku melihat air menjadi rusak karena diam tertahan…
Jika mengalir menjadi jernih, jika tidak, akan keruh menggenang…

Dua bulan lalu, saat saya dan suami akan berangkat menunaikan ibadah haji, salah satu penyebab kegalauan hati  adalah anak-anak bisa beradaptasi dengan baik gak ya di lingkungan barunya.

Mas Haidar dan Adek Mushab tinggal bersama Bude Ina dan Bude Nila di rumah Mbah Kung Pare, sementara kaka Faza, karena Mbak Nadiya yang level kelasnya sama sedang menuntut ilmu di sebuah rumah tahfidz berjarak kurang lebih 6 km dari rumah Bude, memutuskan mau ikut “mondok/nyantri” di sana. Continue reading

Daughter and Mom: Selalu Ada Cinta di Balik Ketegasan

Semalam sebelum tidur ada momen kurang enak dengan si gadis, pasalnya saya kesal karena donat yang direquest minta dibikin ternyata masih sisa sebagian padahal si kaka janji mau bertanggung jawab makan 😀 Yang kedua mungkin karena sedang males dan bad mood, tilawahnya jadi asal..

Akhirnya, saya membuat surat kesepakatan antara saya dan kaka bahwa sampai batas waktu tertentu kaka belum boleh minta sesuatu yang tidak yakin kaka bertanggung jawab atasnya (beda anak, memang beda type, Mas Haidar karena dasarnya juga ga terlalu picky sama makanan jadi klo minta pisang goreng ya dia makan sampai habis, minta kolak dihabiskan juga sampai ludes.. Nah si kaka, memang beda, kaka cenderung suka utak atik bahan di dapur tapi belum tentu dimakan padahal yang dibikin selalu manis2 seperti puding, jelly, donat – yang ini bunda yang disuruh ngulen sampai berotot, wkwkwk- padahal penduduk rumah tidak terlalu selera sama yang manis jadilah sering nyisa, dan bunda bete)

Hubungan saya dan Faza mengingatkan pada hubungan saya dan Ibu dulu.. Ibu selalu tegas, tapi membuat rindu.. Saya dan Faza bisa begitu manis di malam-malam sebelumnya seperti meminta maaf sebelum tidur “maafin bunda ya kak, kalo hari ini ada salah” dibalas “iya bun, aku juga minta maaf yaaa” terus berpelukan sama adek2nya juga.. tapi bisa juga diiringi momen ngambek seperti semalam. Continue reading

Jurnal Pengasuhan Maret 2016

Alhamdulillah….

Bulan ini anak-anak masih semangatt… Ayah bunda nya pun demikian..

Kabar baiknya adalaaahh.. Biidznillah, Haidar sudah lancar naik sepeda dari awal Maret lalu… Good job Boy.. 🙂 Sebagai hadiah Ayah membelikan perlengkapan safety bersepeda karena Haidar sdh mulai ngebut2an dan agak tanned gitu kulitnya.. secara hampir setiap waktu sibuk naik sepeda…

Kaka, makin semangat melanjutkan hafalan juz 29 nya, insya Allah 3 surat lagi ya kak…

Adek Mush’ab, makin getol berjuang bisa main bareng kakak2nya sekarang juga makin berani saat berenang walau masih pake pelampung tangan 🙂

(Seharusnya) Sabar Itu Tak Berbatas

Kaka Faza dan Mas Haidar, malam ini merenung sambil memandang wajah dua buah hati ini rasanya jadi merasa bersalah.. Beberapa waktu ini entah mengapa emaknya berasa kurang piknik, sekali dua kali dalam sehari pasti ada aja nada tinggi dan tatapan aneh, walau setelah itu berpelukan kembali.

Yang belum kebagian omelan tentu sajaaa pangeran kecil imut Mush’ab yang walaupun sudah mulai bertingkah tetap masih bikin gemes dan hasrat menguyel-uyel 😀

PhotoGrid_1423696196151

Maafin bunda yaa Kak, Mas… Continue reading

Jurnal Pengasuhan Mei 2016

Setelah lama absen mengisi jurnal pengasuhan online, hari ini bertekad mengisi kembali.. alhamdulillah sedang ada 2 jagoan tamu di rumah jadi lumayan bisa escape setelah menemani bermain 2 jam an tadi.

Di bulan ini, seperti biasa masih banyak kejutan dari catatan harian mengasuh dan memfasilitasi pendidikan 3 buah hati kami di rumah. Continue reading

Behind the Scene Penulisan Buku Harian Anak Cermat

#Catatan ini ditulis sebagai penyemangat para Ibu dan Perempuan lainnya yang memiliki passion menulis atau sekedar ingin berbagi pengalaman dan ilmu lewat tulisan

Walau niat menulis sebuah buku hasil tulisan pribadi dengan ide sendiri telah lama menari-nari dalam pikiran saya, namun sebelumnya bagi saya itu hanya “mimpi” yang masih lama terwujud. Sampai dengan akhir tahun 2015 lalu, dengan izin dari Allah saya mencoba mendobrak wacana mimpi tersebut, daan alhamdulillah Buku Harian Anak Cermat lahir tepat hari ini ditandai oleh keluarnya ia dari percetakan ke lokasi para distributor untuk diteruskan ke reseller dan pembeli satuan.

cover BHAC.jpg

Posting tentang bagaimana persiapan teknis menerbitkan indie sebuah buku akan saya tulis terpisah, di tulisan ini saya ingin “curhat” dulu tentang bagaimana terus memompa semangat dalam usaha mendobrak wacana mimpi tersebut.

Jadi, di balik buku sederhana yang akhirnya lahir juga hari ini, terdapat: Continue reading

Jurnal Pengasuhan Feb 2016

Ufhhh Senang rasanya menulis kembali setelah beberapa minggu terakhir ini saat membuka laptop hanya bisa menyiapkan event kopdar HeBAT Community dan edit serta finalisasi buku coret2an saya untuk Kaka yang mau dicetak.

Bulan ini…

Awal bulan kami family trip ke Balikpapan, seru-seruan liat beruang madu, ke pantai Lamaru, belajar tentang hal baru bahwa kadang ada orang yang punya niat tidak baik ngambil sandal kami sekeluarga kecuali milik Ayah :D, beli buku, nyari kacamata untuk bunda 🙂

Tanggal 14 Feb kami jadi host untuk Festival Dolanan Tradisional di lapangan cricket komplek tempat kami tinggal, acaranyaaa seruuu sekaliii… 🙂 semua heppi..

Tanggal 20 Feb nya kami jadi host juga untuk seminar dan kajian Parenting “Fitrah Based Education” dari Ust Harry yang berkenan datang jauh2 dari Jakarta.

Nah, sekarang update tentang bocah-bocah.. Continue reading

Day 3: Renang (pasti) Selalu Seru… (Fam Holiday Series)

Jum’at ini, kami habiskan setengah harinya untuk santai-santai saja di rumah. Setelah semalam baru berjibaku di dapur menyiapkan acara pengajian di rumah. Apalagi Kak Faza yang sudah hebat berusaha membantu menyiapkan nasi piringan untuk para tamu 😀

IMG_20151210_195308.jpg

Menjelang sore, agar tak mati gaya saya ajak anak-anak berenang di kolam renang Citra Garden Water Park dekat rumah Mbah Kung. Waktunya uda agak mepet sih krn sudah jam 15.00 sementara jam 17.00 sudah ditutup. Tapii, bukan bocils namanya kalo ga semangat ’45. Mereka sudah saya siapkan pakai baju renang dari di rumah, jadiii begitu sampai depan kolam tinggal pemanasan bentaar daaan.. cihuy cebur sana cebur sini.

Walau area kolam renang tidak terlalu besar, namun cukup bersih dan seru juga wahana-wahana kecil di sana. Untuk tiket seharga 20 atau 25ribu menurut kami sih sudah cukup value for money lah yaa 😀

Mush’ab yang tidak direncanakan ikut berenang pun akhirnya nyemplung juga bentar, saking tidak tahan godaannya si Mush’ab melihat kaka-kaka seru bermain air, perosotan aneka versi, dan permainan air lainnya.

Continue reading

Jurnal Pengasuhan Januari 2016

Layaknya hidup yang terus berputar bahkan kadang ekstrim seperti roller coaster, mengasuh dan mendidik anak pun tak jaub dari itu rasanya bagi saya. Ada kalanya setiap anak begitu baik dan menggemaskan, memeluk sambil bilang “aku sayaaang banget sama Bunda” atau “Bunda, maafin aku ya, kalau aku ada salah” tapiii kadang juga bisa yang tantrum atau moody gak jelas sampe galakin saudaranya even ga mau denger bundanya.

Jadi, harus gimana? Ya, kalau saya terus evaluasi diri, berdoa, kadang pake acara ngomel-ngomel, kalo udah sebel banget mending kabur ke kamar sama Mush’ab, becanda-canda sama si adek biasanya abis gitu si kaka dan mas tergoda pengen ikutan terus minta maaf deh.. 🙂

Baiklah, update per minggu ini: Continue reading