Mengapa (Akhirnya) Memilih HS?

Postingan ini sudah ngendon lamaaan sekali di draft blog ini 🙂 Gak selesai – selesai menuliskan jalan berliku membersamai anak-anak hingga kami memilih homeschooling sebagai pilihan metode belajar anak-anak kami.

Menjadi keluarga homeschooler di kota besar mungkin telah banyak dimaklumi, namun menjawab “homeschooling” saat ditanya sekolah di mana anaknya  di sebuah kota kecil memicu banyak tanda tanya di kebanyakan orang yang bertanya pada kami atau anak-anak. Eh, tapi gak juga ding, saat beberapa kali konsul ke dokter di Jakarta beberapa waktu lalu, sebagian dokter juga keheranan dengan pilihan ini 🙂

Jadi, apa alasan kami memilih HS? Setiap keputusan yang diambil oleh manusia dengan akal pikiran yang telah dikaruniai Allah demikian sempurna tentunya memiliki latar belakang tertentu. Dalam hal opsi pendidikan ini, kami sebagai orangtua mendasari pilihan dari beberapa hal berikut ini:

  • Keunikan dan kebutuhan anak – anak kami dalam hal belajar dan eksplorasi serta visi keluarga

Setiap anak memiliki keunikan dan kebutuhan yang berbeda-beda, setelah mencoba menelaah bagaimana gaya belajar Kaka, Mas dan Adek, sebagai orangtua, saya dan suami bereksperimen dengan berbagai opsi sepanjang usia mereka tersebut. Kami memulai HS di bulan Maret 2018 untuk Kaka (usia saat itu 9 tahun 4 bulan, sudah pernah bersekolah formal hingga kelas IV juga pernah menjalani pesantren tahfidz selama 4 bulan) dan Juni 2018 untuk Mas karena tahun lalu Mas masih TK di sekolah formal (usia saat memulai HS adalah 6 tahun 9 bulan).

  • Pilihan lembaga dan kurikulum yang ada di sekitar kami

Keputusan untuk menjadi keluarga homeschooler tidak bisa diambil dengan hanya memperhatikan 1 indikator dari 3 yang saya sampaikan ini. Misalnya, kebutuhan anak ABC, pilihan lembaga dan kurikulum XYZ (belum sesuai dengan kebutuhan anak dan visi keluarga), tapi di indikator ketiga kami belum siap, mungkin opsi HS belum bisa dipilih.

Saat memutuskan HS, pilihan lembaga dan kurikulum yang ada di sekitar kami belum ada yang sesuai dengan kebutuhan anak dan visi keluarga. Pilihan ini bisa jadi berubah jika setelah ini ada lembaga atau kurikulum yang pas dengan kebutuhan keluarga kami.

  • Kesiapan diri sebagai orangtua homeschooler

Menyatakan siap menjadi orangtua dari anak-anak homeschooler bukanlah perkara sederhana, kami sadar ada banyak konsekuensi yang harus dijalani seiring dengan pengambilan keputusan tersebut. Lebih detailnya akan saya tuliskan di postingan yang lain. Namun, dengan berbekal informasi, ilmu dan kebulatan tekad melalui istikhoroh akhirnya jalan inilah yang kami pilih. Bismillahirrahmanirrahiim..

Bagi ayah bunda lainnya yang masih galau dengan opsi dan pilihan terkait pendidikan anak, percayalah bahwa keputusan terbaik adalah keputusan yang didasari iman, ilmu dan komunikasi produktif di lingkup keluarga kita masing-masing.

Advertisements

One thought on “Mengapa (Akhirnya) Memilih HS?

  1. Pingback: Anak HS Itu Ngapain (Aja)? | Me, The World, and The Stories

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s