Balada Kehamilan Keempat (2)

Rumus semakin sering dicoba, semakin minim kegelisahan sepertinya tidak berlaku untuk proses kehamilan. 😀 Hal ini semata-mata karena prosesnya memang hanya bisa diatur oleh Allah. Hukum sebab akibat kadang tidak berlaku di dalamnya. Misalnya, jika kehamilan pertama kedua lancar maka ketiga dan seterusnya jauh lebih mulus. Belum tentu.. Karena setiap perjalanan mengandung memiliki cerita dan perjuangan sendiri. Jangankan antara 1 orang dengan lainnya, bahkan 1 orang ibu memiliki perjalanan mengandung yang bisa berbeda-beda untuk setiap anaknya. 

Yang awalnya semangat 45 saat program kehamilan, tetap saja bisa lunglai di trimester awal, ada juga yang selama 40 minggu hamil yaa 40 minggu bedrest, namun ada juga yang Allah beri kemudahan menjalaninya.. aman saja lancar jaya 40 minggu mengandung tetap santai produktif, ceria, gak kumal 😀 Oleh karenanya, bagi sesama perempuan, wajiblah berempati kepada sesama perempuan, kalau terlihat lemah jangan malah dibully ” Ya Allah, sudah hamil keempat kok masih mabok aja?” atau untuk yang terlihat tangguh juga jangan diabaikan bahwa mereka tetap wanita hamil dengan kondisi yang qadarullah ditakdirkan wahnan ala wahnin.

Keluarga terdekat serta para sahabat hendaknya menjadi support system yang handal untuk para bumil sedunia, karena mereka kadang juga bingung harus mengadu ke mana. Utamanya para suami ya… 😀 Ingat tanggung jawab pendidikan anak dimulai sejak memilih pasangan maka memperlakukan dengan baik bumil adalah langkah awal menghadirkan anak yang sholih serta berakal sempurna. Kondisi kejiwaan sang ibu sangat mempengaruhi psikologis sang anak kelak, makanya harus ditanamkan banget jiwa membahagiakan ibu hamil. 😀

Terus, gimana kabarnya kehamilan ke-4 ini? Alhamdulillah, masih diberikan Allah banyak “kenikmatan” menggugurkan dosa agar gak numpuk 😀 Mual masih berlanjut, muntah kadang sampai keluar cairan berwarna kuning, namun harus tetap berjuang untuk bangkit dari kasur mengingat ada trio homeschooler di rumah yang mengharap emaknya ikut belajar, bermain, dan beraktifitas bersama mereka.

Sejujurnya kadang merasa berdosa karena sebulanan ini udah ga produktif banget bikinin menu kesukaan mereka, ngajak mereka pergi yang seru-seru… bukan karena ga mau tapiiii badan rasanya gak keruan.. Jangankan masak, buka kulkas langsung uweeek, mau pergi jalan seru2an baru pulang dari beli makan aja rasanya keliyengan pengen langsung ambruk ke kasur. Kalau pagi berusaha kuat jagain si adek karena mas dan kaka sesi ngaji sm ayah, setelah dhuha pun ambruk lagi…

Mau ngeluh rasanya gak pantes.. yang dulu ngebet pengen hamil juga siapa, masak sekarang jadi mlempem kayak peyek lupa ga ditutup kalengnya. Tapi mau sok kuat juga belum mampu. Makan paling banyak sehari 5 sendok ajahhh itu juga uda berjuang ala ala pahlawan kemerdekaan. Sudah dua kali hamil ini, di awal kehamilan Allah suruh nurunin berat badan dulu kayaknya biar ga keberatan nanti tulangnya menannggung badang bongsor si bumil ini… 🙂 Biasanya nurunin sekilo aja susyeee, ini sukses turun 5 kg dalam waktu ga sampe sebulan.

Baiklaaah, sekian sesi curhat bumil di pekan ke 10 nya… semoga adek baby jadi pejuang tangguh yaaa Nak.. mari kita taklukkan hari demi hari sampai adek lahir menemani bunda…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s