Spiritual and Edu-Trip with Kiddos: Sebuah Catatan Perjalanan (Persiapan)

Alhamdulillah, tgl 8 Jan lalu kami sekeluarga mendarat kembali dengan selamat di Bandara Tj Bara Sangatta. Setelah jarang sekali bisa memegang HP selama safar, alhamdulillah hari ini bisa mulai mencicil berbagi pengalaman bagi teman-teman lainnya yang berencana melakukan perjalanan seperti yang baru saja kami selesaikan.

IMG-20171224-WA0072

Pada postingan ini saya akan sampaikan detail seluruh persiapan yang kami lakukan untuk melakukan perjalanan umrah dan edu-trip tambahan sepanjang perjalanan tersebut, semoga bermanfaat.

Bismillahirrahmanirrahiim.. Saya mencoba mengingat satu persatu persiapannya, jika ada yang kurang tepat atau terlewat mhn berkenan mengingatkan saya juga ya πŸ™‚

Niat dan Ikhtiar

Sebagaimana saya ceritakan di postingan sebelumnya, perjalanan ini sudah kami niatkan lama sekali (bahkan sebelum th 2016, saat melakukan umrah pertama kalinya tahun 2013, saya sudah membatin suatu saat nanti ingin mengajak anak-anak ziarah ke Baitullah. Namun saat haji 2016 lalu, saya istiqamah memohon diberi kesempatan oleh Allah mengajak anak2 ke Tanah Haram tahun depan, spesifik banget ya waktunya πŸ™‚ alhamdulillah diijinkan oleh Allah)

Karena sudah berniat dan tahu mungkin jika umrah reguler dengan standar hotel bintang 4 atau 5 akan sangat tinggi biayanya, saya mencoba cari2 info tentang Umrah Backpacker, namun karena belum belajar sepenuhnya bagaimana detail mencari tiket murah dan lain-lain, saya cari lagi infiormasi umrah semi-backpacker. Mengapa disebut demikian, karena fasilitasnya mirip2 backpacker namun tetap dibantu sebuah jasa travel untuk arrangement tiket, akomodasi dan transportasi lokalnya.

Mengapa kami berani mencari alternatif backpacker? Alhamdulillah, selama haji tahun lalu kami punya cukup waktu mengeksplore Tanah Haram sehingga insya Allah tidak terlalu asing dengan kondisi kota Mekkah dan Madinah. Kedua, kami ingin anak-anak merasakan perjalanan dengan sedikit “perjuangan” bukan hanya sekedar jalan-jalan, tidur, makan saja πŸ˜€

Saya menjelaskan pada anak-anak bahwa ini adalah perjalanan ibadah, ayah dan bunda berikhtiar keras untuk mewujudkannya agar bisa memfasilitasi Kaka, Mas dan Adek untuk bisa berdoa langsung di depan Baitullah. Dan memang, selama 2017 ini kami sekeluarga berusaha sehemat mungkin agar dapat melancarkan perjalanan akhir tahun kami ini.

Persiapan Ilmu

Sejak akhir tahun 2016 saya sudah membelikan anak-anak komik tentang persiapan umrah, kami berusaha menceritakan bagaimana nanti di Baitullah. Saya dan suami juga kembali membuka-buka buku fiqh terkait umrah, safar, juga beberapa buku shirah Rasulullah, sahabat dan tokoh Islam agar bisa menggali lebih banyak saat melakukan safar nantinya.

Persiapan Administrasi

Beberapa dokumen yang perlu dilengkapi untuk mendapatkan visa antara lain:

  • Paspor
  • KTP dan KK
  • Akte Kelahiran anak
  • Surat Nikah
  • Surat penjamin dari keluarga (untuk menghindari adanya overstay, dll)
  • Foto ukuran tertentu untuk visa dan kartu kuning vaksin meningitis

Persiapan Logistik

Karena panjangnya durasi perjalanan yaitu total selama 21 hari, dengan berpindah dari 1 kota ke kota lain sebanyak 8 kali, maka saya harus mengakali barang bawaan. Ditambah lagi, kami perlu membawa baju hangat mengingat suhu di Madinah berkisar 12-15 derajat celcius juga suhu di Turki di bawah 8 derajat celcius. Koper yang kami bawa berjumlah 4 buah dengan ukuran 28inch kalo tidak salah. Koper ini kami gunakan untuk membawa baju dan bekal makanan bagi kami berlima. Saya, Kaka dan Mas masing2 membawa ransel ukuran sedang, Adek saya siapkan tas baby untuk printilan yang selalu kami bawa, dan Ayah membawa koper kabin ukuran sedang. Berikut ini list bawaan kami:

  • Baju ganti masing-masing orang membawa 7 stel (kecuali Mush’ab saya bawakan jauh lebih banyak) termasuk juga pakaian dalam, kaos kaki, jilbab, sepatu dan sandal
  • Kain ihram Ayah, Mas dan Adek termasuk peniti besar untuk membantu memasang kain dan sabuk
  • Peralatan mandi
  • Peralatan sholat termasuk Alquran dan buku ngaji untuk anak2
  • Obat-obatan dan diapers untuk adek
  • Makanan cemilan dan lauk pendamping (jumlahnya sangat banyak maklum anak2 kadang tak terduga permintaan makannya) saya juga membawa piring, sendok plastik, beberapa wadah makan tupperware serta botol minum
  • Children safety Card (semacam tanda pengenal untuk kami sekeluarga yang dikalungkan di leher, di KL dapat dr biro Travelnya tapi sejak di Soetta dan selama di KL ayah sudah membuatkan untuk kami ber7)
  • Buku dan beberapa mainan sederhana dengan volume yang ringan dan kecil
  • Baju hangat, nah ini dia yang agak makan volume. Dilengkapi dengan Longjohn, sarung tangan, penutup kepala rajut.
  • Stroller, gendongan, tongsis πŸ˜€
  • Paspor, HP dan dompet jangan sampai ketinggalan
Advertisements

One thought on “Spiritual and Edu-Trip with Kiddos: Sebuah Catatan Perjalanan (Persiapan)

  1. Pingback: Spiritual and Edu-Trip with Kiddos: Sebuah Catatan Perjalanan (Day 3-KL) | Me, The World, and The Stories

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s