Mari Menulis, Mari Belajar Mengukir Sejarah.. (Cerita tentang Workshop Penulis Cilik)

Akhir liburan sekolah Januari lalu, saya dikejutkan oleh hasil ketikan Kak Faza… Memang selama liburan hampir setiap malam Kaka nunjukin hasil ketikan beberapa dongeng pendek fabel ala-ala Kaka.. Tapi ternyata ada yang Kaka seriusin banget yaitu bikin Agenda Anak Muslim πŸ™‚

Nah, untuk menyusuri minat itu.. saya terpikir untuk mengajak Kaka tour the talents agar dapat mendalami apa benar kaka suka menulis dan mau serius menulis? Tapi.. Kaka Faza adalah type anak yang kurang suka belajar sendirian, lebih semangat kalo beramai-ramai… Terus gimana donk? πŸ˜€ Iseng-iseng bunda bikin publikasi kelas menulis bersama, seperti poster di bawah ini

IMG-20170207-WA0032

Ga nyangka.. ternyata selain wali murid banyak yang excited, bahkan saat ijin ke Ustadzah Ara sebagai pengajar EksKul Menulis juga sangat mendukung dan mengikutkan semua peserta ekskul menulis ke kegiatan ini, sehingga hanya 10 anak tambahan dari non-ekskul termasuk Faza di antaranya.

Tanggal 2 Maret lalu, workshop menulis perdana diadakan.. Alhamdulillah, pas banget suami baru pulang business trip jadi bisa dititipin Mas Haidar dan Adek. Ngajar jadi lebih fokus karena pesertanya kurleb 35 anak πŸ™‚

Saya memulai kelas dengan motivasi awal tentang mengapa penting jadi penulis dan manfaat yang didapat dengan menulis… Alhamdulillah anak-anak excited. Tugas pertama yang saya berikan menjelang adzan Ashar adalah membuat tulisan bebas tentang apa saja juga tidak dibatasi minimal dan maksimal panjang tulisan, benar-benar bebas. Bahkan mereka juga bebas memilih tempat untuk menulis.. πŸ™‚

Oh iya, ada satu hal yang saya coba tanamkan pada diri mereka.. yaitu untuk menjadi penulis.. Mengapa? Menjadi penulis harus disiplin.. disiplin terhadap deadline dan jadwal.. Oleh karenanya saya sudah wanti-wanti bahwa setelah Ashar semua wajib sudah di kelas paling lambat 16.05 Wita, yang terlambat akan mendapat Iqab (sanksi berupa denda 2 ribu rupiah)

Setelah Ashar, alhamdulillah, semua lengkap tepat pada wakktunya… Kami lanjutkan sesi dengan membandingkan tulisan mereka dengan contoh buku favorit mereka, saya ajak mereka menelaah apa yang kira-kira berbeda dari tulisan mereka dengan tulisan di buku tersebut. Kebanyakan berkomentar yang punya saya jelek di buku sudah bagus ceritanya πŸ˜€ Namun saya ajak mereka lagi untuk menelaah dari sisi gaya bahasa, tema, penokohan, dll. Tentang bagus tidaknya, insya Allah setelah fokus berlatih maka tulisan akan makin gurih dan enak dibaca πŸ™‚

Lebih lengkap tentang materi yang saya sampaikan bisa dibaca di modul iniΒ WPC (1). Di sela-sela waktu belajar saya juga memberi kesempatan untuk mereka membacakan karyanya.. Alhamdulillah, walau awalnya malu-malu, kemudian mereka mulai percaya diri membacakan tulisan-tulisan singkatnya.

Mohon masukan dan review dari pembaca semua.. semoga Β ulasan singkat ini bermanfaat dan mari berdiskusi.. πŸ™‚

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s