Marah.. Bukan Marah-Marah..

Kemarin, emosi saya agak terpancing setelah beberapa kali Kaka tidak juga mengindahkan kata-kata saya untuk segera melipat mukena dulu sebelum ikut ke dapur. Sebenarnya sepele, tapi saya sudah coba beberapa kali dengan singkat dan padat memberi tahu agar segera melipat dan meletakkan dulu agar baju sholatnya tidak terkena kotoran di dapur dan Kaka masih cuek 😦

Akhirnya, saya matikan kompor dan pergi sambil berkata, “Bunda sudah capek ngasih tahu Kaka” wkwkwk.. ngambek ceritanya.. 😀 Langsung mengajak Mush’ab ke kamar mandi dan memandikan hingga membantu pakai baju. Setelah keluar dari kamar Mush’ab, si Kaka sdh melipat mukena, tapi seperti biasa Kaka masih suka gengsi kalau langsung minta maaf.

Kaka menunjukkan beberapa buku cari perhatian gitu, bunda juga gengsi masih agak cuek2.. hihi..

Terakhir, si Kaka minta maaf dengan sweet sekali,

K: Bunda, maafin Kaka Faza ya Bunda.. (ngomong sampe 2x) dan memeluk bunda..

Wiihh melted banget dan bales berpelukan lama, maafin bunda juga ya tadi marah sama kaka, soalnya bunda kesel. Semoga bunda besok-besok bs lebih sabar ya…

Jadi, prinsip saya yah ini.. Marahlah dengan bijak, bukan marah-marah. Marah-marah biasanya ngedumel panjang lebar ga jelas pesan moralnya, sedangkan marah yang bijak sebisanya singkat menyampaikan poin mengapa kita marah. 😀 cmiiw..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s