Muslimah Belajar: Menyusun Strategi, Mencapai Mimpi

Jika kita bahkan tidak pernah tahu tujuan yang ingin dicapai,

lalu bagaimana mungkin kita bisa meraihnya.

Jika kita tak pernah menuliskan jalur menuju mimpi,

lalu bagaimana kita tahu bahwa kita sudah dekat atau jauh darinya

Lebih dalam dari itu semua,

selayaknya kita senantiasa berdoa pada yang Maha Memiliki untuk diberikan yang terbaik menurut Rabb yang Maha Mengetahui…

my-life-map

Life map di atas baru saya susun seminggu terakhir saat mendesain buku yang saya rencanakan terbit awal tahun mendatang seputar Jurnal Harian bagi Muslimah Produktif. Selama kuliah dulu, saya sangat rajin menyusun rencana studi, dari semester 1 saya menentukan ingin lulus 3 tahun dengan IPK sekian dll. Setiap akhir semester, saya update rencana tersebut beserta daftar mata kuliah yang ingin saya ambil untuk mendukung cita-cita tersebut.

Setelah menikah, apalagi punya anak, rencana-rencana biasanya hanya disusun saat merayakan ulang tahun pernikahan yang kebetulan di awal kalender masehi atau saat masuk tahun baru hijriyah. Itupun biasanya hanya berbentuk resolusi.

Kali ini, saya ingin berusaha menata lebih rapi lagi jalur hidup saya tentunya tetap mempercayai apa yang tertulis pada qadha dan qadar atas diri saya. Namun, tulisan dan rencana ini adalah penyemangat dan petunjuk saya dalam memaksimalkan misi hidup yang saya miliki.

Untuk fase pertama yaitu usia 31-33 tahun, alhamdulillah saya sudah mulai menemukan jawaban atas 5W1H dari jalur menuntut ilmu yang saya tulis di bagian tersebut. Maestro yang ingin dituju, item apa saja yang ingin dipelajari, kapan (ada di checklist pada postingan sebelumnya), di mana, mengapa saya harus mempelajarinya dan bagaimana caranya.

Fase kedua, bukan berarti saya menyepelekan ilmu agama namun di masa anak saya masih balita, justru ilmu yang bersifat duniawi tersebut yang bisa saya cari sambil tetap mengasuh dan mendidik anak-anak. Kajian demi kajian tetap saya ikuti sejak di fase pertama namun akan sangat mendalam mempelajari Fiqh Ibadah, Fiqh Muamalah dan Shirah di fase kedua tersebut.

Fase ketiga dan seterusnya sudah tersirat di dalam hati detailnya namun belum sempat ditulis rapi, insya Allah setelah semua deadline lainnya terselesaikan saya akan menuliskan kembali rencana detail tentang setiap fase.

Rincian dari setiap fase ini saya sebut sebagai desain pembelajaran versi saya. Memang baru desain “kasar” karena setail lesson plan dan rincian target jam terbang untuk setiap ilmu masih harus ditulis terpisah pada worksheet yang memudahkan saya untuk mengevaluasi keistiqamahan saya menuntut ilmu sebagai ikhtiar mendalami bidang Pemberdayaan Masyarakat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s