Hajj Journal: Day 27- Salam Perpisahan untuk Mina

Hari ini lanjut kembali menuntaskan catatan haji yang sempat terpending lama🙂

Hari ini hari ke 27 perjalanan haji kami, bertepatan dengan 13Dzulhijah. Agenda kami hari ini adalah lempar jumrah terakhir dengan niat nafar tsani sekaligus menandai selesainya seluruh prosesi haji kecuali thawaf wada’ yang memang baru akan dilaksanakan beberapa waktu sebelum meninggalkan Mekkah.

Seperti yang saya ceritakan di hari sebelumnya, sejak kemarin suasana Mina berangsur sepi.. Tampaknya lebih dari 50% jamaah melaksanakan nafar awal sehingga kepadatan di tenda maktab pun sangat berbeda dari beberapa hari yang lalu. Antrian kamar mandi sangat bersahabat, jalanan pun lengang. Beberapa tenda yang sudah kosong menjadi area istirahat baru bagi penghuni tenda lain yang berniat melakukan nafar tsani.

Sampah-sampah yang mulai dibersihkan menambah kenyamanan dan membuat kami agak enggan bertolak dari Mina. Mina dengan segala suka dukanya ternyata mampu menjadi magnet sendiri sebagai arena paling menantang dalam melaksakan puncak ibadah haji.

Malam sebelumnya kami sudah diberitahu oleh tim KBIH bahwa akan ada dua skenario untuk kepulangan kami ke hotel.

  • Skenario pertama, kami akan kembali dulu ke hotel pagi-pagi membawa semua barang bawaan yang cukup banyak, kemudian beristirahat sejenak dan bebersih diri di hotel, baru kemudian berangkat bersama dari hotel ke Jamarat berjalan kaki kurang lebih 2km sekali jalan
  • Skenario kedua, barang bawaan akan diangkut dengan bus sementara kami berjalan menuju Jamarat dan usai melempar langsung kembali ke hotel.

Paginya, kami mendapat kabar bahwa skenario yang digunakan adalah skenario pertama. Oleh karenanya, seusai shalat Shubuh kami sudah siap dengan ransel dan bawaan lain yang telah kami siapkan sejak semalam. Beberapa di antara kami meninggalkan tikar lipat dan barang lain yang sekiranya sudah tidak terpakai lagi.

Alhamdulillah, perjalanan kembali ke hotel dengan bus yang disediakan oleh Maktab berjalan lancar. Setibanya di hotel, sebagian langsung bebersih diri sepuasnya, ada juga yang sudah sibuk dengan cucian yang menggunung, sebagian lainnya beristirahat.

Saya termasuk yang fokus pada bebersih diri dilanjutkan istirahat cantik di kasur empuk🙂 Walau sebenarnya stok baju tinggal ada satu di lemari, tapi ketimbang nanti tertatih di perjalanan melempar jumrah terakhir, maka saya memilih pasrah untuk mencuci nanti malam saja setelah selesai kewajiban ibadah.

Daan, setelah makan siang, kami pun berangkat menuju jamarat. Jarak yang diperkirakan sekitar 2km seakan berlipat tiga kami lalui karena dari gerbang Jamarat yang berjarak 2km dari hotel masih harus ditambah lagi jarak berputar menuju area lempar jumrah.

Lemparan batu terakhir yang terlontar di lubang Jumrah Aqabah membawa rasa haru tersendiri, seakan tak percaya bahwa kami mampu menyelesaikannya. Alhamdulillah atas ijin-Mu pada kami, saya khususnya, untuk menyelesaikan semuanya.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s