Hajj Journal: Day 21- Menapak Menuju Mina

Hari ini tanggal 9 September pada kalender masehi, di siang hari masih tanggal 7 Dzulhijah menurut penanggalan hijriyah, namun ba’da Maghrib nanti 8 Dzulhijah akan segera menjelang.

Sejak siang hari, tas ransel kami telah tertata rapi. Sebagian dari kami, termasuk saya, merasakan campur aduk emosi antara sangat excited menyambut puncak prosesi ibadah haji yang sudah di depan mata, bahagia, cemas pada keadaan-keadaan di ArMina yang konon agak “mengerikan” karena padatnya manusia dan karakter yang beraneka macam ditambah lagi dengan momok antrian dan joroknya area sekitar kamar mandi dan tenda. Namun sebagai hamba, hal yang paling tepat dilakukan berupaya menyiapkan ilmu, emosi dan spiritual yang positif, fisik, serta perlengkapan se-memadai mungkin kemudian bertawakkal kepada-Nya.

Jadwal pemberangkatan memang seringkali tak terduga, hal ini karena kami harus manut pada waktu yang ditetapkan maktab untuk penjemputan. Dari jadwal semula yang seharusnya ba’da Maghrib mendadak berubah sebelum Maghrib sehingga cukup pontang panting bergantian lift karena bersamaan juga dengan jama’ah sholat maghrib yang akan menunaikan sholat berjamaah.

Saya dan suami masuk ke batch 2 pemberangkatan menuju Mina sehingga masih sempat sholat maghrib dijamak dengan Isya’ di hotel. Jarak dari hotel ke Mina sesungguhnya hanya 6km namun karena lalu lintas cukup padat butuh waktu hampir 40 menit untuk tiba di sana. Tepat saat jamaah yang sudah lebih dulu tiba di Mina menunaikan sholat Isya dijamak takhir, kami tiba di tenda. Alhamdulillah, walaupun bersempitan namun masih cukup nyaman untuk tidur.

Malam pertama tidur di tenda, belum semua tenda terisi penuh karena memang tidak banyak jamaah haji asal Indonesia yang mengikuti sunnah tarwiyah. Kamar mandi pun belum terlalu antri, lokasi masih bersih, alhamdulillah cukup nyaman.

Selama tarwiyah tidak ada amalan khusus selain sholat 5 waktu, tilawah dan ibadah dzikir doa lainnya. Tentang sholat wajib, untuk sholat yang rakaatnya berjumlah 4 diqashar menjadi 2 raka’at serta untuk sholat sunnah cukup witir dan qabliyah shubuh saja.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s