Hajj Journal: Day 20- Keterbatasan yang Tidak Membatasi

Bertandang ke tanah haram dan Baitullah adalah sebuah nikmat luar biasa yang Allah berikan pada hamba-Nya. Tak hanya untuk yang sehat secara fisik, sebagian dari mereka adalah hamba Allah dengan keterbatasan fisiknya masing-masing. Ada yang tulang belakangnya sudah tidak tegak lagi, ada yang menderita parkinson, ada yang lumpuh baik sebagian kaki maupun seluruhnya, ada yang terserang stroke dan beberapa sebab keterbatasan lainnya. Bagi mereka, berziarah ke Tanah Haram tetap sebuah kenikmatan tak terhingga. Oleh karenanya mereka bersyukur atas nikmat tersebut. Dengan cara apa? Sebagian dari mereka yang masih mampu berjuang sendiri tampak gagah berusaha menopang tubuh mereka dengan satu kaki yang mereka miliki, sebagian lagi berusaha mengendalikan langkahnya dari kursi roda yang sudah disetting sedemikian rupa bisa mereka gunakan dengan mandiri, sebagian besar lainnya didampingi pasangan, anak, atau kerabat lainnya tampak demikian bersungguh-sungguh merengkuh ridha Ilahi dengan cara sekuat tenaga ikut jama’ah di Masjidil Haram.

Tak hanya itu, kadang batin kami tertunduk pada semangat bapak ibu yang sudah sepuh namun tetap berusaha sekuat tenaga menghadirkan fisik mereka di Baitullah untuk menunjukkan pada Rabb-Nya begitu merindu mereka pada Ilahi Rabbi. Begitu cinta mereka pada Allah dan Rasul-Nya sehingga kesempatan untuk sholat di Masjid yang dijanjikan pahalanya 100.000 kali lebih dibanding masjid lainnya tidak mereka sia-siakan. Kaki-kaki mereka yang mungkin secara fisiologis sudah lebih lemah dibanding pemuda pemudi berusia di bawah 40 tahun seperti menjadi jauh lebih muda dari usia fisik sesungguhnya atas ijin Allah yang mungkin dikuatkan oleh Allah karena semangat menggebu menjemput pahala.

Maka, masih tidak malukah kita jika demikian manja mengeluhkan cuaca yang terik mencapai 45-50 derajat celcius di tengah hari saat dipanggil adzan menuju masjidil haram atau tempat sholat terdekat untuk berjama’ah sementara hamba Allah lainnya dengan keterbatasan fisik atau usia yang jauh dari muda demikian semangat menjemput ridha Nya dengan terpincang, tertatih berjalan menuju masjid-Nya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s