Hajj Journal: Day 19- Bersiap Menuju Puncak Ibadah Haji

Dalam dua hari ke depan insya Allah waktu yang dinanti-nantikan oleh hampir 2 juta jamaah haji yang hari ini sudah berkumpul di Mekkah akan tiba. Seluruh jamaah haji sudah berkumpul semua karena bandara di Jeddah sudah ditutup 3 hari sebelum hari Arafah. Bagi mereka yang mengikuti sunnah tarwiyah dalam waktu kurang 48 jam akan diberangkatkan ke Mina. Tarwiyah maksudnya sudah berdiam di Mina pada tanggal 8 Dzulhijah sejak ba’da dhuhur. Rombongan KBIH kami akan menuju Mina pada tanggal 8 Dzulhijah tepat ba’da maghrib begitu masuk hari baru menurut penanggalan hijriyah (dalam kalender hijriyah hari baru terhitung dari saat terbenamnya matahari).

Karena postingan ini ditulis setelah kami kembali dari prosesi Armina, berikut saya mencoba menyusun daftar persiapan barang yang sebaiknya dibawa menuju Armina.

  1. Gantungan serbaguna yang direkatkan pada bagian dinding, ini bermanfaat untuk menggantung handuk, jilbab, atau barang lainnya
  2. Plastik ukuran sedang beberapa buah, untuk membawa baju saat akan ganti di toilet, membuang sampah, meletakkan baju kotor dan lain-lain
  3. Rol kabel panjang dengan ujung colokan 2, karena di Mina letak colokan kabel berada tinggi di atas tenda sehingga rol kabel mutlak dibutuhkan.
  4. Sleeping bag, jika ingin tidur lebih nyaman. Jika tidak membawa dari tanah air, di supermarket di Mekkah dijual seharga 26SR atau kurang lebih seharga 100ribu rupiah saja
  5. Bantal tiup, bisa juga digantikan dengan tumpukan baju yang kita bawa. Tapi kalau ingin dibawa dari tanah air, kami beli via online hanya seharga 19.500 rupiah
  6. Al qur’an, buku do’a, catatan do’a (baik catatan do’a untuk kita pribadi maupun titipan doa dari teman atau kerabat)
  7. Perlengkapan mandi dan deodorant non parfume (karena saat ihram dilarang menggunakan wangi-wangian)
  8. Cemilan, lauk tambahan penggugah selera dan buah yang disukai (alhamdulillah, selama di Armina kami tidak kekurangan konsumsi sama sekali) jika tidak membawa pun ada banyak pilihan jajanan di sekitar maktab di Mina yang menjual Popmie, teh, kopi, minuman kaleng, buah-buahan, martabak, nasi briyani, dan lain-lain.
  9. Sprayer, topi, kacamata hitam. Ini perlengkapan wajib yang harus selalu ada menemani kami melempar jumrah
  10. Tas selempang serbaguna, alhamdulillah.. bermanfaat banget membawa tas kipling ukuran sedang. Mengapa? Karena tas paspor dari pemerintah menurut saya dan kebanyakan jama’ah size nya terlalu kecil dengan kualitas bahan yang kurang bagus, sehingga tanpa tas selempang serbaguna maka harus ditambah membawa ransel tipis bertali untuk meletakkan peralatan tambahan tersebut
  11. Kipas elektrik, handuk kecil utk mandi dan lap wajah, tikar (ini dipakai saat wukuf di luar tenda di Arafah dan saat mabit di Muzdalifah),  sepatu/sandal yg nyaman utk jalan jauh, kain sarung (untuk ganti baju saat kamar mandi penuh banget, bisa juga berfungsi sebagai selimut),
  12. Tas ransel untuk memasukkan semua perlengkapan tersebut,
  13. Botol minum(saat melempar jumrah cukup bawa 1 botol karena di sepanjang jalan banyak keran air minum dingin segar untuk mengisi ulang), pisau buah, payung, obat, uang, krim pelembab, sunblock.
  14. Tanda pengenal (biasanya ada gelang yang tertulis nomer maktab dan barcode identitas kita, wajib dipakai)
  15. Charger, hp, kamera, tongsis (jika diperlukan, hehe)

Daan, jangan lupa.. Sebaik-baik bekal adalah taqwa dan ilmu, oleh karenanya perbanyak membaca dan bertanya pada ulama yang mumpuni ilmunya terkait FAQ seputar ibadah-ibadah dan ketentuan syar’inya selama puncak ibadah haji di Mina, Arafah dan Muzdalifah nantinya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s