Hajj Journal: Day 15- Saudara Muslim Berbagai Bangsa 

Tidak salah jika dinyatakan bahwa Haji adalah momentum muktamar umat Muslim sedunia. Kapan lagi lebih dari 2 juta umat Islam berkumpul di satu daerah yang berasal dari puluhan bahkan ratusan negara yang berbeda. Sebagaimana firman Allah berikut ini:

Saya agak menyesal belum memperlancar kemampuan berbahasa Arab setidaknya untuk bercakap-cakap sehari-hari sehingga kadang baru bisa ngobrol cukup intens dengan sesama bangsa Melayu, atau bangsa lain yang cukup mahir berbahasa Inggris. Selebihnya dengan saudara Muslimah dari Afrika atau Timur Tengah seringkali harus terbata mengucap beberapa vocab bahasa Arab bercampur bahasa isyarat untuk berkomunikasi dengan mereka.

Belum lagi jika ingin diskusi dengan saudara sesama Muslim dari Asia Timur dan Selatan, alangkah baiknya jika teman-teman yang akan berangkat haji mempelajari pula setidaknya 2 bahasa yang cukup sering digunakan yaitu Arab dan Inggris.

Di foodcourt Zam Zam Tower, kami bertemu banyak saudara Muslim dari Korea, China, bahkan cukup banyak dari mereka masih berusia belia. Saya dan suami jadi menerka – nerka bahwa mungkin wawasan pemuda di sana tentang Islam makin meluas sehingga banyak Muallaf baru di sana.

Selain dalam hal bahasa, kita harus lebih bijak menyikapi banyak perbedaan cara ibadah dan pemahaman tentang cara berwudhu, menutup aurat, sholat, hingga adab keseharian dari jutaan jamaah yang kita temui di Tanah Haram ini. Saat menemui muslimah yang sholat tanpa menggunakan alas kaki, ketimbang memandang sinis, apalagi karena kendala bahasa kita tidak berdiskusi dengan mereka, maka sebaiknya kita husnudzan bahwa mereka termasuk yang memahami bahwa ujung-ujung bagian tubuh adalah bukan aurat sehingga telapak kaki dan tangan mereka dibiarkan terbuka.

Kita tetap berusaha mengingatkan sebisa kita jika saat mereka berwudhu di tempat publik sehingga auratnya terlihat, maka kita beritahu dengan santun untuk wudhu di tempat wudhu wanita yang tertutup.

Jika di masa perjuangan, demikian banyak tokoh pejuang muslim asal Indonesia yang pergi haji senantiasa memanfaatkan waktu untuk menimba ilmu dari para ulama di tanah suci ini.. Semoga momentum haji di masa kini juga dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk mengais ilmu dari mana saja, baik dari ulama yang ditemui, saudara sesama muslim, tempat-tempat bersejarah, museum dan perjalanan ziarah napak tilas masa nabi dahulu.

Semoga di sisa waktu yang ada kami bisa memanfaatkannya untuk mentadabburi setiap ayat-ayat Mu ya Allah ya Rabbal alamiin…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s