Hajj Journal: Day 14-Menjemput Rindu di Baitullah

Salah satu hal yang terpikirkan saat memandang ka’bah setibanya di Masjidil Haram sebelum thawaf qudum adalah alhamdulillah bisa memandang langsung kiblat yang selama ini seringkali dipandangi hanya via sajadah atau layar kaca. Kerinduan melihat ka’bah kadangkala harus tetap diperjuangkan. Lokasi hotel yang bervariasi jaraknya dari Masjidil Haram membuat kami harus mengatur strategi agar tetap bisa optimal beribadah di sana dan menjaga stamina diri sebelum perjalanan Armina minggu lalu.

Jama’ah Indonesia menempati hotel yang berjarak 700-4.500 meter dari Masjidil Haram. Holiday Inn yang berlokasi di Aziziyah Syimaliyah sebagai hotel tempat kami tinggal berjarak 3.700 meter. Oleh karenanya, kami harus 2 kali naik bus untuk dapat mencapai bagian belakang lokasi sa’i. Bus pertama yang hampir selalu siap di depan hotel adalah bus yang dikhususkan untuk jama’ah Indonesia menuju Mahbas Jin. Dari terminal Mahbas Jin kami berpindah rute bus untuk umum (jama’ah haji dari semua negara boleh menaikinya) menuju Masjidil Haram.

Di jam sepi, seperti waktu dhuha, naik bus tersebut sangat nyaman karena AC yang cukup dingin dan tempat duduk yang cukup nyaman. Namun, sejak 1 jam sebelum dan sesudah waktu sholat wajib, maka kondisi tersebut bisa berbalik 180 derajat. Seluruh jama’ah haji berebut secepatnya naik bus, utamanya saat jam usai sholat. Mungkin sudah lelah ingin segera istirahat juga perut yang mulai keroncongan.

Sebelum Armina biasanya ritme yang saya dan suami ikuti adalah sebagai berikut:

  • Qiyamullail sejak jm 3.00 hingga selesai sholat syuruq dan pulang sekitar pukul 06.45 (saat itu bus sudah cukup lengang baik berangkat maupun pulangnya)
  • Ashar hingga Isya’ atau kalau sedang lelah cukup hingga Maghrib (bus ba’da sholat maghrib relatif sedikit lebih sepi dibanding ba’da isya’) jika memutuskan pulang ba’da Isya’ sebaiknya mencari tempat sholat yang agak dekat dengan pintu keluar sehingga tidak terjebak cukup lama di antara lautan manusia😉

Pengalaman pertama kami di Masjid hingga Isya’ dan menempati tempat sholat agak jauh dari pintu keluar menuju terminal bus mengakibatkan kami terjebak cukup lama di kerangkeng halte (jadi memang ada kerangkeng dalam arti yang sesungguhnya, karena jika tidak ada pintu terkunci bisa jadi jama’ah tumpah ruah di jalanan yang mengakibatkan suasana makin kacau).

Di dalam kerangkeng yang makin memanas cuaca maupun emosi jamaahnya, maka bisa jadi kesabaran para jamaah mulai terkikis. Aksi dorong mendorong dan teriak acapkali terjadi. Saya sempat terdorong dan hampir jatuh karena sepatu bagian belakang terinjak, alhamdulillah Allah masih menolong saya bertahan bisa berpegangan pada suami. Kadangkala petugas transportasi lupa tidak membuka pintu kerangkeng nomer tertentu dalam waktu cukup lama sehingga jamaah di dalamnya makin emosi. Saat dibuka pun beberapa jamaah yang tidak sabar melakukan aksi dorong sehingga dapat membahayakan jamaah lainnya. Di kerangkeng tersebut tidak ada pemisahan asal negara sehingga saat jamaah Indonesia terhimpit bersama jamaah negara lain yang postur tubuhnya lebih tinggi besar kemungkinan terdesak makin tinggi.

Namun demikian, kerinduan pada Baitullah dan keinginan untuk sholat di dalamnya jauuuh lebih besar daripada lelah perjuangan itu. Dengan ijin Allah, kami memilih untuk berusaha semaksimal mungkin menembus antrian demi antrian, mencari sejengkal tempat untuk bisa bersujud di dalam Masjid yang Engkau janjikan sholat di dalamnya berbalas pahala 100.000 kali dibanding masjid lainnya.

Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

كُلُّ خُطْوَةٍ يَخْطُوهَا إِلَى الصَّلاَةِ يُكْتَبُ لَهُ بِهَا حَسَنَةٌ وَيُمْحَى عَنْهُ بِهَا سَيِّئَةٌ “Setiap langkah menuju tempat shalat akan dicatat sebagai kebaikan dan akan menghapus kejelekan.” (HR. Ahmad. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih.

saat menunggu bus di depan terminal

kondisi jalanan kota Mekkah, bus berwarna merah adalah bus sahabat kami yang setia mengantar jemput dari hotel ke Masjidil Haram

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s