Hajj Journal: Day 12- Strategi Ke Masjidil Haram dan Cuci Mencuci di Lingkungan Hotel

Setelah belajar dari beberapa kali pengalaman ke Haram, dini hari ini kami memilih berangkat pukul 3 dengan 4 orang Bapak dan 5 orang Ibu. Alhamdulillah perjalanan berangkat cukup lancar, kami masih dapat lokasi sholat menghadap langsung ke ka’bah begitu pula dengan rombongan Bapak-Bapak.

Sambil menunggu syuruq saya dan suami memutuskan thawaf hingga pukul 07.00 dengan bergantian dengan teman lainnya yang berhasil mencium hajar aswad.

Perjalanan ke hotel agak tersendat karena bus ngetem cukup lama😉 padahal kami harus tiba sebelum jam 8 jika ingin mendapat sarapan yang sudah disiapkan KBIH. Alhamdulillah, biidznillah kami tiba tepat pukul 8 kurang 10 menit, walaupun sayur bening dan telur dadar sudah habis ternyata Allah menggantinya dengan ikan bumbu bali, sambal goreng ati kentang dan bakwan berukuran jumbo. Kami bahkan becanda di meja makan sebaiknya datang dari masjid jam segini saja supaya dapat menu pengganti yang lebih maknyusss😀

Tentang cuci mencuci dan jemur menjemur, karena alhamdulillah layout kamar kami mendukung untuk menjemur di dalam kamar jadi kami keringkan hingga 3x spin sebelum kami angin-anginkan di jendela kamar.

Catatan:

  • Sebaiknya pergi ke masjidil haram pada waktu-waktu yang cukup bersahabat yaitu 1-2 jam sebelum waktu shalat wajib
  • Saat keluar sebaiknya menyesuaikan tempat shalat dengan pintu keluar atau sekalian menunggu kerumunan terurai karena suasana bisa menjadi sangat tidak bersahabat saat berdesakan di area kawat tertutup
  • Di Hotel Holiday Inn terdapat 4 lokasi mencuci dan menjemur di lantai 5 dan 10. Sudah disediakan 8 mesin cuci 2 tabung di setiap lokasi, sayangnya beberapa orang agak seenaknya membuang air mesin cuci ke lantai walaupun sudah dipasang pipa pembuangan air ke saluran pembuangan sehingga air tergenang, pun demikian letak tali jemuran yang malang melintang tak tentu arah😀
  • Sebaiknya mencuci sebelum QL atau setelah isya’ agar cukup sepi, saya pernah mencuci jam 10 pagi. Saat sedang mengeringkan mendadak ada sepasang suami istri tanpa basa basi memasukkan baju mereka ke mesin cuci yang masih saya gunakan spin😦 daripada marah-marah baju yang saya keringkan segera saya bawa ke kamar sambil berdoa dalam hati semoga Allah membalas dengan balasan setimpal, hihi..
  • Sebagai istri setia, sepanjang hari kami akhirnya sholat di masjid hotel karena harus menunggu makan siang dan malam siap dan didistribusikan ke seluruh anggota rombongan kami karena ternyata petugas katering terlambat menyediakan nasi box tersebut pada jadwal yang seharusnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s