Day 8: Raudhah, Food Court Arabian, Museum Qur’an dan Asmaul Husna

Bagi saya pribadi ziarah ke Raudhah adalah sesuatu yang amat sangat istimewa. Pertama, karena tempat itu adalah tempat yang demikian menggetarkan di mana Rasulullah yang kami cintai semasa hidupnya berada di mimbar tersebut dan wafatnya pun dimakamkan di area tersebut. Rasulullah yang biasanya hanya terucap rindu melalui bacaan rutin sholat, do’a dan dzikir harian, di Raudhah rasanya rindu itu demikian menggebu. Perasaan penuh pengharapan agar di akhirat kelak bisa mendapat syafa’atnya dan berjumpa dengan beliau di jannah-Nya. Kedua, karena Ibu dulu meninggal saat akan masuk Raudhah sehingga setiap langkah menuju Raudhah saya seperti merasakan betapa Ibu kembali dekat dan bagaimana Ibu menjalani jalan kewafatannya dulu.

Saat umrah 3 tahun lalu, keberanian saya belun terkumpul untuk menempuh langkah itu. Alhamdulillah,biidznillah, tadi pagi bersama teman sekamar saya Teh Elis, sejak ba’da shubuh kami duduk rapi di barisan Melayu. Menjelang pintu Raudhah dibuka, airmata saya mulai menggenang dan bercucuran bayangan sosok Rasulullah dan wajah Ibu muncul bergantian. Dalam hati saya berteriak, “ijinkan saya berziarah ke tempat yang disebut Taman Surga itu ya Rabb”.

Waktu ziarah ba’da dhuha itu memang termasuk waktu terpadat, walau sudah dipisah saat menjelang pintu masuk namun di area dekat karpet hijau yaitu lokasi Raudhah, jamaah dari berbagai negara sudah bercampur.. Perjuangan berat itu terbalas dengan sholat dua raka’at dan do’a yang bisa kami panjatkan di area Raudhah. Beberapa jama’ah Timur Tengah membantu melindungi kami saat melakukan shalat. Alhamdulillahirabbil ‘alamiin.. Niat utk berziarah tersebut tertunaikan sudah.

Suami kami berdua menanti dengan sabar di area sholat pria, setelah kami keluar dari Raudhah, kami pun berusaha mencari alternatif menu sarapan lainnya selain warung Adoel.

Alhamdulillah, di dekat pintu no 23 kami menemukan food court kecil dengan aneka menu Arab dan harganya pun sangat bersahabat🙂

20SR untuk berdua sudah lebih dari kenyang🙂 Ada area makan outdoor yang cukup nyaman juga sehingga sarapan ini terasa begitu nikmat. Harga paket nasi Briyani 15SR, Aneka gorengan seperti samosa 1SR, Teh susu 2SR.

Sore hari ba’da tilawah seusai shalat Ashar, saya dan suami ingin melihat-lihat Qur’an dan Asmaul Husna Exhibition. Dari informasi yang kami terima Qur’an Exhibition terletak di dekat pintu 5, saat belok ke sana ternyata di sebelah kanan adalah exit door nya. Saya bertanya pada salah satu orang di sekitar sana, dan dia menunjuk shaf (barisan) di seberang pintu keluar exhibition tsb. Jadilah saya dan suami antri, setelah beberapa lama saya merasa ada yang “salah” dengan antrian ini. Dan benar saja, ternyata antrian yang dipenuhi jamaah asal Afrika tersebut adalaaah… antrian pemeriksaan kesehatan😀 Saya dan suami bergegas meninggalkan barisan kami masing-masing dan menuju pintu masuk yang benar.

Alhamdulillah.. museum nya keren sekali.. Ada berbagai copy script Qur’an yang ditulis pada abad ke 5 hijriah hingga yang terkini, video makna ayat Qur’an, penjelasan beberapa ayat-ayat di Al-Qur’an dan disediakan pula brosur untuk memahami garis besar isi Al-Qur’an.

Setelahnya kami berkunjung ke Asmaul Husna Exhibition. Tak kalah menarik, di dalamnya ditunjukkan miniatur alam semesta, poster besar tentang 99 asmaul husna beserta makna mendalamnya.

Alhamdulillah, done rihlah sore itu. Kami membeli buku tentang asmaul husna seharga 5SR.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s