Hajj Journal: Day 7- Kajian Pemantapan Umrah dan Cara Mengirim Cargo ke Tanah Air

Sabtu pagi, ba’da menyelesaikan ibadah rutin QL, shubuh hingga Syuruq kami sekamar sepakat sarapan bakso bersama pasangan di Warung Bakso si Adoel di dekat pintu Nabawi no 22. Entah kenapa, menurut sebagian besar dari kami kenikmatannya berkurang dari saat pertama kali makan🙂 Mungkin hukum diminishing return pun berlaku di dalamnya😀

Jam 8 pagi usai sarapan dan istirahat sebentar di kamar, kami kembali berkumpul di lantai 2 untuk kajian pemantapan manasik umrah sekaligus mengingatkan kembali fiqh-fiqh yang perlu dipahami.

Pada dasarnya poin penting saat umrah adalah Ihram, Thawaf, Sa’i dan Tahallul. Namun di setiap poin tersebut harus diingat ada detail fiqh yang tidak boleh dilupakan. Misalnya:

  • Bagaimana jika setelah ihram ternyata ada bapak yang terlupa masih mengenakan pakaian dalam berjahit?
  • Bagaimana jika sebelum waktu ihram atau bahkan saat sedang ihram ada ibu yang haid?
  • Bagaimana jika tersenggol bukan muhrim saat thawaf?
  • Bagaimana jika wudhu batal saat thawaf? Bagaimana cara wudhu menggunakan sprayer
  • Ketentuan alas kaki untuk pria dan wanita
  • Serta berbagai pertanyaan lainnya

Seusai mendapat jawaban dari setiap pertanyaan tersebut kami pun mendapat penjelasan tentang teknis keberangkatan dari Madinah menuju Mekkah. Pada perjalanan yang cukup panjang tersebut (kurleb 420km), terlebih ada sesi miqat di Bir Ali dan rehat di rest area, kekompakan regu dan rombongan mutlak dibutuhkan.

Alhamdulillah rombongan kami memiliki anggota para Bapak yang cekatan dan gemar menolong, kami pun mengulang rapat pemantapan di lorong kamar.

Siang harinya, bagi jamaah yang telah membeli oleh-dengan size melebihi koper yang disediakan diwajibkan menggunakan Cargo. Ada beberapa pilihan cargo, namun kami melalui KBIH Ummul Qura menggunakan Al Farkhan. Tarif per kilo adalah 10SR.

Cargo kami yang akan meluncur ke Depok

Seusai mengurus cargo kami dan membantu anggota rombongan lain, kami pun sukses tepar sebelum jalan ke Masjid Nabawi.

Oh iyaaa, hari ini kami bisa video call sama Kak Faza krn si kaka sedang jadwal pulang dari Rumah Tahfidnya. Alhamdulillah, anak-anak betah di rumah bude dan rumah tahfidznya. Kami jadi legaaa sekalii😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s