Hajj Journal: Day 6- Tempat Bersejarah di Sekeliling Masjid Nabawi dan Menikmati Nasi Bungkus ala Arabia

Tempat Abu Bakar ra dibai’at sbg Khalifah Pertama

Seusai shalat shubuh, kami serombongan KBIH Ummul Qura berkumpul di pintu 37 untuk berkeliling sekitar masjid diakhiri melihat-lihat pasar kurma.

Tujuan pertama yang kami singgahi adalah Saqifah Bani Sa’idah terletak di dekat Museum Sejarah Rasulullah, dengan tulisan di tiang seperti di bawah ini

Di tempat itulah Abu Bakar dan Umar mendatangi kaum Anshar yang akan membai’at pemimpin penggati Rasulullah setelah Rasulullah wafat. Abu Bakar memulai negosiasinya dengan menyebutkan keutamaan kaum Anshar kemudian menjelaskan bahwa sebaiknya pengganti Rasulullah adalah berasal dari Quraisy, “mengapa tidak kalian pilih Umar saja sebagai penggantinya?” Sementata Umar justru lebih terang-terangan meminta tangan Abu Bakar untuk dibai’at karena keutamaan Abu Bakar dan isyarat Rasulullah sebelum wafat yang ditunjuk menjadi imam pengganti beliau adalah Abu Bakar. Demikianlah akhirnya Abu Bakar diresmikan menjadi Khalifah.

Setelahnya kami menuju Masjid Ali bin Abi Thalib, walaupun tidak ada hubungan apapun dengan Ali namun masjid tersebut seringkali dijadikan tempat merapat kaum Syiah asal Iran. Awalnya masjid tersebut hanya tanah kosong yang terkadang dijadikan lokasi untuk Shalat Ied.

Masjid Ali

Di perjalanan menuju Masjid Abu Bakar kami bertemu dengan WNI yang berjualan nasi bungkus seharga 3 riyal atau 10rb rupiah. Jenis nasi yang ditawarkan beraneka ragam, ada nasi rames seperti foto di bawah ini, nasi goreng dan juga nasi kuning.

Masjid Abu Bakar juga tidak ada hubungannya dengan Abu Bakar yang membangun atau sholat di sana, namun hanya tanah lapang lokasi sholat ied umat muslim masa itu.

Sedangkan Masjid Umamah di bawah ini biasanya digunakan untuk shalat Istisqa’ yang kini sudah semakin indah dengan taman yang cukup luas di sekelilingnya.

Perjalanan pagi itu diakhiri di Pasar Kurma, harus diakui bahwa harga kurma dan coklat kurma paling murah ya dibeli di sana. Selisih harganya lumayan banget, antara 5-20SR🙂

Sekian dulu report hari ini..😀

Catatan:

  • Baru 6 hari berjalan sudah banyak teman serombongan kami yang kehabisan uang Riyal. Jika membawa bekal rupiah atau dolar bisa ditukar di money changer yang ada dengan rate cukup terjangkau yaitu 1 riyal setara dengan 3.600 rupiah.
  • Sholat Jum’at di Nabawi sangat ramai karena warga Madinah dan sekitar Madinah juga ikut sholat Jum’at di sana. Jangan lupa datang lebih awal jika ingin dapat tempat yang strategis di dalam masjid.
  • Jumlah kios di pasar kurma banyak sekali dan harganya cukup merata, semua kurma bisa ditawar kecuali produk-produk konsinyasi seperti coklat kurma yang dikemas dalam kardus cantik.
  • Di dekat pasar kurma ada area semacam pasar kaget dengan tenda – tenda berjejer rapi warna putih. Di sana kita bisa membeli aneka pernak pernik dan produk dengan harga yang sedikit lebih miring dibanding kios pertokoan di sekitar hotel

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s