Hajj Journal: Day 5- Dari Masjid Quba, Kebun Kurma, Percetakan Alqur’an hingga Medan Magnet

Alhamdulillah.. Dini hari yang membahagiakan, insya Allah masa haid sudah berakhir sehingga saya sudah bisa melakukan Qiyamullail, tilawah dan shubuh di Masjid Nabawi..

Pagi tadi kami kembali menyusuri kota Nabi. Agar tidak kehilangan kesempatan pahala umrah, kami mengawali perjalanan dengan shalat sunnah 2 raka’at di Masjid Quba tentunya dengan berbekal wudhu dari hotel.

Sebenarnya waktu yang dibutuhkan untuk shalat dan berdo’a tidak lama karena kami juga harus bergantian dengan jama’ah lainnya. Namun demikian, saya dan teman-teman juga ingin mengoptimalkan membantu 3 orang di rombongan kami yang menbutuhkan bantuan khusus dengan kursi roda atau lainnya, sehingga kadang membutuhkan waktu lebih.

Alhamdulillah, teman-teman di rombongan bisa memahami dan sabar menunggu hingga lengkap jumlah rombongan.

Setelahnya kami menuju kebun kurma, saya dan suami memutuskan tidak turun walau kebun kurma yang dikunjungi berbeda dengan yang 2 hari lalu didatangi karena berniat membeli di pasar kurma saja yang konon harganya lebih terjangkau.

Tujuan berikutnya adalah percetakan Al-Qur’an. Yang diperbolehkan masuk ke dalam percetakan hanya laki-laki. Untuk wanita bisa langsung menuju counter pembelian yang ternyata sangat antri dan jumlah pembelian dibatasi hanya 1 eksemplar per orang.

Jenis dan harganya sangat beragam, ukuran A5 tanpa terjemah 17SR,A4 harganya 32SR dan paling besar 75SR.

Antrian yang demikian mengular membuat saya harus mengurungkan niat membeli selain juga tidak ada uang pas, karena kasirnya hanya mau menerima uang pas.

Tujuan terakhir adalah medan magnet yang berjarak kurleb 50 Km dari kota Madinah. Disebut medan magnet karena di salah satu sisinya seperti ada magnet yang mampu menarik mobil bisa berjalan tanpa perlu digas sama sekali, jadi dalam kondisi netral pun mobil atau bus dapat melaju hingga 110km/jam🙂

Kami berhenti beberapa lama di ujung medan magnet tersebut, seperti biasa untuk foto2😀

Menurut Ust Muammar yang mendampingi rombongan kami, setiap malam jum’at yaitu weekend nya orang Saudi di sepanjang jalan medan magnet ini ramai sekali dipadati mobil dan orang. Ada yang menyewa motor, sekedar duduk makan seperti piknik atau jual beli makanan di area tersebut.

Nah, sore ini setelah sholat Ashar dan tilawah rencananya saya dan suami akan menyusuri pertokoan di area lain untuk mencari oleh-oleh untuk kaka sambil hunting kitab dan tafsir muyassar.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s