Hajj Journal: Day 3- Rihlah Perdana Menyusuri Kota Nabi

Setelah menunaikan sholat shubuh, anggota rombongan di kloter kami mendapat giliran rihlah menapaki Kota Nabi ini pada pukul 06.00 yang kemudian molor hingga pukul 07.00 karena kendala teknis yang menyebabkan rombongan kami tidak kebagian bus dan menunggu bus sewaan pengganti.

Hikmahnya adalah kami jadi sempat foto keluarga dulu 1 rombongan, juga mendapat penjelasan detail runtutan shirah dari tempat2 yang dikunjungi oleh Ust Ali Fikri langsung.

Tujuan pertama kami adalah Masjid Quba

Ada hadits yang diriwayatkan dari Sahl bin Hunaif Radhiyallahu anhu berkata, “Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ تَطَهَّرَ فِي بَيْتِهِ ثُمَّ أَتَى مَسْجِدَ قُبَاءَ، فَصَلَّى فِيهِ صَلَاةً، كَانَ لَهُ كَأَجْرِ عُمْرَةٍ

Barangsiapa bersuci di rumahnya kemudian datang ke Masjid Quba’, kemudian dia mendirikan shalat di sana, maka dia mendapatkan pahala umrah [HR. Ibnu Majah dan lainnya]

Sumber: https://almanhaj.or.id/4221-kota-madinah-masjid-nabawi-dan-masjid-quba.html

Masjid Quba ini adalah masjid yang pertana dibangun sendiri oleh Rasulullah. Selengkapnya tentang sejarah Masjid Quba bisa dibaca di sini.

Tips dari pengamatan saya, sebaiknya masuk dari pintu kedua untuk wanita karena lebih sepi dan tidak berdesakan. Jika wudhu kita batal di perjalanan disediakan pula toilet dan tempat wudhu, sebaiknya jangan mengikuti orang kebanyakan yang berwudhu di keran air minum karena aurat kita jadi terlihat oleh pria yang berseliweran.

Tujuan kedua adalah Kebun Kurma

Menurut ustadz pembimbing kami, harga kurma di sini relatif lebih mahal sehingga saya dan suami memutuskan tidak berbelanja dan hanya berselfie ria sambil membantu orang-orang yang minta difoto.

Tujuan ketiga adalah Jabal Uhud

Di gunung inilah peperangan kedua umat Islam melawan kafir Quraisy terjadi, Rasulullah yang awalnya sudah sedemikian rapi menyusun strategi peperangan terpaksa mengatur ulang barisan setelah pasukan memanah melanggar perintah yang ditetapkan untuk tetap berada di bukit pemanah dan hasilnya serangan balik oleh Kaum Kafir Quraisy yang diprakarsai Khalid bin Walid (saat itu belum masuk Islam) pun sukses melukai sebagian besar pasukan muslim termasuk Rasulullah yang mengamankan diri ke Jabal Uhud.

Pasukan kafir Quraisy baru pergi setelah dikabarkan bahwa Rasulullah telah terbunuh padahal yang wafat adalah Mush’ab bin Umair yang kemudian saat akan dimakamkan bahkan kain yang dimilikinya tidak cukup panjang untuk dapat menutup seluruh bagian tubuhnya.

Setelah Jabal Uhud kami kembali ke hotel karena untuk masjid Jum’at (tempat di mana pertama kali diperintahkan shalat Jum’at), masjid Qiblatain (tempat di mana Rasulullah menerima wahyu berpindah kiblat dari Masjidil Aqsha ke Masjidil Haram), lokasi perang Khandaq, dan tempat lainnya hanya dilewati saja sambil dijelaskan shirahnya oleh Ustad Ali.

Tips selama perjalanan, jangan lupa membawa spray, air minum yang cukup banyak, topi, kacamata hitam, masker, bekal snack, alat dokumentasi, selalu mengucapkan salam pada sesama muslim yang kita temui.

Wednesday, 21 Zulqaidah 1437 / 24 August 2016

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s