Hajj Journal: H-1 Pelepasan Jama’ah dan Pemeriksaan Akhir di Asrama

Akhirnya kami semakin dekat dengan hari yang ditunggu-tunggu. Malam ini kami akan bertemu dengan saudara-saudara kami selama perjalanan haji nanti. Bagi teman se-KBIH lainnya, momen tersebut sudah berulang kali mereka lakukan, namun bagi kami yang berstatus sebagai

Sejak manasik pertama dan satu2nya yg kami ikuti di Depok, lafadz “Labbaik allahumma labbaik” selalu sukses membuat saya tersedu, betapa Allah demikian baiknya pada kami yang mengijinkan kami utk memenuhi panggilanNya tahun ini
Kembali mengingatkan diri bahwa kepergian ibadah nanti sama sekali bukan karena kekuatan finansial, fisik atau apapun yang kita miliki. Ibadah ini murni karena ijin Allah SWT

Pada lafal laa syarika laka, saya kembali diingatkan bahwa inilah salah satu momen yang Allah berikan kepada saya bahwa kecintaan kepada keluarga yang ditinggalkan, harta yang ditinggalkan, tidaklah lebih tinggi bahkan jauh lebih rendah dibandingkan kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya

Terlambat 1,5 jam dari jadwal awal, pada pukul 01.30 dini hari kami berangkat naik bus berjumlah 10 untuk 444jama’ah kloter 31 JKS dari masjid Balaikota Depok ke Asrama Haji Bekasi yang dilepas resmi oleh Bapak Walikota Depok dan tim Pemda Depok terkait.

Setibanya di sana, kami menunggu di area tempat duduk sebelum 45 menit kemudian kami diminta masuk ke aula. Di aula, ada beberapa sambutan dan arahan dari pihak Kemenag Depok, Pejabat di Asrama Haji, Tim Kesehatan diakhiri dengan pembagian kartu akomodasi dan pemeriksaan kesehatan.

Utamanya untuk jama’ah wanita yang masih pada rentang usia subur akan diperiksa urine kembali. Setelah menyelesaikan pemeriksaan kesehatan jamaah dapat beristirahat di kamar masing-masing.

Catatan:

  • Mengingat begitu crowd nya para pengantar di area Kantor Walikota, sebaiknya terdapat area terpisah untuk jamaah dan pengantar
  • Lokasi drop-off dan parkir pun sebaiknya diatur lebih tertib lagi
  • Karena sepanjang pelepasan, perjalanan dan menunggu pemeriksaan di asrama haji demikian panjang (saya dan suami tiba di lokasi pelepasan pukul 21.30 krn dijadwalkan ada foto bersama pukul 22.00 dan pelepasan pukul 23.00. Namun semua rangkaian tersebut baru selesai pukul 05.45 sehingga semalaman kami hanya bisa mencuri-curi waktu tidur selama kurleb 1 jam saat di bus.) Karenanya akan sangat baik jika sebelum waktu berangkat jamaah mencukupkan dahulu waktu istirahatnya.
  • Jamaah wanita usia subur harus lebih siap menjalan pemeriksaan kesehatan dengan kondisi yang kurang “beradab” (menurut pandangan saya) dimulai dari panggilan dengan suara keras, kurang ramah, melepas kaos kaki di tempat umum, diminta meletakkan tas paspor yang berisi barang berharga di sembarang tempat (saya berusaha meminta waktu untuk mencari teman yang dapat dititipi namun justru dibantah bahwa sejak beberapa hari pemeriksaan tidak ada masalah apa-apa, bismillah, saya menurut) – seusai diperiksa sambil menunggu hasil saya masih belum boleh mengambil tas, namun syukur alhamdulillah tas saya masih lengkap. Namun, ada salah satu jama’ah yang kehilangan uang 500riyal / hampir 2juta saat tasnya ditinggal pemeriksaan urine. Saat pemeriksaan walaupun sudah melalui screening awal dicek kondisi rahim oleh bidan, pemeriksaan anggota badan, kami diminta untuk mengambil urine dalam kondisi pintu kamar mandi dibuka disaksikan oleh tim kesehatan. Semoga selanjutnya ada cara lain yang lebih layak dan “manusiawi”.
  • Selama di asrama haji, kami harus mulai belajar antri dan toleransi. Antri makan, ke toilet, wudhu, dan lain-lain. Pembagian kamar tidak ditentukan oleh KBIH melainkan oleh panitia di asrama haji, sehingga jika ada yang tidak bisa bersama keluarga (misal ibu dan anak perempuan) harus bersabar dulu atau minta bertukar setelah menempati kamar masing2. 1 kamar berisi 5 ranjang tingkat, jika yang menempati ranjang di atas tidak berkenan, ada baiknya memindahkan kasur ke lantai daripada harus berdebat😉 Pernah sekali ada jama’ah yang kehabisan makan pagi, sebaiknya diusahakan bicara baik2 pada petugas katering untuk mencarikan di lantai lain, karena bagaimanpun itu adalah hak jamaah. Namun demikian petugas dan panitia patut diapresiasi keramahannya😉 Mereka sangat helpful juga saat memberikan arahan sebelum X-Ray dan info lainnya.
  • Jangan lupa membwa kartu akomodasi saat makan karena kartu tersebut akan diberi tanda centang pada bagian jatah makan kita
  • Setelah dibagikan paspor dan living cost (tahun ini sebesar 1.500 riyal) simpan baik-baik dan periksa apakah nama dan foto di visa sudah sesuai dengan identitas kita
  • Di asrama ada banyak tempat penukaran riyal tapi kursnya lebih mahal, di hari yang sama kami tukar di BRI Syariah rate yang berlaku 3.900 sedangkan di asrama 4.100 untuk uang pecahan besar dan 4.300 untuk pecahan kecil atau receh. Yang lebih mengejutkan setibanya kami di Madinah, saat menukar di Bakso si Doel justru ratenya hanya 3.700
  • Di asrama juga banyak penjual tali tas, tali botol minum, dan aneka perlengkapan haji lainnya, harga pun sangat miring🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s