Jurnal Pengasuhan Feb 2016

Ufhhh Senang rasanya menulis kembali setelah beberapa minggu terakhir ini saat membuka laptop hanya bisa menyiapkan event kopdar HeBAT Community dan edit serta finalisasi buku coret2an saya untuk Kaka yang mau dicetak.

Bulan ini…

Awal bulan kami family trip ke Balikpapan, seru-seruan liat beruang madu, ke pantai Lamaru, belajar tentang hal baru bahwa kadang ada orang yang punya niat tidak baik ngambil sandal kami sekeluarga kecuali milik Ayah😀, beli buku, nyari kacamata untuk bunda🙂

Tanggal 14 Feb kami jadi host untuk Festival Dolanan Tradisional di lapangan cricket komplek tempat kami tinggal, acaranyaaa seruuu sekaliii…🙂 semua heppi..

Tanggal 20 Feb nya kami jadi host juga untuk seminar dan kajian Parenting “Fitrah Based Education” dari Ust Harry yang berkenan datang jauh2 dari Jakarta.

Nah, sekarang update tentang bocah-bocah..

Kaka Faza

Kami masih bertualang mencari aktifitas apa yang paling passionate bagi si Kaka. Selama ini kalau di rumah kaka paling suka bermain peran, misal jadi petugas RS, guru, baca puisi (intonasi dan mimik belum dapet sih, cuma kadang suka aja), baca teks pidato. Seneng bikin-bikin worksheet di excel untuk nyusun aneka list. Misal bikin daftar pasien, bikin daftar nilai, daftar guru, daftar siswa, dll.

Mas Haidar

Paling suka main peran juga misal kemarin dibeliin ayahnya mobil2an yang 35rb isi 6, waduuh meuni heboh pisan mainnya. Ceritanya ada 2 tanker, 2 traktor dan 2 lagi jenis truk apa gitu, bisa tahan lama banget main sambil aksi sana sini.

Terus kemarin juga, bunda nitip ke temen di BPN permainan yang isinya ada puluhan prajurit dengan berbagai gaya menembak, mobil tank perang, helikopter, pesawat, kapal, benteng dll yang harganya semua under 100k, si Mas heppiii bangett, bisa aneka adegan dimainkan😀

Adek Mush’ab

Entah kenapa adek Mush’ab justru nampak lebih akademis, hihi.. terbukti dengan hobinya coret2 sana sini, ada papan tulis dan spidol anteng, ada pensil dan kertas anteng, tentu saja tetap ditambah panjat sana sini, lari sana sini, terutama sekarang kalau jalan-jalan keluar sama sekali ga mau digandeng, mulai mandiri jalan sendiri, yahh kadang jatuh sih, gapapa lah ya dek, namanya juga belajar.

Oh iya, kalau dalam hal kesehatan tampaknya bakat alergi Mush’ab cukup tinggi hampir sebulan sekali dalam 3 bulan terakhir ini si bungsu selalu terkena flu berat yang kemungkinan karena serangan alergen. Semalam akhirnya kami membeli alat nebu demi bisa menuntaskan flu si adek dan bisa juga dimanfaatkan untuk anggota keluarga lainnya.

Catatan Khusus:

Hari ini, ada kejadian menarik saat kaka kembali susah dibangunkan, walhasil setelah kaka selesai sholat shubuh, ayah dan bunda kompak mendiamkan saja tanpa meremind apapun kepada Kaka.

Setelah selesai Kaka dengan standar pagi sebelum berangkat sekolah, bunda pun mengantar ke halte bus seperti biasa, senyum-senyum saja, pokoknya sudah bertekad hari ini kaka harus bisa menilai sendiri efek dari bersantai-santai di pagi hari😀

Taraaa.. di halte Batu sudah ga ada orang, kaka minta diantar ke halte dekat rumah Icha, oke, diantar ke sana, daan tetap saja tidak ada orang, yaiyalaahh orang sudah jam 07.03 WITA. Bus lewat pada pukul 06.45 biasanya.

Sesampai di rumah bunda diam cukup lama, kaka nangis. Selang beberapa belas menit, bunda tanya, Kaka mau diskusi dengan bunda tentang masalah ini?. Kaka mengangguk. Kamipun terlibat diskusi panjang tentang 3 hal,

  • Masalah yang ada > Kaka terlambat karena bangun pagi malas-malasan dan lama di kamar mandi
  • Solusi hari ini > Belajar bersama bunda, minta maaf pada ustadzah Fregat karena tidak ikut kelas
  • Rencana selanjutnya > Kaka bertekad tidak mengikuti bisikan setan untuk bermalas2an setelah dengar adzan shubuh. Mulai besok ayah dan bunda hanya akan membangunkan kaka pukul 04.30 WITA tepat, shubuh pukul 05.04.

Jadilah kami belajar sebentar tentang konsep penting di tema 6 bersama adik-adik di Poppets, kemudian mengantar charger ayah yang tertinggal, belanja sayur di town hall, dan meminta maaf kepada ustadzah dengan intro latar belakang masalah dari bunda. Ternyata ustadzah, dengan senang hati memaafkan dan mengajak Faza tetap masuk kelas walau faza tdk memakai seragam dan tidak bawa alat sekolah lengkap.

Awalnya Faza ragu, tapi bunda berusaha menguatkan dan menyemangati. Sekarang, Faza sudah kembali dari sekolah selepas pulang sekolah sendiri naik bus dan sedang asyik menyantap ayam bakar padang masakan bunda kesukaan Kaka.

Kita masih harus terus sama-sama berjuang untuk belajar ya Nak…

IMG_20160207_093016.jpg

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s