Trombositosis, Akhirnya Kita Kenalan..

Seminggu terakhir ini, kami sekeluarga akhirnya kenalan juga dengan jenis penyakit yang kurang populer dan sering menyebabkan orang yang pertama kali mendengar mengira saya salah ketik.

Sabtu lalu, suami menyarankan saya memeriksakan Mush’ab ke dokter anak karena tampaknya batuk-batuk yang dialami sudah demikian lama, lebih dari dua minggu. Walaupun nomer antrian yang kami terima menunjukkan angka buncit yaitu 25, kami tetap berusaha tersenyum, itung2 sambil keliling kota Sangatta😀

Daan setelah pukul 19.30 nama Mush’ab dipanggil masuk ruangan. Setelah menjelaskan kronologis batuk Mush’ab seraya sang dokter memeriksa mulut dan tenggorokan juga dada, dokter meminta saya membawa Mush’ab cek darah dulu ke laboratorium.

Karena ini pertama kali sesi cek  darah bagi Mush’ab maka masuk ke lab pun Mush’ab masih senyum-senyum becanda dengan saya. Daan, ketika jarumnya masuk, jeng jeng, nangis.. alhamdulillah tak lama. 15 menit kemudian, hasil selesai dan kami bawa ke dokter.

Dokter melingkari dua angka yaitu di bagian trombosit dan leukosit, trombosit Mush’ab sangat tinggi dibanding batas maksimal normal nya yaitu antara 150rb-500rb, sementara angka trombositnya 753rb. Leukosit pun cukup tinggi yaitu 12.900.

Karena kemungkinan Mush’ab memiliki riwayat alergi maka dokter memberikan obat anti alergi ditambah AB untuk menurunkan trombositnya dengan cara menghilangkan efek infeksi yang mungkin ada. Dokter meminta setelah 3 hari, cek darah kembali dan akan diperiksa lagi hasilnya.

Yuhuu, 3 hari kemudian, saya Mush’ab dan Haidar naik bus ke Sangatta kota karena janjian sama Faza dan ayahnya ke RS bareng. Setelah belanja sayur dan ngemil2, kami berlima jalan ke RS, daaan hasilnya sungguh mengejutkan trombosit Mush’ab malah naik jadi 858rb walaupun leukositnya agak turun jadi 11.900. Akhirnya dokter meminta untuk rawat inap agar bs dimasukkan AB via intravena untuk mempercepat turunnya trombosit adek.

Kami bertanya mengapa setelah minum obat justru trombositnya makin tinggi, kemungkinan menurut dokter tubuh adek masih berusaha melawan infeksi kronis yang terjadi dan bisa berasal dari proses alergi si adek.

Jadilah 3 hari 3 malam kami berjuang bersahabat dengan infus, saya memilih kata berjuang karena memang sangat menantang hidup dengan infus selama 3 hari bagi anak usia 14 bulan yang sedang hobi lari-lari sana sini, selang lepas sana sini tak terhitung kalinya dan ahirnya pindah tusukan jarum infus di kedua lengannya.. Good job, pejuang.. akhirnya 3 hari itu berakhir, semalam, setelah cek kembali walau belum normal tapi sudah lumayan turun jadi 605rb sehingga… kita boleh pulang… Alhamdulillah…

Semoga Kamis besok saat cek darah kembali semua sudah normal yahh dek.. beriut hasil kepo tentang trombositosis, silakan dibaca semoga bermanfaat🙂

Trombositosis adalah gangguan di mana tubuh memproduksi terlalu banyak platelet (trombosit), yang memainkan peranan penting dalam pembekuan darah. Kelainan ini disebut trombositosis reaktif ketika disebabkan oleh kondisi yang mendasarinya, misalnya infeksi. Trombositosis juga dapat disebabkan oleh penyakit darah dan sumsum tulang. Bila disebabkan oleh gangguan sumsum tulang, trombositosis disebut trombositosis otonom, primer, esensial trombositosis, atau esensial trombositemia. Dokter mungkin dapat mendeteksi trombositosis dalam hasil tes darah rutin yang ditunjukan dengan meningkatnya jumlah platelet. Jika tes darah menunjukkan trombositosis, penting bagi dokter untuk menentukan apakah itu berjenis trombositosis reaktif atau trombositemia (yang lebih mungkin menyebabkan pembekuan darah).

GEJALA

Trombositosis reaktif jarang menyebabkan gejala. Tanda dan gejala yang timbul seringkali berhubungan dengan kondisi yang mendasarinya. Jika gejala trombositosis reaktif memang terjadi, mereka mungkin termasuk: Sakit kepala Pusing Nyeri dada Rasa lemah Pingsan Perubahan pandangan/visi mata (sementara) Mati rasa atau kesemutan pada tangan dan kaki

Penyebab & Faktor Risiko

Sumsum tulang, yakni jaringan spons dalam tulang, mengandung sel induk yang dapat menumbuhkan sel darah merah, sel darah putih, atau trombosit. Trombosit berjalan melalui pembuluh darah. Mereka tetap bersama-sama untuk membentuk gumpalan yang dapat menghentikan perdarahan ketika pembuluh darah rusak, seperti ketika Anda terluka. Jumlah trombosit normal berkisar antara 150.000 sampai 450.000 per mikroliter darah. Jika memiliki trombositemia esensial  yang disebabkan oleh gangguan sumsum tulang, kemungkinan sumsum tulang memproduksi sel-sel yang membentuk trombosit (megakariosit) lebih banyak daripada jumlah normal. Hal ini menyebabkan terlalu banyaknya trombosit yang dilepaskan ke dalam darah. Jika hasil tes darah menunjukkan jumlah trombosit yang tinggi, dokter harus segera menyelidiki apakah pasien terkena trombositemia atau trombositosis reaktif.

Penyebab trombositosis reaktif antara lain:

Perdarahan akut dan kehilangan darah

Reaksi terhadap alergi

Kanker

Gagal ginjal kronis atau gangguan ginjal

Latihan (olahraga)

Serangan jantung

Infeksi Anemia defisiensi zat besi

Pengangkatan limpa Anemia hemolitik, jenis anemia di mana tubuh menghancurkan sel-sel darah merah lebih cepat daripada jumlah sel darah merah yang berhasil diproduksi. Seringkali penyakit ini berkaitan dengan penyakit darah lainnya atau gangguan autoimun. Peradangan, seperti rheumatoid arthritis, penyakit celiac, gangguan jaringan ikat, atau penyakit radang usus Pancreatitis Trauma

Faktor risiko

Anda mungkin berisiko terkena trombositosis jika memiliki kondisi medis seperti anemia akibat kekurangan zat besi, atau telah menjalani operasi.

Komplikasi

Jika jumlah trombosit yang tinggi disebabkan oleh penyakit sumsum tulang (esensial trombositemia), bukan dari trombositosis reaktif, Anda mungkin akan menghadapi risiko pembekuan darah. Jenis penyakit ini dapat mengancam jiwa.

Kapan Harus ke Dokter ?

Karena trombositosis tidak menimbulkan gejala khusus, seseorang mungkin tidak akan mengetahui kondisinya kecuali melalui tes darah rutin (yang menunjukkan jumlah trombosit lebih tinggi daripada jumlah trombosit pada kondisi normal). Jika hasil tes darah menunjukkan jumlah trombosit yang tinggi, dokter akan mencoba untuk menyelidiki penyebabnya.

Gaya Hidup & Perawatan di Rumah

Pengobatan untuk trombositosis reaktif lebih ditujukan pada kondisi yang mendasarinya. Jika operasi atau cedera baru adalah penyebab dari hilangnya darah secara signifikan, trombositosis reaktif mungkin tidak akan berlangsung lama. Jika penyebabnya adalah infeksi kronis atau penyakit inflamasi, jumlah platelet mungkin akan tetap tinggi sampai kondisi ini berhasil dikendalikan. Dalam banyak kasus, jumlah platelet akan kembali normal setelah penyebabnya dapat diatasi. Pengangkatan limpa dapat menyebabkan trombositosis seumur hidup. Dalam hal ini, dokter mungkin akan meresepkan aspirin dosis rendah untuk membantu mencegah perdarahan atau insiden pembekuan darah, meskipun hal ini jarang terjadi pada trombositosis reaktif.

Source: http://www.dokterdigital.com/id/penyakit/110_trombositosis.html
Copyright DokterDigital.com

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s