Belajar dari Sang Pembelajar

Copas dari note di FB awal 2010 lalu..

Tadi pagi, selain mencicipi kemacetan khas Jakarta di sepanjang lenteng agung, mampang, hingga kuningan dan menteng alhamdulillah ada banyak hikmah yang saya dapatkan dalam rangkaian mengantar Bapak periksa mata ke JEC Menteng.
Pertama,walaupun sudah beberapa kali ke sana saya masih takjub dengan kesigapan setiap personilnya, saat CS yg lain sdg mengambilkan brosur yg bisa saya baca2 selama menunggu Cs yang lain menawarkan apa lagi yg bisa dibantu, hm.. takjub sambil berharap rumah sakit lain (esp RS pemerintah bisa memiliki layanan seprima ini)
Kalau dibandingkan masalah harga dengan berbagai kecanggihan teknologi yg dimilikinya harga konsultasi terbilang relatif standar walaupun ada juga opsi untuk layanan eksekutif dg ruang tunggu yg sangat nyaman dan antrian “bisa diatur”🙂

(tambahan pandangan penulis per hari ini, terakhir ke RS tersebut sdh tdk senyaman dan seramah dulu, dari bbrp RS mata penulis recommend untuk mencoba KMN di TB simatupang, yang KMN cabang lainnya belum pernah nyoba, yang jelas di sana nyaman sekaliiii)
Kedua, menyadari bahwa nikmat penglihatan adalah salah satu nikmat luar biasa yang kita terima dari Allah SWT, sambil berdoa bisa terus menjaga nikmat ini sehingga sampai lanjut usia nanti tetap bisa melihat dgn baik dan jadi tetap bisa bermanfaat bagi org lain
Ketiga, ini yang terpenting, saya seolah terpacu untuk tidak pernah berhenti menjadi seorang pembelajar saat diberitahu suami bahwa motivasi Bapak mertua saya berobat mata adalah agar dapat terus belajar dan mengajar, sangat mengharukan.. Mengapa?

Bapak saya ini sdh sangat lanjut usianya tahun ini menginjak 70 tahun, beliau tinggal di kota kecil bilangan Kediri, namun dari cerita Ibuk mertua beliau tidak pernah absen membaca berbagai buku, kitab, dan tentu saja Alqur’an di sela waktu senggang beliau. Beliau bahkan tadi sama sekali tak bergeming saat tahu berapa biaya yg harus ditanggung untuk operasi yang nantinya akan dilakukan, beliau sangat memukau dengan kegigihan ingin segera operasi agar bisa mengembalikan sebagian daya penglihatannya (karena menurut dokter Purba, dalam usia sesenja itu kondisi Bapak dapat dikatakan bagus, dan operasi tersebut nantinya sulit mengembalikan 100% daya penglihatan yang berkurang)
Ya Allah, lancarkanlah proses pengobatan beliau, sehingga beliau masih dapat berjuang dengan ilmunya di jalan Mu. Amin.

salah satu foto bapak di manten Pipit

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s