Day6: Pelajaran tentang Tanggung Jawab

Hari ini, 14 Des 2015, saya dan trio bocils harus bertolak ke Jakarta menyusul sang ayah sekaligus mengurus beberapa hal di sana. Karena masih ada waktu menunggu jadwal penerbangan siang jam 2, pagi-pagi kami berencana naik kereta dulu ke Mojokerto dengan rute Sidoarjo-Mojokerto langsung naik kereta balik lagi ke Sidoarjo.

Alhamdulillah, dengan segala keruwetan menyiapkan trio bocils, jam 6.30 kami sudah siap di mobil Om untuk berangkat ke stasiun. Jalanan di kota Sidoarjo sudah mulai tersendat namun masih lebih bersahabat dibanding Jakarta (ya iya laaahh ya..) kami harus melalui rute berputar karena ada jalan satu arah menuju ke stasiun. Di mobil kami masih seseruan ngobrol dan becanda hingga terdengar suara “Braaakkk” dari belakang mobil kami disertai guncangan kecil.

Ups, ternyata ada motor yang menabrak cukup kencang hingga lampu belakang pecah. Om Amal minta ijin untuk mengejar motor yang langsung kabur tersebut. Kami langsung iyakan dan ikhlas gagal naik kereta🙂 Karena jalanan cukup padat jadi kurang leluasa mengejar si motor, bagai adegan film aksi tibalah di gang yang lebih sempit, sehingga Om Amal parkir kemudian mengejar dengan cara manual (baca:berlari).

Haidar: Bunda, kenapa Om Amal ngejar orang yang nabrak bunda?

Bunda: Karena Om Amal mau ngajarin orang itu untuk bertanggung jawab Mas..

H/F (lupa siapa yang nanya): Tanggung jawab itu apa bunda?

B: Jadi tadi kan mas haidar sama ka faza denger kan ada suara gubrak waktu om motor nya itu nabrak mobil om amal? (mereka angguk-angguk) nah, berarti orang itu berbuat kesalahan ga? (iya) kalau berbuat salah harusnya gimana (minta maaf)

Selain minta maaf, kalau kita berbuat salah dan bikin rusak barang orang lain kita harus tanggung jawab menggantinya. Bukan kabur (angguk-angguk lagi)

H/F: berarti yang nabrak tadi jahat dong bun?

B: wallahu a’lam yang jelas si om tadi mungkin lagi digoda setan agar dia lari dan gak mau tanggung jawab. Kalo mas haidar sama ka faza berbuat salah ngerusakin barang org lain harus gimana?

H&F: minta maaf terus tanggung jawab

B: alhamdulillah, pinter. emang kadang minta maaf itu susah mas dan kaka, tapi itu sangat disukai Allah, kalau kita belum mampu mengganti kita bilang saja, yang penting harus niat tanggung jawab.

Kemudian Om Amal datang dengan wajah pasrah karena si motor sudah terlalu jauh kabur. Kami memang batal naik kereta, namun pagi ini Faza dan Haidar belajar banyak ttg tanggung jawab daaan belajar memvisualisasikan kejadian tabrak lari itu.

Beberapa hari ke depan hingga kami tiba di Jakarta, saya harus tetap berusaha excited saat mendengar cerita duo bocils itu tentang berkali-kali siaran ulang tentang liputan tabrak lari: Jadi kan gini (ayah, bunda, mbah lif, tante, semua orang yang ditemui diceritain) ini kan mobil kita nunjukin pake telapak tangan kiri terus ini motor nya (pake tangan kanan) terus motor ini nabrak mobil kita (gubrak, ada efek suaranya juga, hihi) terus orangnya kabur, dikerjar sama Om Amal tapi orangnya udah jauh jadi ga kekejar lagi, orangnya ga tanggung jawab.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s