Catatan Lain tentang Poligami

Ini hanya penggalan beberapa tulisan saat Film Surga Yang Tak Dirindukan ramai dibicarakan beberapa bulan lalu, sebagai pengingat bahwa ada dimensi lain dari poligami yang selayaknya direnungkan.

Dari catatan Mbak Asma Nadia:

Saya meneteskan air mata ketika mendengar pernyataan Habibie setelah menonton Surga yang Tak Dirindukan.

Ya, unik. Ketika orang menceritakan betapa mereka menangis setelah menonton Surga yang Tak Dirindukan, saya justru meneteskan air mata mendengar testimonial yang begitu romantis dari sang mantan presiden.

Sang jenius ini selalu bicara dengan bahasa teknologi yang cukup sulit dimengerti ketika kita mendengarkannya.Tapi setiap kali ia membicarakan Ainun, kata-kata yang keluar adalah kata yang sangat meluluhkan hati.
Semua wanita mungkin mendambakan untuk dicintai sebagaimana Habibie mencintai Ainun.

Setelah menonton SYTD, Habibie ditanya tentang poligami, dan jawaban ini membuat air mata saya tumpah.

“Saya tidak bisa, tidak mampu, membagi perasaan cinta saya sebagaimana saya berikan pada Ainun. Walaupun Ainun, percisnya 5 tahun 2 bulan 11 hari lalu, bagi saya tidak meninggal.
Ia pindah ke dalam dimensi lain. Saya tidak pernah satu detik pun dan satu hembusan napas pun, di mana Ainun tidak bersama saya.Saya waktu nonton (SYTD) berapa kali bicara dengan nya (sambil menengok ke samping), Not bad!
Jadi saudara, susah ditanya pada Habibie (tentang poligami).”

Keterangan tambahan:
Pernyataan ini menujukkan Habibie setiap hari, menghitung hari berapa lama ia ditinggal Ainun.
Habibie sendiri mengakui bahwa dalam Islam ada poligami (dipernyataan setelahnya), akan tetapi ia tidak sanggup melakukannya.
Seorang pengunjung taman makam sempat bertemu dengan petugas makam yang bercerita bahwa bunga di makam Ainun setiap dua hari sekali harus di ganti atas permintaan Habibie (dengan biaya sendiri).

Sedangkan ini adalah tulisan dari Ustadz Hilman Rosyad

Di fesbuk lagi rame film “surga yg tak dirindukan” yg berkisah seputar poligami. Topik kontroversial yg dikupas menjadi sebuah film.

Bicara poligami pada umumnya orang akan bilang, “enak si suami”, “si istri sakit hati” atau “wah hebat, si istri ikhlas dimadu”. Pembicaraan hanya seputar suami istri, bahkan mungkin di kalangan jomblo hanya seputar urusan ‘kasur’ atau yg tahu agama sedikit bilang, “itu sunnah yg terzhalimi”. Sedikit yg mengupas, bagaimana sesudahnya. Kehidupan rumah tangga yg dipenuhi api cemburu istri yg bertolak belakang dg api asmara ke-2 pihak suami itu rupanya yg banyak dikupas dan dibahas.

Saya ingin melihat dari sisi lain. Yaitu keturunan. Anak2 dari beda ibu. Seorang bapak bukan hanya harus kuat masalah finansial dan urusan membagi cinta dg para istri tapi juga menjaga kelangsungan keturunan2nya dari istri2nya.

Ingatkah kisah Yusuf a.s. dan saudara2nya? Satu ayah namun beda ibu, melahirkan kisah dahsyat yg ditulis dg lengkap dan jelas pada surat Yusuf. Yusuf a.s dibenci saudara2 tirinya yg mengakibatkan penderitaan batin luar biasa bagi ayahnya, Ya’qub a.s.

Kenalkah anda dengan Khalifah Harun al Rasyid? Khalifah bani Abbasiyah yg terkenal kemasyhurannya. Namun adakah yg tahu bahwa anak2nya yg beda ibu berseteru dan saling membunuh untuk memperebutkan khilafah? Muhammad al Amin bin Harun al Rasyid memiliki ibu dari bangsa Arab. Abdullah al Ma’mun bin Harun al Rasyid memiliki ibu dari bangsa Persia. Perseteruan 2 bersaudara ini sudah terasa pada waktu ayahnya masih hidup. Sehingga ayahnya membagi kerajaannya, yg jazirah arab dikuasai al Amin, sedangkan persia dikuasai al Ma’mun. Keduanya disumpah di depan Ka’bah. Namun tak lama setelah ayahnya wafat, keduanya berperang dan al Amin dibunuh pasukan saudara tirinya.

Kenalkah anda dengan Sultan Salahuddin al Ayyubi, Pahlawan al Quds. Setelah Salahuddin meninggal, anaknya Ali al Afdhal berperang melawan saudara tirinya Utsman al Aziz.

Kenalkah anda dengan Sultan Muhammad al Fatih, pembuka Konstantinopel dan juga pahlawan Islam dalam melawan Drakula. Anaknya Bayazid berperang dengan saudara tirinya Cem. Cem meminta tolong ke Eropa untuk mengalahkan saudara tirinya, Bayazid. Namun oleh Paus waktu itu Cem dijadikan semacam jaminan agar Bayazid tidak memperluas wilayahnya ke Eropa. Paus juga meminta uang jaminan yg besar agar bisa menjadikan Cem sbg tahanan rumah. Jika tidak, Cem akan didukung penuh Eropa untuk mengalahkan Utsmaniyah. Dan berperang melawan saudara tiri sendiri tentu sangat tidak enak bagi Bayazid.

Itu hanya sekelumit kisah yg saya baca. Namun point pentingnya adalah, jika anda ingin menikah lagi, namun mengkhawatirkan para istri cemburu, itu alasan kuno dan sangat nggak penting. Istri2 saling cemburu itu normal. Anda bisa langsung tidur saja atau hang out dengan kawan2 atau nonton film box office terbaru. Kalo pingin relijius, ya tilawah Quran saja. Biarkan istri2 anda cemburu dan toh mereka sudah dewasa. Tidak penting utuk ikut melankolis seperti sinetron2. Dan nggak usah terlalu dipikir urusan kamar tidur, itu sudah by default seperti itu. Yang harus anda prioritaskan adalah masa depan keturunan2 anda dari istri2 yg berbeda. Mereka rawan konflik. Mulai dari soal kasih sayang (yg abstrak), finansial (yg nyata) hingga warisan.

Mungkin kesan tulisan di atas seolah2 saya mengharamkan poligami. Tidak, saya tidak mengharamkannya. Namun lebih ingin mengupas resikonya dari sisi keturunan (high risk), dan bukan dari sisi perempuan (low risk) yg sering dibahas di media. Sama saja seperti ini. Sekolah di Al Azhar, Madinah, maupun yg lain itu bagus dan sangat dianjurkan utk menambah keilmuan agama. Tapi apa semua orang bisa? Haji itu termasuk rukun Islam. Namun apa semua orang bisa Haji dengan kondisi saat ini? Poligami itu boleh atau sunnah (menurut yg lain) atau bahkan mungkin wajib (utk beberapa kasus spesifik), tapi apa semua orang bisa siap dg efeknya?

Semoga bapak2 tetap semangat dan ibu2 tetap waspada ..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s