Mengemudi dengan Super Rempong

Kembali ke rumah Sangatta, artinya kembali ke aktifitas rutim seru bersama trio krucils.. personilnya masih sama, yaitu Bunda, Kaka Faza (7y1m) Mas Haidar (4y3m) dan Adek Mush’ab (1y1m)..

Sebelum mudik awal Des lalu, adek termasuk kategori baby anteng di car seat, tapi kemariiin… WOW.. entah karena masih capek atau bawaan lagi ngantuk terus diajak rute jarak jauh, jadilah lumayan super rempong pengalaman nyetir untuk jemput kaka dan ambil barang kemarin.

Dimulai dari di rumah, kayaknya adek masih agak ngantuk waktu berangkat. Nangis di car seat, diangkat pas mampir akomodasi untuk memperbarui stiker mobil warga (stiker ini sebagai pengenal mobil kami adalah mobil warga Batu Putih, jadi pas melewati pos pemeriksaan sebanyak 3 kali, Bapak Satpam cukup melirik stiker ini saja🙂 )

Pas ngisi form dan ngasi ftcp KTP di akomodasi alhamdulillah, adek anteng2 ajahh, jadi berharap selanjutnya juga tenang.. Tappii.. pas mobil melaju kembali, sesi rewel dimulai.. Mas Haidar sekaligus asisten supir Bunda, mengeluarkan berbagai “senjata” dari tas bunda, mulai botol minum, aneka mainan, dompet, buku, seabrek pokoknya dicoba satu persatu untuk menenangkan si adek..

Beberapa cukup berhasil membuat adek tenang beberapa menit, tapi kemudian nangis lagi.. di tengah perjalanan mencari bensin, adek makin tak terkendali, jadilah berulang kali bunda terpaksa minggir, menyusui atau sekedar menyapa terus nyetir kembali. Kemungkinan lain adalah adek sudah terbiasa dipangku bunda selama mudik lalu, maklum trayek nyetir selama mudik sudah diambil alih ayah dan om-om di sana.

Walhasil, rencana mampir ke beberapa tempat setelah jemput kaka dibatalkan demi hukum, kecuali sesi isi bensin (harus tetap dijalankan, daripada mogok di hutan :P) Nah, pas ngisi bensin inilah, ketemu pola ternyata adek bisa tenang kalo pas dipangku ala kanguru sambil bunda nyetir (selain membutuhkan keterampilan nyetir yang lebih, posisi ini juga agak bahay karena jadi gak leluasa ngontrol mobil, tapi demi ketenangan sesaat maka selama di jalan sepi soekarno hatta, jadilah bunda dan adek macam kanguru yang sedang nyetir mobil)

Beberapa tahun lalu waktu Faza usia 2 tahunan kayaknya, Faza yang sangat lengket dengan sang Ayah selalu minta dikelonin dengan cara ituuh di mobil (jadi bisa dibayangkan yah sodara2 dengan kondisi jalanan Jakarta, Ayah dengan penuh dedikasi nyetir smbil mangku si kakak) untuk perjalanan bunda kemarin, yang bikin agak menantang adalah kaki bunda ga sepanjang kaki ayah jadi jarak antara setir dan perut juga ga terlalu longgar, ditambah badan dek Mushab, jadilah sempit2an🙂

Uph.. semoga kerempongan kemarin tidak berlanjut lagi hari ini dan seterusnya.. be nice yahh adek.. ingat masa-masa adek duduk manis di carseat dulu, macam foto di bawah ini🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s