Siapa Bilang Anak (Tidak) Bisa Menyelesaikan Masalahnya Sendiri???

Ya iya lahhh belum bisa, mereka kan masih anak-anak, ngurus diri sendiri aja masih dibantu apalagi menyelesaikan masalah. Nah, konteks masalah kali ini yang ingin saya bahas adalah saat bertengkar, entah dengan saudara, teman atau orang yang tak dikenal.

Karena saya memang bukan psikolog ataupun analis perilaku dan perkembangan anak, catatan ini saya buat berdasarkan pengalaman saya yg baru seujung jari, sehingga belum tentu juga cocok untuk semua kondisi😊

Nah, saya ingin berbagi catatan ini karena melihat beberaoa kali pola beranten duo kiddos saya, muncul sebuah hipotesa bahwa: sebenarnya anak bs menyelesaikan masalahnya sendiri.

Contoh 1:
Saat masih sok pintar dan sok dewasa di depan anak-anak, kira-kira scene nya begini.
Si kaka perempuan usia 6y5m menaruh pensil sembarangan, kemudian dipakai adeknya yang laki2 usia 3y7m. Pas tahu, si kaka marah krn adik pinjam ga bilang, adiknya jg ga terima karena suruh siapa naruh sembarangan lagian pelit amat ga mau minjemin😂

Melihat kejadian itu, sang bunda langsung reaktif bertindak, okee kita runut ya.. kaka dulu merenung, knp kok naruh barang sembarangan, skrg adik minta maaf ke kaka ya, krn pinjam barang ga bilang. Dah ayo sekarang pelukan. Baikan sih baikan tapii kyknya mereka ga ikhlas banget melakukannya, terus klo skrg saya pikir2 lagi, klo terus2an didikte gitu kapan mereka belajar solve their own problem sendiri?

Karena hampir setiap berantem sang bunda sok reaktif, lama-lama bunda kecapekan. Mulai coba2 pake cara kedua, biarin aja selama ga berbahaya, kita lihat mereka bs solve problemnya sndiri gak.

Contoh 2:
Kalo wktu sang ayah perjalanan dinas dan nginep, tentunya bunda harus tidur sekasur berempat dengan duo bocils tadi dan seorang baby imut usia 5bulan. Biasanya yg diributkan adalah posisi siapa yang di dekat bunda, karena posisi yang sisi satunya sdh pasti milik baby unyu yg masih full asi, berebutlah duo bocah ini. Daripada capek, saya minta mereka ngobrol dulu berdua kira2 baiknya gimana, mereka pun diskusi di lantai. Bundanya curi2 dengar kira2 begini.
Kakak: Dek, malem ini kaka duluan ya yang di samping bunda. Besok adek deh..
Adek: Gak mau ah, aku aja yang duluan.
Kakak: Ehm, kalo adek bolehin kaka duluan, jatah permen kaka minggu ini buat adek deh.., (ngerayu.com)
Adek: Bener yah ka?
Kakak mengangguk, deal.. akhirnya mereka lapor, kaka duluan bunda yang malem ini bobo sama bunda.

Masih banyak contoh lainnya, yang ternyata kalo dibiarkan selesai sendiri endingnya lbh indah…

Tapi.. tapi.., tapi… apakah selalu seindah itu? Ya gak juga sih, beberapa kali kejadiannya ga terlihat bunda sehingga berantemnya uda keburu heboh, kalau sdh begitu, yang terlihat moodnya lebih oke akan bunda ajak menyinhkir dan yang lagi lebih emosi diajak istighfar sambil bilang “hush hush setan pergi2..” syukur2 bisa diajak wudhu😊

Kira2 demikian, sharing singkat dari saya, wallahu ta’ala a’lam..

Catatan kecil bunda dari 3 anak amanah Allah
Naila M Tazkiyyah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s