Resume Hasil Diskusi HE BPA Kalimantan dengan Pak Bukik Setiawan

Senin 20 April 2015
🔶Tema Diskusi / Judul Buku  : Anak Bukan Kertas Kosong
🔶Narasumber / Penulis : Bukik Setiawan

   🌿🌿🌿 -P R O L O G- 🌿🌿🌿

Banyak orang tua senang ketika anaknya punya kegemaran, seperti bermusik, mengamati bintang atau bermain matematika, tapi mereka tidak setuju ketika anak memilih sekolah atau berkarir sesuai kegemarannya itu.

Respon orang tua itu wajar karena memang belum ada panduan yang menghubungkan antara kegemaran di masa kecil dengan karir gemilang di masa dewasa. Tanpa panduan, orang tua cenderung memilih jalan aman: mendorong anaknya mengikuti karir orang tua atau yang sedang jadi tren. Akibatnya, kita melihat banyak orang berkarir tidak sesuai bidang pendidikannya atau tidak sesuai kemampuan terbaiknya

Bagaimana sebenarnya rute dari kegemaran di masa kecil menuju karir gemilang di masa dewasa? Dalam buku Anak Bukan Kertas Kosong, saya menjelaskan tentang siklus perkembangan bakat anak yang terdiri dari empat fase: Eksplorasi, Belajar Mendalam, Arah Karir dan Berkarir.

Pertama, fase eksplorasi, yang dialami anak usia 0 hingga 7 tahun. Tujuan dari fase ini adalah anak mengenali minat dan kecerdasan majemuknya. Ada 3 tugas perkembangan bakat pada fase ini yaitu: 1. Anak mengeksplorasi minat pada seluruh ragam kecerdasan majemuk;
2. Anak mengalami pengalaman eksplorasi yang memadai;
3. Anak mengenali profil kecerdasan majemuk dan minatnya.

Kedua, fase belajar mendalam, sekitar usia 7 tahun hingga 14 tahun. Fase ini terdiri dari 4 tugas perkembangan bakat yaitu
1. Anak menemukan fokus belajarnya.
2. Anak gemar belajar.
3. Anak tekun belajar. dan
4. Anak belajar mendalam.
Bila fase ini dilalui dengan baik maka anak mempunyai kapasitas yang dituntut dalam bidang bakatnya, sekaligus mempunyai kemampuan belajar untuk mengatasi berbagai tantangan baru. Fase belajar mendalam itu biasanya beririsan dengan fase berikutnya yaitu fase arah karir

Fase arah karir, yang dialami anak kurang lebih sejak usia 14 tahun atau bisa juga pada usia yang lebih dini.
Ada tiga tugas perkembangan bakat pada fase ini yaitu
1. Anak menampilkan hasil karyanya.
2. Anak mempelajari ekosistem bakatnya;
3. Menentukan arah karir.
Bila tugas diselesaikan maka anak mampu merumuskan arah karir sesuai bakat dan peluang pada ekosistem bakatnya.

Terakhir, fase berkarir, yang mulai dialami anak sejak sekitar usia 18 tahun. Fase ini terdiri dari dua tugas perkembangan bakat yaitu 1. Anak mendapatkan pengakuan atas bakatnya.
2. Anak belajar berkelanjutan.
Anak akan mampu berkarir sesuai bakatnya, serta belajar berkelanjutan untuk mengembangkan karirnya. Bila anak merasa tidak cocok dengan suatu bakat, maka anak mampu mengulangi siklus perkembangan bakat dengan waktu yang lebih singkat.

Anak Bukan Kertas Kosong. Anak adalah benih kehidupan yang utuh yang telah dibekali dengan kemauan dan kecerdasan majemuk. Tugas pendidik adalah merawat kemauan anak dalam menumbuhkembangkan kecerdasan majemuknya. Dukung dan dampingi anak menjalani setiap fase Siklus perkembangan bakat agar anak mencapai karir gemilang di masa depan. Ingin mempelajari Siklus Perkembangan Bakat? Dapatkan buku Anak Bukan Kertas Kosong di toko buku kesayangan anda.🙂

Bukik Setiawan
Fasilitator, Penulis Buku Anak Bukan Kertas Kosong
Development Manager di LLE – Sekolah Cikal
Content Consultant di IniBudi.org dan 24HourParenting.com

   🌿🌿🌿 *** Q & A *** 🌿🌿🌿

1⃣  Ummu Fatih -Banjarmasin
Apakh it brarti bakat adalh ssuatu yg sudh ad pd diri anak sejak lahirx bukan lah sbuah bentukkn dri upaya yg dlakukn dlm jangka waktu yg tidk sdikit? Brarti apakh anak yg misalkn tidk mmliki bakat mnjdi pnulis mka sampe kpn pun tidk akn bs jdi penulis nantinya, walau pun dia mlakukn usaha yg maksimal u/ mwujudkn hal trsebut?

Jawaban:
1. Profil kecerdasan majemuk yang sudah ada sejak lahir. Bakat tidak. Bakat adalah profesi/karya yang dihargai oleh masyarakat. Bakat adalah manifestasi dari kecerdasan majemuk anak.
Setiap anak punya 8 kecerdasan majemuk yg membentuk profil tertentu. Artinya setiap anak bisa jadi penulis. Tp kapasitas dan komposisi kecerdasannya akan berpengaruh pada bagaimana dan gaya tulisannya. 👌🏾

2⃣ Paras_Sangatta
Mulai usia berapa anak dapat terlihat bakat&minatnya?! Apakah usia 14thn/bisa kurang dari itu?
&Seberapa pentingkah pendidikan formal pada usia 0-7thn?
Pada usia sebelum 7tahun seperti apa sebaiknya orang tua mendidik anaknya?
Apakah seperti air mengalir aja/harus dijejali segala macam hal?

Jawaban :
2. Profil kecerdasan majemuk (disingkat KM) bisa dikenali pada usia 0-7 tahun. Setelah itu, anak mulai mencari fokus bakat yg akan dikembangkan berdasarkan KM-nya. Usia 14 tahun seharusnya anak malah sudah mempunyak kemampuan yg memadai dalam suatu bakat. Kalau bakat melukis, anak usia 14 tahun harusnya sudah punya portofolio lukisan.
Sebelum usia 7 tahun, dalam konteks pengembangan bakat, orang tua harus memberi kesempatan pada anak melakukan beragam aktivitas sehingga mengenali KM anak.

3⃣ Bunda Naila ~ Sanggatta
Anak saya sejak usia 5th suka coba kegiatan yg banyak temannya (skrg berusia 6th5bulan), sperti karate, renang, english club dll tapi kadang ada yg baru diikuti 3-4 kali ada bbrp yg dia ga suka, kmdn berhenti. Apakah kami sbg org tua lgsg menghentikan saja atau sebaiknya dibujuk dulu hingga minimal bbrp bulan utk tahu potensi yg sesungguhnya? Sebaiknya bagaimana ya pak?

Jawaban :
3. Hindari melibatkan anak dalam aktivitas yg langsung “serius”. Beri kesempatan pada anak mencoba. Analoginya gini. Bagaimana kita tahu makanan enak kalau kita gak pernah mencoba. Begitu pula anak dengan KM-nya.

4⃣ Bunda Ina ~ Balikpapan
Saya tertarik digital mengembangkan bakat anak..bisa tolong dijelaskan lebih detail? Untuk usia berapa ya?

Jawaban :
4. Kalau yg dimaksud adalah aplikasi Takita, sementara ini kami hentikan dulu pengembangannya. Kami memilih utk membangun kesadaran orang tua dulu. 👌🏾

5⃣ Mayang ~ Banjarbaru
Selamat malam pak bukik,,
pak, pada tahap ekplorasi bukan kah orang tua tetap harus mengarahkan bkat anak?
Bgaimana kalau seandai ny dalam tahap eksplorasi orang tua hanya memberikan kegiatan anak bdasarkan apa yg d sukai orang tua, apakah itu salah?
terimakasih

Jawaban :
5. Beri kesempatan anak melakukan aktivitas yg mewakili seluruh 8 kecerdasan majemuk. Tugas orang tua bukan mengarahkan, tapi menumbuhkan minat anak. 👌🏾

6⃣ Bunda Wenny~ Balikpapan
Bagaimana caranya mengenali 8 kecerdasan majemuk pd diri qta sendiri juga pada anak ya pak? Sampai usia berapa proses perkembangan kecerdasan tsb bisa diketahui? Terimakasih

Jawaban :
6. Stimulasi – Amati – Konfirmasi. Stimulasi anak melakukan beragam aktivitas. Amati aktivitas apa yang melahirkan perilaku seru pada anak dan nilai kecerdasan yg terkandung pada perilaku itu. Konfirmasikan pada anak ttg kecerdasan yg dimilikinya. Idealnya, orang tua mengkonfirmasi KM ke anak pada usia 6-7 tahun. Setelah KM di ketahui, semisal kecerdasan imaji/visual, langkah berikutnya mengenali fokus belajar anak, seperti fotografi, desain, melukis, dll 👌🏾

7⃣ Melati – Tapin
Bagaimana dg kasus anak2 yg orangtuanya tidak menyadari kecerdasan majemuk si anak. Langkah apa yg harus di ambil.

Jawaban :
7. Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. Dalam kasus saya semisal, setelah muter sana-sini akhirnya sadar diri, kecerdasan saya adalah aksara, diri dan logika. Meski telat, saya enjoy ketika memilih karir sesuai KM saya. 👌🏾

8⃣ Mei Fita ~ Sanggatta
Sebetulnya kecerdasan majemuk itu yg bagaimana sih Pak? Contoh kongkretnya tolong..😀
Lalu bagaimana cara yang efektif yg bs dilakukan orang tua untuk mengenali bakat anak tsb? Soalnya sampai detik ini anak saya (3thn 1bln) yg kelihatan baru hobi coret-coret tembok😀 Perlukah ortu menyekolahkan ke sanggar lukis, atau mungkin les karate, renang dll, dg dalih, siapa tahu dia berbakat di olah raga? Trims.

Jawaban :
8. KM adl kemampuan mengolah informasi. KM musik berarti anak cerdas mengelola informasi berupa nada dan irama. Contoh: anak saya bisa melakukan ketukan secara beritama sejak kecil, yg saya sendiri sampai setua ini tidak mampu melakukannya 😁
Apakah perlu mengirim anak les? Di bawah usia 7 tahun, boleh tp niatnya adalah eksplorasi. Mencoba. Jangan marah bila anak tidak mau menyelesaikannya sampai selesai. 👌🏾

9⃣Bunda ina :
Saya sangat mengapresiasikan para bapak yg terlibat tumbuh kembang anak yg tdk sekedar fisik.
Mgkn krn pak Bukik berlatar belakang psikologi shg peka dgn hal hal kejiwaan.Yg jadi pertanyaan bgmn jika pasangan tidak peka dg masalah masa perkembangan anak..mgkn dr pembawaan atau latar belakang pendidikan klg batihnya.

Jawaban :
9. Iya itu problemnya. Banyak orang menikah tp tidak siap jadi suami/isteri. Siap jadi suami/isteri, eh tidak siap jadi orang tua.
Pendidikan itu pondasinya di orang tua. Sekolah/kampus hanyalah bangunan, yang akan runtuh bila pondasinya jebol. Jadi, mari menyiapkan diri jadi orang tua, mari membantu teman2 kita utk siap jadi orang tua.
Saya menuliskan sejumlah latihan buat orang tua di buku ABKK. 1. Jadi orang tua yg menumbuhkan. 2. Panduan mengenali KM anak. 🏾

🔟 Ria – Pontianak
Bunda masih bisa bertanya?
Bagaimana contoh aktivitas yang bisa dilakukab dalam tahap eksplorasi pada anak 0-7th.. Apakah seperti bermain sambil belajat juga termasuk pak?

Jawaban :
10. Bermain, semua bentuk permainan. Kalau kami mampu beli, kami belikan. Kalau tidak, kami bawa anak ke arena permainan.
Istilah bermain sambil belajar itu tendensinya orang tua. Anak bermain itu pasti belajar secara alami. Contoh: anak saya sekarang 9 tahun sudah bisa bermain piano. Prosesnya sejak kecil. Kami belikan banyak mainan, ketika terarah ke musik, kami belikan alat musik mainan. Semakin besar semakin serius sehingga kami menawarkan les, kami bikin kesepakatan. 👌🏾

1⃣1⃣ Naila ~ Sanggatta
Agar peran org tua bs menjadi coach yg baik bagi anak, apakah ada pelatihan khususnya? Atau perlukan kita ajak anak ke konselor pendidikan jika org tua sndiri msh bingung memetakan potensi anak?

Jawaban :
11. Ada pelatihannya tp saya belum sempat melakukannya. Tp materi pelatihan ada pada buku ABKK kok. Boleh ke konselor atau mengikuti tes, tp konfirmasikan dengan hasil pengamatan orang tua. Bila sesuai, maka hasil tes itu valid. 👌🏾

   🍀🍀🍀 -CLOSING- 🍀🍀🍀

Kita mesti banyak belajar. Dampingi sang anak dimana kekuatan dan kemauan lalu motivasi agar bisa berkarya dan menjadi manfaat. untuk lebih lanjut bisa diskusi di grup FB Pengembangan Bakat ANak. Jadi komunitas belajar mandiri.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s