Nikmatnya Berakhir Pekan Bersama Keluarga

Tulisan ini ditulis oleh Mbak Mayang atas tantangan menulis yang sebelumnya saya post di sini. Terima kasih Mbak Mayang, terus semangaaatt yaa…

Jum’at, Sabtu, dan Minggu adalah hari yang cukup sakral untuk keluarga kami. Hari yang selalu dinantikan untuk meningkatkan kualitas kedekatan keluarga kami. Tidak harus pergi ke suatu tempat wisata atau ke mall seperti kebanyakan yang dilakukan oleh kebanyakan keluarga. Namun kami lebih senang untuk melakukan aktivitas di rumah. Banyak sekali aktivitas yang dapat kami lakukan bangun pagi, kami sholat subuh berjama’ah dilanjutkan dengan bersih – bersih rumah. Bersih – bersih rumah adalah aktivitas yang sangat disukai oleh suami, sehingga kami para pasukan harus bekerja sama untuk saling membantu mewujudkan rumah bersih di di akhir pekan.

Maklum, saya adalah ibu rumah tangga yang memiliki dua orang anak yaitu Icha (5 tahun) dan Ibra (2 tahun) dan kami tidak memiliki asisten rumah tangga. Prioritas kewajiban saya adalah mengurus anak – anak. Bukan berarti juga saya tidak mengerjakan kegiatan rumah tangga yang seakan tak ada habisnya itu, namun memiliki dua anak yang sangat aktif membuat saya kadang kualahan untuk melakukan tugas bersih – bersih. Mainan yang baru saja dibereskan akan kembali berserakan beberapa menit kemudian. Suami  sangat tidak keberatan dengan kondisi tersebut, namun untuk hari libur kami punya peraturan bahwa di pagi hari semua harus bekerja sama untuk membersihkan rumah.

Awal kami melakukan kegiatan ini, saya menjadi orang yang hobby untuk berteriak untuk membagi tugas yang harus dikerjakan terutama untuk si kakak. Saya harus mengarah kan satu demi satu apa saja yang harus ia kerjakan mulai dari melipat selimutnya sendiri, melipat mukenanya, membantu mengelompokkan baju – baju yang sudah di seterika, membereskan mainannya, mandi sendiri, membantu membersihkan halaman depan dan belakang, membantu cuci sepeda, motor atau mobil, dan masih banyak kegiatan lain yang sekiranya mampu ia jalankan. Kemudian suami memutuskan untuk membuat daftar kegiatan apa saja yang harus dilakukan oleh Icha secara terperinci ketika hari libur. Sebuah tabel yang ditempel di pintu lemari pakaiannya, sehingga Icha dapat membaca sendiri apa saja tugas yang harus dia lakukan. Tentu saja hal ini mengurangi saya untuk berteriak dan lebih fokus kepada tugas masing – masing. Paling hanya sesekali saya mengingatkan dan mengarahkan  si Kakak. Ternyata kolom kegiatan itu sangat membantu dan membuat kami lebih nyaman dalam menjalankan tugas masing – masing.

Ibra pun yang masih berumur dua tahun tetap mempunyai tugas walaupun pekerjaannya cukup ringan seperti membereskan mainannya  sendiri, mengembalikan lego ke dalam tempatnya kembali, menyusun sepatu di rak sepatu, ikut mencuci mobil, motor atau sepeda meskipun lebih banyak main air nya daripada membantu..

Hal menarik lainnya selain kerjabakti ketika weekend adalah saat suami saya menunjukkan kemampuannya dalam memasak. Suami saya jago memasak? Tentu saja tidak, lebih tepatnya beliau mau berusaha untuk belajar memasak. Beliau ingin merasakan juga ribet nya menjadi saya setiap hari. Hari jumat malam suami merencanakan ingin memasak apa,  yang kemudian saya menyiapkan bumbu – bumbu nya. Selesai pekerjaan bersih – bersih suami mulai beraksi di dapur dan saya tetap melakukan kegiatan beberes rumah. Suami memang luar biasa hebat jika membersihkan rumah, kecuali  satu area yaitu dapur tentunya. Selesai masak pasti dapur menjadi luar biasa berantakan, dan tugas saya lah yang melakukan finishing beberes jika suami telah selesai berkreasi di dapur. Menu yang dimasak suami cukup sederhana bukan selalu makan besar namun kadang sekedar cemilan untuk keluarga. Masakan yang pernah dibuat suami diantaranya : Tumis kangkung, Spagetty,  ayam goreng, cumi bakar, pisang keju, bakwan goreng, martabak manis, pancake, tahu dan tempe krispy. Seperti apapun bentuk dan rasa yang dihasilkan oleh suami di dapur tidak pernah kami risaukan, kami semua tetap melahap dengan sadis makanan yang tersedia.. (hehehe kami adalah keluarga pecinta kuliner).

Selesai aktivitas beberes rumah dan memasak, ini lah saat puncak yang paling di tunggu – tunggu semua anggota keluarga. Saat dimana kami melepas lelah bersama – sama dalam satu kamar (orang jawa bilang istilahnya adalah “Ngruntel”). Di dalam kamar kami bersenda gurau, melakukan banyak permainan sepele namun menyenangkan seperti main ABCD binatang yaitu dengan menjulurkan jari kemudian dihitung sesuai urutan huruf dan kami harus menyetor nama binatang sesuai huruf depan yang sudah terpilih. Atau bisa juga main tebak mimik muka, menyanyi bersama, mengisi teka – teki silang bersama,  menceritakan kegiatan masing – masing entah saat di kantor untuk suami, di sekolah untuk Icha dan di rumah untuk saya dan Ibra.

Pada saat inilah kami juga menggambar mimpi – mimpi kami melalui secarik kertas lipat warna – warni. Pertama kami mengambil secarik kertas untuk mengisi daftar mimpi utama dari mimpi kami, yang melingkupi mimpi dari seluruh anggota keluarga. Setelah terisi, kami masing – masing anggota keluarga mengambil secarik kertas lipat yang berbeda warna kemudian kami mengisi daftar impian kami pribadi. Setelah selesai semuanya, kami susun kertas – kertas harapan itu dan kami tempel di tembok kamar yang sering kami pakai untuk sholat berjama’ah. Harapan kami, agar selesai sholat kami selalu ingat untuk berdoa dan fokus terhadap semua impian kami. Kegiatan ini terinspirasi ketika awal pindah ke Kalimanatan kami belum mempunyai kendaraan roda empat, suami menempel gambar mobil di tembok kamar dan meminta kami semua berdoa seusai sholat agar Allah memberi kemudahan  untuk membeli mobil, sehingga kami bisa bepergian di kala hujan. Tak sampai satu tahun, alhamdulillah Allah memberi kami kemudahan untuk memilikinya. Kala diskusi untuk merancang mimpi kami adalah hal yang sangat seru, karena tidak hanya berbicara serius saja tapi kami juga jadi tahu apa yang di inginkan anak – anak, yang terkadang adalah hal yang sangat sepele yang terlewatkan.Kalau sudah waktunya “ngruntel” pasti berjam – jam lamanya tidak kami rasakan. Saat dimana kami bisa memahami satu sama lain, saat dimana kami bisa mencurahkan perasaan senang, sedih, atau marah dan mendapatkan solusinya, dan  saat kami bisa tertawa lepas.

Inilah aktivitas favorit keluarga kami yang mungkin terlalu biasa untuk diceritakan, namun sangat berharga untuk kami. Waktu libur adalah waktu yang sangat berharga karena seringnya suami bertugas ke luar kota dalam waktu yang cukup lama yaitu sekali bertugas memakan waktu 30 hari. Dalam 1 tahun minimal empat kali tugas ke luar kota. Namun demikian, kami tetap bersyukur dengan waktu yang di berikan Allah untuk keluarga kecil kami. Semoga kami bisa selalu memanfaatkan waktu dengan baik dan semoga kegiatan “ngruntel” kami akan selalu terjaga hingga anak – anak dewasa kelak.

…………………………………………………………………………………………………………………………………….

 

Mayang Septianing Ayu. Dari lahir sampai mempunyai dua orang anak tinggal di kota kecil nan damai yang bernama Salatiga. Jenjang pendidikan terakhir adalah Sarjana Ekonomi Manajemen lulusan Universitas Kristen Satya Wacana. Dari kecil dididik orang tua untuk berwira usaha, hingga lulus kuliah memutuskan untuk tidak melamar pekerjaan di suatu Instansi melainkan melanjutkan usaha keluarga yaitu Toko Alat Tulis Kantor yang bernama Makisa. Yang kemudian berkembang menurut ilmu yang saya dapat ketika kuliah merambah ke bisnis pengadaan barang di kantor – kantor pemerintah atau swasta.

Menikah dengan Lea Yudistira yang berprofesi sebagai auditor di Badan Pemeriksa Keuangan RI, yang diharuskan untuk bersedia dimutasi minimal 5 tahun sekali ke seluruh pelosok tanah air. Dan penempatan suami saat ini adalah di Banjarbaru Kalimantan Selatan. Sejak pertengahan tahun 2013 memutuskan untuk menyusul suami ke Banjarbaru dan Insyaa Allah akan selalu menemani kemanapun suami akan di mutasikan selanjutnya.

Keputusan untuk pindah ke Banjarbaru dengan dua orang anak yaitu Icha 5 tahun dan Ibra 2 tahun, mengharuskan saya berkomitmen untuk lebih focus mengasuh buah hati kami dan menjadi Ibu rumah tangga tanpa Asisten rumah tangga.

Tinggal di lingkungan baru membuat saya ingin belajar lebih banyak mengenai hal – hal baru seperti memasak. Dan Alhamdulillah bisa perlahan – lahan bisa memasarkan hasil kreasi saya di dapur ke kantor suami atau ke kantin – kantin di sejumlah universitas di Banjarbaru. Dan masih ingin belajar hal – hal baru lainnya yang memungkinkan menjadi Ibu Produktif tanpa meninggalkan mengasuh anak.  Bersama suami bercita – cita mendidik anak bersama dan membangun team yang solid dalam keluarga.

cvmakisa@gmail.com atau FB Mayang Septianing Ayu

2 thoughts on “Nikmatnya Berakhir Pekan Bersama Keluarga

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s