Melukis Sejarah dengan Menulis

Tulisan ini dibuat waktu diminta sharing tentang memulai menulis blog di grup IIP Kalimantan, awal April lalu, semoga bermanfaat🙂

Bismillahirrahmanirrahiim, mohon maaf ya, bunda – bunda sekalian, baru bisa on dengan aktif lagi, maklum hari libur adalah waktunya memanjakan keluarga😀 Tapi alhamdulillah, masih diberikan Allah kesempatan untuk berbagi sedikit tentang tema yang di chat sebelumnya banyak dibincangkan.

Menulis, terkesan sederhana, sangat mudah dan mengalir bagi sebagian orang (1), butuh konsentrasi untuk sebagian lainnya (2), butuh perjuangan untuk beberapa orang (3) dan terlihat begitu sulit untuk sebagian sisanya (4). Termasuk yang manakah Anda? Saya sendiri bukan termasuk keempat tipe yang saya sebutkan di atas, hihi.. Saya type orang yang bisa menulis saat kepepet. Misalnya bagaimana? Saat hampir lulus dari Aliyah, saya ingin sekali membeli sesuatu dan saya lihat pengumuman ada lomba menulis cerpen berhadiah Piala Ketua MPR saat itu yang menjabat adalah Bapak Amien Rais dan sejumlah uang. Karena butuh uang, saya memeras otak mencari tema yang tidak biasa, daaan alhamdulillah biidznillah, pengalaman pertama saya mengikuti lomba menulis cerpen berbuah manis, saya mendapat juara pertama. Hadiah saya ambil dengan menumpang becak bersama teman saya, alhamdulillah bahagianya.

Apakah setelah itu berlanjut aktif menulis fiksi? Ternyata tidak, sejak kuliah di Departemen Akuntansi FEUI, saya justru terpaksa harus banyak menulis jurnal dan artikel berbau ekonomi🙂 Dua tahun belakangan ini, setelah sebelumnya on and off menulis di notes FB saya memaksakan diri membuat blog pribadi gratisan di wordpress, tujuannya apa? Tak lain hanya berniat melukis sejarah perjalanan hidup saya dan keluarga. Agar kelak, setidaknya keturunan kami nanti tahu apa yang terjadi pada masa bunda atau nenek nya ini hidup😀 hihi..
Mengapa saya sebut melukis? Karena melukis itu punya berbagai macam genre dan selera, mirip dengan melukis, saat menulis jurnal perjalanan hidup atau tulisan lepas lainnya setiap orang juga pasti punya gaya menulisnya sendiri, bahasanya sendiri, alurnya sendiri, jadi tidak ada paten seperti penulisan ilmiah yang mengharuskan berurutan dengan alur yang telah digariskan secara baku.
Melukis juga butuh latihan dan jam terbang, sama seperti menulis, jika teman-teman perhatikan gaya penulisan saya dari pertama menulishingga sekarang tentunya tidak sama seharusnya jadi semakin baik, namun terkadang jika dilakukan dengan semaunay bisa jadi juga kualitasnya terlihat lebih buruk, wallahu a’lam. Tapi normalnya, setelah banyak berlatih dan sering menulis, maka tangan kita seperti melayang sendiri saat mengetikkan huruf demi huruf di keyboard🙂 Jika malu langsung menulis di media online, teman-teman bisa berlatihmenulis note di MS word atau bahkan di buku diary.

Ibarat melukis, memang ada beberapa orang yang sudah memiliki bakat bawaan bisa menulis dengan gaya bahasa yang ringan bahkan untuk tema berat sekalipun, saya suka tulisan Pak Rhenald untuk beberapa isu berat yang bisa beliau tuliskan dengan cukup ringan dan menarik, namun percayalah, dengan banyak berlatih insya Allah akan makin lihai😉 Nah, kalau kita rangkum itu semua maka akan muncul formula NiLaIMu, apakah itu NiLaIMu?

  1. Niatkan untuk melukis sejarah kehidupan kita sendiri, bisa juga diniatkan sebagai warisan untuk anak-anak kita atau untuk mengajarkan anak kita menulis,karena guru yang paling baik insya Allah adalah keteladanan.
  2. Latihan semaksimal mungkin, ingat lagi bahwa practice make permanent, jam terbang tidak akan pernah bohong. Saat teman-teman naik pesawat akan terasa sekali bedanya pilot yang baru mendapat sertifikasi dengan yang sudah punya jam terbang puluhan ribu kilometer.
  3. Istiqomah, bahkan Allah pun menyukai amalan sederhana dan sedikit namun istiqomah. Jika perlu buat jadwal rutin dan tulis di kalender Anda hari apa saja Anda ingin rutin menulis.
  4. Mulai sedini mungkin,tidak pernah ada kata terlambat insya Allah.

Sekian sharing dari saya, wallahu ta’ala a’lam. Wassalamualaikum wr wb

Gimmick tambahan untuk bunda-bunda IIP Kalimantan

  • Nah, untuk menyemangati teman-teman yang ingin memulai menulis, saya punya hadiah kecil yang semoga bs menjadi penyemangat dan motivasi tambahan.
  • Khusus untuk bunda member IIP Kalimantan yang rutin menulis, minimal 5 tulisan hingga tgl 31 Mei 2015 temanya bebas saja, kalau mau bisa cerita ttg pengalaman GFOS seperti ide mba Wenny kmrn, bisa jg menulis utk e-book jariyah edisi April yang akan terbit Mei bertema: Catatan atau Kegiatan Menarik bersama Buah Hati di bulan Suci, atau tema apapun

One thought on “Melukis Sejarah dengan Menulis

  1. Pingback: Nikmatnya Berakhir Pekan Bersama Keluarga | Me, The World, and The Stories

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s