Berbohong itu Boleh Asal….

“Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang melampaui batas lagi pendusta.” (Q.S. 40 : 28).

“Sesungguhnya kejujuran akan menunjukkan kepada kebaikan, dan kebaikan itu akan menghantarkan kepada surga. Seseorang yang berbuat jujur oleh Allah akan dicatat sebagai orang yang jujur. Dan sesungguhnya bohong itu akan menunjukkan kepada kelaliman, dan kelaliman itu akan menghantarkan ke arah neraka. Seseorang yang terus menerus berbuat bohong akan ditulis oleh Allah sebagai pembohong.” (Hadits riwayat Bukhari dan Muslim )

“Pertanda orang yang munafiq ada tiga: apabila berbicara bohong, apabila berjanji mengingkari janjinya dan apabila dipercaya berbuat khianat” (Hadits riwayat Bukhari dan Muslim.).

IMG_00000871

Menurut saya dan suami, semua kesalahan anak-anak adalah wajar kecuali yang sudah melanggar syariat, salah satunya berbohong.

Nah, kadang memang anak-anak tidak berniat berbohong, kalau kasus Faza dan Haidar ada dua macam tipe kebohongan mereka.

Yang pertama versi Haidar, anak kedua kami ini memang suka sekali berimajinasi. Jadi kadang dia berimajinasi ketemu singa, digigit ayam, ketemu gorila, dan lain-lain. Kalau untuk kasus ini, kami hanya berkali-kali menegaskan bahwa imajinasi itu bagus nak, nanti cerita-cerita lagi ya… Tapi itu bukan kenyataan.

Nah, yang kedua versi Faza dan Haidar, mereka pengen becanda atau godain ayah bundanya, misalnya saya minta tolong angkatin jemuran jam 12. Lupa gak ngecek uda diangkat atau belum, nanti jam 1an pas inget dulu pernah mereka becanda bilang “Wah, aku lupa bunda” Whuaa panik dong, secara udah ujan deres. Nah terus mereka ketawa, hihi aku becanda bunda. Nah, untuk kasus semacam ini, akhirnya saya punya trik, menegaskan bahwa berbohong apapun alasannya tidak boleh. Tapi bercanda boleh, jadi kalau kakak sama adik mau bercanda sama bunda harus bilang dulu di awal. Jadinya.. Sekarang lucu banget kalau pas mereka bercanda sama bundanya.

Faza: Bunda-bunda, aku mau becanda ya bunda.. Tapi bunda harus kaget ya..

Bunda: Oke kak (angguk-angguk)

Faza: Bunda tadi aku lupa gak balikin ember

Bunda: Waduh, gimana donk (dengan ekspresi seserius mungkin sok panik)

Faza: Hehe, gak gak.. aku kan bercanda bunda…

Dalam hati kadang merasa berdosa udah pura-pura panik gitu termasuk boong juga gak ya?

Haidar pun jadi keikutan kakaknya, kalau pas kumat isengnya

Haidar: Bunda, aku mau becanda ya..

Bunda: Oke mas

Haidar: Bunda tadi aku gak habis makannya (padahal bundanya lihat semangkuk sop udah licin mangkoknya)

Bunda: Yah, mubadzir donk mas..

Haidar: Hehe, gak kok bunda, kan aku bercanda.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s