Episode Baru Keluarga Kecil Kami

Seperti yang sudah saya tulis sebelumnya, sejak akhir Desember lalu kami resmi menjadi warga Sangatta🙂 Yeaay, menikmati jauhnya hiruk pikuk kota dan keramaian, di sini setiap kali sarapan atau jadwal makan dan santai lainnya, kami bisa memandang langsung ke hutan dari jendela, mendengar kicauan aneka burung.. Kemewahan sederhana yang tidak kami dapatkan di Depok dulu.

Kami sekeluarga berusaha beradaptasi dengan ritme baru, aktifitas baru, sahabat baru, keluarga besar baru… Kira-kira begini episode baru kami di Sangatta.

Ayah

Kini ayah tak lagi harus berjuang naik motor ke stasiun, kereta, lanjut ojek PP untuk berangkat dan pulang kerja, walaupun jarak dari rumah ke kantor kurang lebih 20km namun ditempuh dengan mobil hanya butuh waktu 20 menit saking sepi dan ga ada macet di sini, jadi masih sempat sarapan bersama, mengantar Kaka ke sekolah dan aktifitas pagi lainnya. Pulang kerja pun masih bisa lihat matahari terbenam di rumah, makan malam bersama, shalat maghrib berjama’ah dan lain-lain.

Bunda

Dibantu ayah, bunda di sini harus belajar mengerjakan sendiri berbagai pekerjaan rumah tangga (cuci baju, nyetrika, masak, nyuci piring, nyapu, ngepel, beberes rumah..Kami memang sepakat tidak memakai jasa khadimat dulu untuk mengajak anak-anak belajar mandiri, dan berusaha memanage aktifitas rumah tangga sendiri), belajar nyetir (agar bisa leluasa antar jemput dan belanja ke kota), mengasuh dan mendidik ketiga anak kami, alhamdulillah Faza dan Haidar sudah bisa mandi sendiri, dengan berbagai resiko tentunya seperti lantai sekitar kamar mandi jadi super becek karena mereka lbh lama main siram2an nya drpd mandinya, kadang sikat gigi hanya seadanya ga komplit atas bawah depan belakang alo ga diteriakin sama emaknya ngingetin berkali-kali.

Jangan ditanya gimana ribetnya, tappiii saya dan suami sudah sepakat bahwa pendidikan dan pengasuhan anak-anak yang utama jadi kalau anak-anak lagi rewel yang membuat saya ga bisa masak ya ayahnya yang beli lauk sekalian jalan pulang ke rumah. Di sini gak ada tukang makanan lewat, jangankan tukang makanan, supir travel aja takut kalau nganter penumpang ke rumah kami. :D Anyway, dengan segala keribetannya tapi lama kelamaan kami justru menikmati masa-masa kami hany berlia-limaan saja mengerjakan semuanya. Hehe..

Faza

Sang Kaka di rumah ini, tampaknya jadi yang paling sibuk dengan berbagai aktifitas barunya. Faza akhirnya memilih bersekolah daripada belajar di rumah saja, karenaaa…

  1. Saya baru sadar bahwa sebenarnya Faza adalah type anak yang extrovert (bener gini ga tulisannya) karena walaupun sekilas tampak pendiam tappiiii setiap kali ada keramaian dia justru mendapatkan energi dari situ, Faza sukanya belajar beramai-ramai dengan anak seumuran atau yang lebih tua.
  2. Haidar sedang memasuki masa-masa egosentris yang memuncak sehingga 3 minggu pertama mereka belajar bersama bundanya di rumah hampir selalu isinya adalah bertengkar, walaupun cepet juga sih baikannya lagi. Tappii tetep aja menguras tenaga buat yang melihat dan melerai (baca: bunda) dan juga bagi yang berantem (baca: kaka dan mas)
  3. Di sini tidak ada komunitas HS seperti di jabodetabek, jadi kdg saya jg clueless mau mengeksplor apa sama Faza sementara kalo mau jalan atau eksperimen sesuatu, masih ada dek mush’ab yang belum bisa terlalu sering diajak ngeluyur atau ditinggal main yang agak ekstrim di rumah..

Kak Faza juga atas kesadaran sendiri minta didaftarin les renang, karate, beberapa kali playdate bareng Icha, anaknya Mbak Windy tetangga kami yang jarak rumahnya kurang lebih 1km dr rumah kami, maklum di sini emang jarak antar rumah dan cluster agak jauh🙂

Faza juga jadi jauh lebih mandiri, sejak hari ketiga masuk sekolah Faza sudah berani pulang sendiri naik bus nunggu di halte depan sekolah kemudian turun di Halte Batu di komp kami, dilanjutkan jalan kaki kurang lebih 300 meter ke rumah. Kadang kasihan juga kalau pas hujan deras atau panas terik, tapi jam Faza pulang sekolah barengan sama jam tidur adik-adiknya sehingga bunda harus stay di rumah dan ga bisa jemput ke halte, karena kan susah ya gendong duo anak yang lagi bobo. Pas dua hari pertama Faza sekolah sengaja Haidar bunda ajak main teruss sampai jam jemput kakaknya biar ga tidur pas bunda mau jalan jemput kaka. Alhamdulillah, selanjutnya kaka berani pulang sendiri.

Faza juga sudah mulai berani ngajak ngobrol temen barunya, misalnya ke anak Mbak Sandra yaitu Kak Ollie yang sering pualng bus bareng dia, diajak kenalan, kaka namanya siapa? Baru deh mereka ngobrol. Ahh, terima kasih kaka, untuk semua kejutan indahnya..🙂

Haidar

Walau terlihat kadang kesepian, maklum dulu waktu di Depok setiap pagi dan sore biasannya main sama Pipo dan fadil tetangga rumah di lapangan. Di sini, ada temen yang hampir seumuran namanya Kak Rifa, tapi jarang keluar juga kalau weekdays karena di sini kan dekat hutan, ada lapangan itupun biasanya disambangi rusa dan orang utan, bundanya juga ga bisa nemenin karena harus nemenin adek mush’ab di rumah. Jadi yahhh kita bermain dan belajar saja di rumah, paling kalo pas ada tukang kebun yang setiap selasa dateng bersih2 taman, Haidar ikut nimbrung belajar nanem sambil nyanyi “cangkul-cangkul, cangkul yang dalam” (serius ini Haidar emang hobi nyanyi lagu itu sejak diajarin sama bunda dan kakaknya kalo lagi berkebun sambil nyanyi lagu ini mas..

Panduan yang bunda pakai selain kurikulum Iman seperti yang dishare di Akademi Keluarga-nya Parenting Nabawiyah adalah buku Montessori untuk pra sekolah, nanti dibahas khusus yaa di postingan yang berbeda…

Mush’ab

Walau masih baby, Mush’ab juga punya sesi adaptasi yang berbeda. Dari observasi ayah, awalnya Mush’ab gampang bangun kalau denger suara gubrak gubruk duo kakaknya, maklum lantai rumah kami dari kayu jadi kalau ada yang lari atau lompat-lompatan di dapur sampai ujung kamar utama di mana Mush’ab tidur pun kedengeran😀 Nah, sekarang Mush’ab sudah relatif cuek dengan suara tersebut kalau sudah terlanjur nyenyak.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s