Berkenalan dengan Sangatta

Menjelang pindah beberapa bulan lalu, tiap kali ditanya orang, mau pindah ke mana? Sangatta, jawab saya. Hampir selalu akan dilanjutkan dengan pertanyaan “Sangatta itu di mana ya?”😀 Wajar sih memang, saya juga belum tentu tahu Sangatta kalau suami tidak ditugaskan ngaudit ke sana dari beberapa tahun lalu, dan akhirnya mulai menetap di sana Agustus lalu, disusul saya dan anak-anak akhir Desember kemarin.

Saat saya tanya ke suami Sangatta itu seperti apa, maka 3 jawaban singkat teratas adalah kota kecil, panas, dan cocok untuk membaca. Kalau dirunut maka dari jawaban pertama hingga ketiga saling terkait satu sama lain🙂 Karena kotanya kecil terlebih udara relatif panas di siang hari (tapi selama di sini saya jarang menikmati udara panas yang menyengat banget karena saya memang jarang keluar rumah kecuali ke halte bus dan weekend, kedua sedang musim hujan jadi agak merana dengan jemuran clodi yang tak kunjung kering walaupun sdh dispin berkali-kali di mesin cuci, clodi sangat butuh sinar matahari langsung) maka yang paling nyaman ya di rumah sambil membaca buku.

Nah, itu versi suami, versi saya 3 jawaban singkat teratas adalah hutan, nyaman, sepi, jawaban saya ini tidak mencerminkan Sangatta sebagai kotanya namun lebih spesifik menggambarkan Batu Putih tempat kami tinggal. Komplek tempat kami tinggal sangaaaat nyaman sebenarnya, jauh dari kota udaranya asli banget, tanpa pakai hewan – hewanan yang di Ace Hardware sering kami beli dulu di Depok supaya di rumah ada suara kodok, burung, kucing dll, di sini sudah full suara hewan, pohon-pohonan jangan ditanya.. aneka jenis pohon ada di sini, lha wong samping kanan kiri dan belakang kami hutan. Bahkan beberapa tetangga di sini kadang ketemu Orang Utan waktu lagi jemur pakaian, hihi… Alhamdulillah saya belum nemu, maklum ya.. agak penakut, jadi pasti nanti speechless kalo saya ketemu ama tuh Orang Utan. Terakhir, sepi ini adalah ciri khas Batu Putih bukan Sangatta, karena di kota sana rame sekali sudah seperti Pare, Kediri kalau kata suami. Nah, Batu Putih adalah bagian kecil Sangatta, di mana tidak ada tukang bakso, sate dan lain-lain lewat. Jika ingin ke pasar kami harus menempuh kurang lebih 20km perjalanan yang alhamdulillah hampir selalu lancar jaya.. di sini tidak mengenal macet, untuk menempuh 20km ya paling lama hanya butuh waktu 30 menit.

Nah, sekarang versi yang agak ilmiah ya… Sangatta ini adalah sebuah ibukota dari Kab Kutai Timur, kalau dari Balikpapan sekitar 7 jam dengan jalur darat, bisa juga dengan jalur udara tapi tidak bisa dibeli dengan mudah diutamakan bagi business trip. Kalau dari Samarinda kurang lebih 4 jam, dari Bontang sekitar 1-2 jam. Ada banyak travel dari Balikpapan ke Sangatta, antara lain Helda, Miner, Surya Kencana, dan lain sebagainya. Tarif yang ditawarkan biasanya Rp 270.000,- per seat, kalau sewa mobil juga bisa borongan, lebih ekonomis untuk yang berombongan.

Pusat kotanya ada di Jalan Yos Sudarso, kalau di Depok ini adalah Margondanya🙂 Aneka mini market toko, rumah makan ada di sini. Ada beberapa pasar di Sangatta, antara lain Pasar Teluk Lingga, Pasar Induk, Pasar Sangatta Lama, dan ada juga pasar kecil di Town Hall.

Sekolah dasar hingga SMP juga cukup banyak salah satunya yang cukup favorit adalah YPPSB milik KPC, Darussalam milik Yayasan Pembina Muslim di kawasan KPC juga, juga berbagai sekolah lainnya.

Sarana transportasi di sini kebanyakan menggunakan kendaraan pribadi, karena angkutan umum tidak terlalu banyak rutenya, ada juga bus yang disediakan KPC untuk rute-rute tertentu.

Tempat wisata:

  • Icon kota ini adalah Bukit Pelangi yang terletak di pusat pemerintahan Kutai Timur di dekat Jl Soekarno Hatta, menurut saya pribadi agak mirip puncak pass yang bisa melihat ke kota dengan berbagai warna, melihat laut, dan pemandangan indah lainnya
  • Islamic Center, masjid dengan arsitektur yang sangat indah, masih jauh lebih keren di maketnya karena direncanakan akan ada pembangunan tahap-tahap berikutnya berupa sekolah, business center, dan lain-lain.
  • Pantai Aquatic, terletak di dekat bandara Sangatta, jalan menuju Aquatic dapat ditemui banyak sekali monyet, bekantan, tupai, bahkan kadang terlihat buaya di dekat rawa-rawa bakau dekat pantai
  • Ada beberapa pantai lainnya, tapi karena belum ke sana belum bisa cerita
  • Yang paling oke juga adalah Taman Nasional Kutai Timur, di mana kita bisa trekking menyusuri hutan untuk ketemu dengan aneka satwa langsung di habitatnya. Ada Orang Utan, Buaya, aneka monyet dan berbagai kewan lainnya. Konon katanya sering masuk National Geographic🙂

Baiklah, karena bocah-bocah sudah mulai bangun.. Insya Allah kapan-kapan dilanjutkan lagi…

3 thoughts on “Berkenalan dengan Sangatta

  1. Pingback: Episode Baru Keluarga Kecil Kami | Me, The World, and The Stories

  2. Pingback: Manajemen Sederhana Dapur Keluarga | Me, The World, and The Stories

  3. Pingback: Fun Learning Center Tj Bara: Wujud Community Based Education Sederhana | Me, The World, and The Stories

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s